Ketika Syariat Diuji oleh Tekanan Manusia
Ketika Syariat Diuji oleh Tekanan Manusia
Tafsir QS Al-Baqarah 149–150
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Dalam kehidupan beragama, sering kali manusia menghadapi dua suara.
Satu suara datang dari wahyu Allah.
Satu suara lagi datang dari tekanan manusia.
Kadang manusia berkata:
“Kenapa harus begitu?”
“Kenapa tidak mengikuti kebiasaan yang lama saja?”
Namun seorang mukmin yang sejati selalu bertanya satu hal:
Apa yang Allah perintahkan?
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
“Dari mana pun engkau keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.”
(QS Al-Baqarah:149)
Masjidil Haram adalah tempat suci yang di dalamnya berdiri
Kaaba
di kota
Mecca.
Ini adalah rumah ibadah pertama yang dibangun oleh Nabi
Abraham
bersama putranya
Ismail.
3. Mengapa Perintah Ini Diulang?
Saudara-saudaraku…
dalam Al-Qur’an jarang sebuah perintah diulang dalam jarak ayat yang sangat dekat.
Namun perintah menghadap Ka’bah diulang beberapa kali.
Mengapa?
Karena peristiwa ini menjadi ujian besar bagi umat.
Perubahan kiblat bukan hanya soal arah salat.
Ini adalah ujian:
Apakah umat ini akan taat kepada Allah
atau mengikuti tekanan manusia.
4. Reaksi Kaum Musyrik dan Ahli Kitab
Ketika kiblat dipindahkan dari
Al-Aqsa Mosque
di
Jerusalem
ke Ka’bah…
muncullah berbagai kritik.
Sebagian kaum Yahudi berkata:
“Mengapa mereka meninggalkan kiblat para nabi?”
Sebagian kaum musyrik berkata:
“Mengapa mereka kembali ke Ka’bah padahal dulu mereka meninggalkannya?”
Masing-masing mencoba menyerang Islam dari arah yang berbeda.
5. Jawaban Al-Qur’an
Allah menegaskan dalam ayat ini:
وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ
“Sesungguhnya itu benar-benar dari Tuhanmu.”
Artinya ukuran kebenaran bukanlah pendapat manusia.
Ukuran kebenaran adalah wahyu dari Allah.
6. Tujuan Penetapan Kiblat
Kemudian Allah menjelaskan salah satu hikmah besar dari perintah ini.
Agar manusia tidak memiliki alasan untuk menyerang umat Islam.
Dan agar umat Islam tidak takut kepada manusia.
Allah berfirman:
فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي
“Janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku.”
Ini pelajaran besar dalam kehidupan seorang mukmin.
Takut kepada manusia membuat kita ragu.
Tetapi takut kepada Allah membuat kita teguh dalam kebenaran.
Humor
Kadang manusia sangat takut kepada komentar orang lain.
Kalau orang lain berkata sesuatu tentang dirinya…
dia langsung gelisah.
Tetapi ketika Allah memerintahkan sesuatu…
dia berkata:
“Nanti dulu, saya pikirkan.”
Jamaah biasanya tersenyum ketika mendengar sindiran ini.
Padahal yang seharusnya paling kita takutkan adalah penilaian Allah.
7. Penyempurnaan Nikmat Allah
Di akhir ayat ini Allah menyebut tujuan yang sangat indah.
وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ
“Agar Aku menyempurnakan nikmat-Ku atas kalian.”
Perubahan kiblat adalah bagian dari penyempurnaan syariat Islam.
Syariat yang lengkap.
Syariat yang mengatur kehidupan manusia.
Syariat yang membimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat.
8. Renungan Besar
Saudara-saudaraku…
perintah Allah kadang tidak selalu mudah dijalankan.
Kadang manusia mengkritik.
Kadang manusia mengejek.
Kadang manusia mencoba menekan.
Namun orang yang beriman selalu berkata:
“Kami mendengar dan kami taat.”
Karena ketaatan kepada Allah lebih penting daripada penilaian manusia.
9. Penutup
Perubahan kiblat mengajarkan kita satu hal yang sangat penting.
Kebenaran tidak selalu populer.
Namun orang yang beriman tetap teguh di atas kebenaran.
Karena pada akhirnya…
yang kita cari bukan pujian manusia.
Yang kita cari adalah ridha Allah.
Doa
اللهم ارزقنا طاعتك في السر والعلن
Ya Allah karuniakan kepada kami ketaatan kepada-Mu dalam keadaan tersembunyi maupun terbuka.
اللهم لا تجعلنا ممن يخاف الناس أكثر منك
Ya Allah jangan jadikan kami termasuk orang yang lebih takut kepada manusia daripada kepada-Mu.
اللهم ثبت قلوبنا على دينك
Ya Allah teguhkan hati kami di atas agama-Mu.
اللهم اجعلنا من عبادك المخلصين
Ya Allah jadikan kami hamba-hamba-Mu yang ikhlas.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment