Ketika Manusia Menukar Nikmat Langit dengan Keinginan Dunia


“Ketika Manusia Menukar Nikmat Langit dengan Keinginan Dunia”

Tadabbur QS Al-Baqarah 61


1. Pembukaan 

الحمد لله رب العالمين
الحمد لله الذي أنزل القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين

Amma ba’du…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Pada malam ini kita akan merenungkan satu ayat yang sangat dalam maknanya.

Ayat yang menggambarkan sifat manusia yang tidak pernah puas.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى لَنْ نَّصْبِرَ عَلٰى طَعَامٍ وَّاحِدٍ

“Ketika kalian berkata: Wahai Musa, kami tidak tahan dengan satu jenis makanan saja.”
(QS Al-Baqarah:61)


2. Visualisasi Dramatis Padang Sinai

Saudara-saudaraku…

Mari kita bayangkan sebuah pemandangan.

Padang Sinai.

Hamparan gurun yang luas.

Pasir berwarna emas.

Angin gurun berhembus kencang.

Matahari menyengat.

Di tengah gurun itu berjalan ratusan ribu manusia.

Mereka adalah Bani Israil.

Baru saja diselamatkan Allah dari tirani Fir’aun.

Allah membelah laut untuk mereka.

Allah menenggelamkan Fir’aun di depan mata mereka.

Allah menaungi mereka dengan awan.

Allah memberi makanan dari langit.

Allah berfirman:

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى

“Kami menaungi kalian dengan awan dan menurunkan kepada kalian manna dan salwa.”
(QS Al-Baqarah:57)

Bayangkan…

Makanan turun dari langit setiap hari.

Tidak perlu menanam.

Tidak perlu berdagang.

Tidak perlu memasak.

Ini seperti rezeki langsung dari langit.


3.Keluhan Bani Israil

Tetapi suatu hari…

Di tengah gurun itu terdengar suara keluhan.

Satu orang mulai mengeluh.

Kemudian dua orang.

Kemudian puluhan.

Kemudian ratusan.

Lalu mereka datang kepada Nabi Musa.

Dengan nada protes.

Mereka berkata:

يَا مُوسَى لَنْ نَّصْبِرَ عَلَى طَعَامٍ وَاحِدٍ

“Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya satu makanan!”

Subhanallah.

Padahal itu makanan dari langit.


4. Reaksi Nabi Musa

Nabi Musa terdiam.

Beliau memandang kaumnya dengan kecewa.

Kemudian beliau berkata:

أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ

“Apakah kalian menukar yang lebih rendah dengan yang lebih baik?”

(QS Al-Baqarah:61)

Para ulama tafsir menjelaskan:

manna dan salwa adalah makanan istimewa dari langit

tetapi mereka meminta:

mentimun
bawang
kacang adas
sayuran biasa.

Imam Ibnu Katsir berkata:

“Ini menunjukkan betapa lemahnya jiwa mereka terhadap nikmat Allah.”
(Tafsir Ibn Katsir)


5. Analogi Kehidupan Modern 

Saudara-saudaraku…

Ayat ini bukan sekadar cerita sejarah.

Ini cermin kehidupan manusia modern.

Hari ini manusia juga melakukan hal yang sama.

Allah memberi manusia:

iman
Al-Qur’an
shalat
hidayah

Tetapi manusia menukar semuanya dengan:

hiburan
syahwat
popularitas
dunia.

Allah berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

“Kalian lebih memilih kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan kekal.”
(QS Al-A’la:16-17)


6. Kisah Realita Manusia

Hari ini kita melihat manusia yang:

punya rumah besar
punya mobil mewah
punya rekening penuh

tetapi hatinya kosong.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ
وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan bukanlah banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.”
(HR Bukhari Muslim)


7. Nikmat yang Dilupakan

Coba kita renungkan.

Berapa harga mata kita?

Jika seseorang menawarkan:

10 milyar rupiah
untuk membeli mata kita.

Apakah kita mau menjualnya?

Tidak.

Tetapi mata yang tak ternilai itu sering kita pakai melihat yang haram.

Berapa harga jantung kita?

Berapa harga nafas kita?

Allah berfirman:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu menghitungnya.”
(QS Ibrahim:34)


8. Bagian Hening 

Ma’asyiral muslimin…

Bayangkan sejenak.

Jika malam ini Allah mengambil satu nikmat saja dari kita.

Penglihatan.

Pendengaran.

Kesehatan.

Apa yang tersisa?


9. Peringatan Keras Al-Qur’an

Allah berfirman tentang akibat kufur nikmat:

وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ

“Mereka ditimpa kehinaan dan kemiskinan.”

(QS Al-Baqarah:61)

Imam Al-Qurthubi berkata:

“Setiap umat yang meninggalkan perintah Allah akan ditimpa kehinaan.”
(Tafsir Al-Qurthubi)


10. Puncak Ceramah 

Saudara-saudaraku…

Suatu hari kita akan meninggalkan dunia ini.

Suatu hari kita akan dibungkus kain kafan.

Suatu hari kita akan dimasukkan ke dalam liang kubur.

Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.”
(QS Ali Imran:185)

Saat itu…

tidak ada jabatan
tidak ada harta
tidak ada popularitas.

Yang ada hanya:

amal
dan dosa.


11. Ajakan Taubat

Karena itu malam ini…

Mari kita kembali kepada Allah.

Allah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ

“Katakan: Wahai hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya, jangan putus asa dari rahmat Allah.”
(QS Az-Zumar:53)


12. Doa 

اللهم يا الله
يا أرحم الراحمين

Ya Allah…

kami datang kepada-Mu dengan hati yang penuh dosa.

Ya Allah…

betapa banyak nikmat yang Engkau berikan kepada kami
tetapi betapa sedikit syukur kami kepada-Mu.

Ya Allah…

Engkau memberi kami mata
tetapi sering kami gunakan melihat yang Engkau haramkan.

Engkau memberi kami telinga
tetapi sering kami gunakan mendengar yang Engkau benci.

Ya Allah…

jika Engkau membuka dosa kami malam ini
mungkin kami tidak sanggup berdiri di hadapan manusia.

Tetapi Engkau Maha Penyayang.


Ya Allah…

ampuni dosa kami
ampuni dosa kedua orang tua kami
ampuni dosa keluarga kami
ampuni dosa seluruh kaum muslimin.


Ya Allah…

jangan Engkau cabut iman dari hati kami.

Ya Allah…

jangan Engkau matikan kami kecuali dalam keadaan husnul khatimah.


Ya Allah…

jika hidup kami masih panjang
jadikan hidup kami penuh ketaatan.

Jika ajal kami sudah dekat
matikan kami dalam keadaan bersujud kepada-Mu.


Ya Allah…

kumpulkan kami di surga bersama Nabi Muhammad ﷺ.

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا
وهب لنا من لدنك رحمة

إنك أنت الوهاب

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.



Tidak ada komentar