Ketika Para Pemimpin Berlepas Diri di Hari Kiamat
Ketika Para Pemimpin Berlepas Diri di Hari Kiamat
Tafsir QS Al-Baqarah 166–167
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa sebagian manusia mencintai selain Allah seperti mencintai Allah.
Mereka mengikuti tokoh-tokoh tertentu.
Mengikuti pemimpin tertentu.
Mengikuti tokoh agama atau tokoh dunia tanpa berpikir.
Namun Al-Qur’an kemudian membawa kita kepada sebuah pemandangan yang sangat menakutkan di Hari Kiamat.
Hari ketika semua hubungan dunia akan hancur.
Hari ketika orang yang diikuti berlepas diri dari para pengikutnya.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا
“Ketika orang-orang yang diikuti berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti mereka…”
وَرَأَوُا الْعَذَابَ
“Dan mereka melihat azab…”
وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ
“Dan terputuslah semua hubungan di antara mereka.”
(QS Al-Baqarah:166)
Bayangkan pemandangan ini.
Pemimpin yang dulu dipuja.
Tokoh yang dulu diikuti.
Kini berkata:
“Aku tidak ada hubungan dengan mereka.”
3. Adegan Dramatis di Hari Kiamat
Pada hari itu manusia datang kepada para pemimpin yang dulu mereka ikuti.
Pemimpin politik.
Pemimpin agama yang menyesatkan.
Tokoh yang mereka idolakan.
Namun para pemimpin itu berkata:
“Kami tidak bertanggung jawab atas kalian.”
Semua hubungan dunia putus seketika.
Tidak ada lagi loyalitas.
Tidak ada lagi pengikut.
Yang ada hanya ketakutan menghadapi azab Allah.
4. Penyesalan Para Pengikut
Kemudian Al-Qur’an menggambarkan penyesalan yang sangat dalam.
Allah berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا
“Dan orang-orang yang mengikuti berkata…”
لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً
“Andai saja kami bisa kembali ke dunia…”
فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا
“niscaya kami akan berlepas diri dari mereka sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.”
(QS Al-Baqarah:167)
Penyesalan itu sangat besar.
Namun semuanya sudah terlambat.
5. Dialog Penyesalan
Bayangkan dialog yang terjadi pada hari itu.
Para pengikut berkata:
“Kalian yang menyesatkan kami!”
Para pemimpin menjawab:
“Kami tidak memaksa kalian.”
Para pengikut berkata:
“Kami percaya kepada kalian!”
Para pemimpin berkata:
“Itu pilihan kalian sendiri.”
Dan di tengah perdebatan itu…
azab Allah semakin dekat.
6. Pelajaran Besar: Jangan Mengikuti Tanpa Ilmu
Saudara-saudaraku…
ayat ini mengajarkan satu pelajaran besar.
Dalam agama, manusia tidak boleh mengikuti orang lain secara buta.
Kita boleh menghormati ulama.
Kita boleh mendengar pemimpin.
Namun kita tetap harus menggunakan akal dan ilmu.
Karena pada hari kiamat nanti…
tidak ada seorang pun yang mau memikul dosa orang lain.
Humor
Kadang manusia sangat fanatik kepada tokoh dunia.
Jika tokohnya salah…
ia tetap membelanya.
Jika tokohnya keliru…
ia tetap mengikuti.
Padahal pada Hari Kiamat nanti…
tokoh itu sendiri mungkin berkata:
“Saya tidak kenal kamu.”
7. Bahaya Fanatisme Buta
Fanatisme buta adalah salah satu penyakit besar dalam sejarah manusia.
Banyak orang mengikuti kesesatan bukan karena tidak tahu.
Tetapi karena terlalu percaya kepada manusia.
Padahal manusia bisa salah.
Manusia bisa keliru.
Yang tidak pernah salah hanyalah wahyu dari Allah.
8. Renungan
Saudara-saudaraku…
hari ini kita masih hidup.
Kita masih punya kesempatan memilih jalan yang benar.
Kita masih punya kesempatan mempelajari agama dengan benar.
Namun suatu hari nanti…
semua pilihan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Pada hari itu tidak ada lagi alasan.
Tidak ada lagi kesempatan kembali.
9. Penutup
Bayangkan hari ketika manusia berkata:
“Andai saja aku tidak mengikuti mereka.”
“Andai saja aku mencari kebenaran sendiri.”
Namun semua penyesalan itu tidak lagi berguna.
Karena kehidupan dunia telah berakhir.
Maka sebelum hari itu datang…
pilihlah jalan yang benar.
Ikuti kebenaran…
bukan sekadar mengikuti manusia.
Doa
اللهم أرنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه
Ya Allah tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berikan kami kemampuan untuk mengikutinya.
اللهم أرنا الباطل باطلاً وارزقنا اجتنابه
Ya Allah tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berikan kami kemampuan untuk menjauhinya.
اللهم لا تجعلنا من أتباع الضلال
Ya Allah jangan jadikan kami termasuk pengikut kesesatan.
اللهم ثبتنا على الحق حتى نلقاك
Ya Allah teguhkan kami di atas kebenaran hingga kami bertemu dengan-Mu.
آمين يا رب العالمين 🤲
Post a Comment