Ketika Perintah Allah Dipersulit oleh Manusia


“Ketika Perintah Allah Dipersulit oleh Manusia”


1. Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Di dalam Al-Qur’an ada banyak kisah.

Bukan sekadar cerita masa lalu.

Tetapi cermin untuk melihat diri kita sendiri.

Salah satu kisah yang sangat penting adalah kisah sapi Bani Israil dalam Surah Al-Baqarah ayat 67–71.

Kisah ini mengajarkan satu pelajaran besar:

ketika manusia memperumit perintah Allah, hidupnya juga akan dipersulit.


2. Ayat yang Dibahas

Allah berfirman:

قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا ذَلُوْلٌ تُثِيْرُ الْاَرْضَ وَلَا تَسْقِى الْحَرْثَۚ مُسَلَّمَةٌ لَّا شِيَةَ فِيْهَا ۗ قَالُوا الْـٰٔنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوْهَا وَمَا كَادُوْا يَفْعَلُوْنَ

“Musa berkata: Allah berfirman bahwa sapi itu adalah sapi yang tidak pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, sehat dan tidak bercacat. Mereka berkata: Sekarang barulah engkau menerangkan yang sebenarnya. Lalu mereka menyembelihnya, dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.”
(QS Al-Baqarah: 71)


3. Tafsir Ayat

Ayat ini menjelaskan ciri terakhir sapi tersebut:

1️⃣ tidak pernah dipakai bekerja
2️⃣ sehat tanpa cacat
3️⃣ tidak memiliki belang

Setelah semua ciri dijelaskan, barulah mereka berkata:

“Sekarang engkau membawa kebenaran.”

Padahal sebelumnya juga sudah benar.

Ini menunjukkan sifat keras kepala mereka.


4. Hadis Tentang Kisah Ini

Dalam riwayat disebutkan:

لَوْ أَنَّهُمْ اعْتَرَضُوا أَدْنَى بَقَرَةٍ فَذَبَحُوهَا لَكَفَتْهُمْ وَلَكِنَّهُمْ شَدَّدُوا فَشَدَّدَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ

“Seandainya mereka menyembelih sapi apa saja sejak awal, itu sudah cukup bagi mereka. Tetapi mereka mempersulit diri, maka Allah pun mempersulit mereka.”

(HR Ibnu Jarir Ath-Thabari dari Ibnu Abbas)


5. Tafsir Ibnu Katsir

Dalam kitab

تفسير القرآن العظيم

Ibnu Katsir berkata:

وما كادوا يفعلون أي مع هذه الأسئلة الكثيرة

“Mereka hampir saja tidak melakukannya karena banyaknya pertanyaan yang mereka buat sendiri.”


6. Tafsir Imam Al-Qurthubi

Dalam kitab

الجامع لأحكام القرآن

Imam Qurthubi menjelaskan:

فيه دليل على أن التشديد في الدين سبب للتشديد

“Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa mempersulit agama akan mendatangkan kesulitan.”


7. Perintah Allah Sebenarnya Mudah

Allah berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan bagi kalian.”

(QS Al-Baqarah: 185)


8. Hadis Tentang Kemudahan Agama

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ

“Sesungguhnya agama ini mudah.”

(HR Bukhari)

Dan Nabi juga bersabda:

هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ

“Celakalah orang-orang yang berlebihan dalam agama.”

(HR Muslim)


9. Hikmah Besar Dari Kisah Ini

1. Jangan suka memperumit agama

Agama Islam sangat sederhana.

Yang wajib jelas.

Yang haram jelas.

Yang sunnah jelas.

Tetapi kadang manusia sendiri yang membuatnya rumit.


2. Jangan menunda ketaatan

Allah berfirman:

سَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ

“Bersegeralah menuju ampunan Tuhan kalian.”

(QS Ali Imran: 133)


3. Bahaya keras kepala

Allah menggambarkan Bani Israil:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ

“Kemudian hati kalian menjadi keras.”

(QS Al-Baqarah: 74)


10. Humor Ceramah (biar jamaah segar)

Kadang kita seperti Bani Israil.

Allah bilang:

“Shalat lima waktu.”

Yang kita tanya bukan:

“Bagaimana supaya khusyuk?”

Tapi:

“Kalau shalat pakai sarung bergambar kartun Doraemon boleh gak ustadz?”

😆

Allah bilang:

“Jangan ghibah.”

Yang ditanya:

“Kalau cuma cerita fakta gimana ustadz?”

😂

Allah bilang:

“Sedekah.”

Yang ditanya:

“Kalau sedekah pakai uang koin yang paling kecil boleh gak?”

😆

Kadang kita sibuk membahas hal kecil
tapi lupa hal besar.


11. Kisah Lanjutan (yang jarang diceritakan)

Para ulama seperti dalam Tafsir Al-Baghawi dan Tafsir Ath-Thabari menyebutkan:

Sapi itu akhirnya ditemukan pada seorang pemuda saleh.

Pemuda itu sangat berbakti kepada ibunya.

Ia tidak mau menjual sapi itu kecuali dengan harga sangat mahal.

Akhirnya Bani Israil membeli sapi itu dengan harga hampir seberat emasnya.

Ini pelajaran:

keras kepala membuat masalah menjadi mahal.


12. Renungan Penutup

Jamaah…

Masalah Bani Israil bukan karena mereka tidak tahu.

Masalah mereka adalah:

hati yang keras.

Ilmu tanpa amal
seperti pohon tanpa buah.

Indah dilihat
tapi tidak memberi manfaat.


13. Doa Penutup

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك

Ya Allah yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami di atas agama-Mu.

اللهم اجعلنا من الذين يقولون سمعنا وأطعنا

Ya Allah jadikan kami orang yang berkata:
kami dengar dan kami taat.

اللهم لا تجعل قلوبنا كقلوب بني إسرائيل

Ya Allah jangan jadikan hati kami seperti hati Bani Israil yang keras.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar