Millah Ibrahim: Agama Tauhid yang Lurus
Millah Ibrahim: Agama Tauhid yang Lurus
Tafsir QS Al-Baqarah 135–137
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Sejak dahulu manusia sering terpecah karena satu hal:
fanatisme golongan.
Ada yang berkata:
“Kelompok kamilah yang paling benar.”
Ada yang berkata:
“Hanya kelompok kami yang akan selamat.”
Padahal Al-Qur’an datang untuk mengajarkan sesuatu yang jauh lebih dalam.
Bahwa kebenaran tidak diukur dari kelompok, tetapi dari ketaatan kepada Allah.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى تَهْتَدُوا
“Mereka berkata: Jadilah kalian Yahudi atau Nasrani, maka kalian akan mendapat petunjuk.”
(QS Al-Baqarah:135)
Ini adalah klaim besar yang terjadi pada masa Nabi
Muhammad.
Sebagian orang berkata:
“Petunjuk hanya ada pada agama kami.”
Namun Allah langsung membantah klaim itu.
3. Jawaban Al-Qur’an
Allah memerintahkan Nabi menjawab:
قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا
“Katakanlah: Tidak! Yang benar adalah agama Ibrahim yang lurus.”
Ibrahim adalah nabi yang dihormati oleh semua agama samawi.
Beliau adalah
Abraham.
Namun Al-Qur’an menjelaskan sesuatu yang sangat penting.
Ibrahim bukan Yahudi.
Ibrahim bukan Nasrani.
Beliau adalah hanif.
Hanif artinya condong sepenuhnya kepada tauhid.
4. Siapa yang Mengikuti Nabi Ibrahim?
Pertanyaannya sekarang:
Siapa sebenarnya pengikut Nabi Ibrahim?
Bukan yang hanya mengaku.
Tetapi yang mengikuti ajaran tauhidnya.
Orang yang menyembah Allah saja.
Tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.
5. Pernyataan Iman yang Luar Biasa
Kemudian Allah mengajarkan sebuah deklarasi iman yang sangat kuat:
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ
“Katakanlah: Kami beriman kepada Allah.”
Lalu disebutkan iman kepada semua nabi:
- Ibrahim
- Ismail
- Ishaq
- Ya'kub
Dan seluruh nabi yang datang setelah mereka.
Kemudian Allah menyebut kalimat luar biasa:
لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ
“Kami tidak membeda-bedakan antara mereka.”
Ini menunjukkan bahwa Islam menghormati semua nabi.
6. Bantahan terhadap Klaim Keselamatan Golongan
Setelah itu Allah menyatakan:
فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا
“Jika mereka beriman seperti iman kalian, maka mereka mendapat petunjuk.”
(QS Al-Baqarah:137)
Artinya keselamatan bukan milik kelompok tertentu.
Keselamatan adalah milik orang yang beriman dengan benar.
Bukan sekadar mengaku.
7. Kritik terhadap Fanatisme Golongan
Saudara-saudaraku…
fanatisme golongan sering membuat manusia buta terhadap kebenaran.
Ada orang yang menolak kebenaran hanya karena tidak datang dari kelompoknya.
Padahal kebenaran tidak bergantung pada siapa yang mengucapkannya.
Kebenaran bergantung pada wahyu Allah.
Humor
Kadang manusia sangat aneh.
Jika orang dari kelompoknya berbicara…
meskipun salah, dia tetap membela.
Tetapi jika orang dari luar kelompoknya berbicara…
meskipun benar, dia tetap menolak.
Jamaah biasanya tersenyum ketika mendengar sindiran ini.
8. Renungan Besar tentang Agama yang Lurus
Agama yang lurus adalah agama yang menghubungkan manusia langsung kepada Allah.
Tanpa kesombongan.
Tanpa fanatisme buta.
Tanpa merasa diri paling suci.
Karena orang yang benar-benar beriman selalu merasa dirinya masih banyak kekurangan.
9. Penutup
Saudara-saudaraku…
kita semua ingin selamat di akhirat.
Tetapi keselamatan tidak datang dari nama kelompok.
Keselamatan datang dari iman yang tulus dan amal yang benar.
Karena itulah kita harus kembali kepada agama para nabi.
Agama tauhid.
Agama Nabi Ibrahim.
Agama yang lurus.
Doa
اللهم ثبت قلوبنا على التوحيد
Ya Allah teguhkan hati kami di atas tauhid.
اللهم اجعلنا من أتباع ملة إبراهيم
Ya Allah jadikan kami pengikut agama Nabi Ibrahim yang lurus.
اللهم جنبنا التعصب والكبر
Ya Allah jauhkan kami dari fanatisme dan kesombongan.
اللهم اهدنا إلى الصراط المستقيم
Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment