Wasiat Tauhid di Saat Terakhir Kehidupan


Wasiat Tauhid di Saat Terakhir Kehidupan

Tafsir QS Al-Baqarah 133–134


1. Pembukaan 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Setiap manusia pasti akan menghadapi satu saat yang tidak bisa dihindari.

Saat itu tidak bisa ditunda.

Tidak bisa dibeli.

Tidak bisa ditolak.

Saat itu adalah detik-detik terakhir sebelum kematian.

Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan satu pemandangan yang sangat menyentuh.

Seorang nabi besar sedang berada di saat-saat terakhir hidupnya.

Beliau adalah Nabi
Ya'kub.


2. Membaca Ayat

Allah berfirman:

Ø£َÙ…ْ ÙƒُÙ†ْتُÙ…ْ Ø´ُÙ‡َدَاءَ Ø¥ِذْ Ø­َضَرَ ÙŠَعْÙ‚ُوبَ الْÙ…َÙˆْتُ

“Apakah kalian hadir ketika kematian mendatangi Ya’qub?”

(QS Al-Baqarah:133)

Bayangkan suasana itu.

Seorang ayah yang sudah tua.

Seorang nabi yang telah menjalani hidup panjang penuh ujian.

Anak-anaknya berkumpul di sekelilingnya.

Suasana sangat hening.

Semua menunggu kata-kata terakhirnya.


3. Pertanyaan Terakhir Seorang Nabi

Di saat-saat terakhir itu…

Nabi Ya’qub bertanya kepada anak-anaknya:

Ù…َا تَعْبُدُونَ Ù…ِÙ†ْ بَعْدِÙŠ

“Apa yang akan kalian sembah setelah aku wafat?”

Perhatikan pertanyaan ini.

Beliau tidak bertanya:

“Bagaimana kalian akan membagi harta?”

Beliau tidak bertanya:

“Siapa yang akan memimpin keluarga?”

Yang beliau tanyakan adalah:

“Apa yang akan kalian sembah?”

Karena bagi seorang nabi…

yang paling penting dalam kehidupan adalah tauhid.


4. Jawaban Anak-Anaknya

Anak-anaknya menjawab dengan penuh keyakinan:

Ù†َعْبُدُ Ø¥ِÙ„ٰÙ‡َÙƒَ ÙˆَØ¥ِÙ„ٰÙ‡َ آبَائِÙƒَ

“Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu.”

Mereka menyebut nama para nabi:

  • Ibrahim
  • Ismail
  • dan Ishaq

Lalu mereka berkata:

Ø¥ِÙ„ٰÙ‡ًا Ùˆَاحِدًا

“Tuhan Yang Esa.”

Dan mereka berkata:

ÙˆَÙ†َØ­ْÙ†ُ Ù„َÙ‡ُ Ù…ُسْÙ„ِÙ…ُونَ

“Kami berserah diri kepada-Nya.”

Inilah pengakuan tauhid yang sangat indah.


5. Renungan tentang Warisan Tauhid

Saudara-saudaraku…

inilah keluarga para nabi.

Warisan yang mereka jaga bukan hanya darah keturunan.

Tetapi iman kepada Allah.

Karena dalam Islam…

kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh nasabnya.

Kemuliaan ditentukan oleh ketaqwaannya.


6. Ayat tentang Tanggung Jawab Amal

Kemudian Allah menegaskan dalam ayat berikutnya:

تِÙ„ْÙƒَ Ø£ُÙ…َّØ©ٌ Ù‚َدْ Ø®َÙ„َتْ

“Itu adalah umat yang telah berlalu.”

(QS Al-Baqarah:134)

Artinya para nabi itu sudah pergi.

Lalu Allah berfirman:

Ù„َÙ‡َا Ù…َا Ùƒَسَبَتْ ÙˆَÙ„َÙƒُÙ…ْ Ù…َا ÙƒَسَبْتُÙ…ْ

“Mereka mendapatkan apa yang mereka kerjakan, dan kalian mendapatkan apa yang kalian kerjakan.”

Ini pelajaran besar.

Di hari kiamat nanti…

kita tidak bisa berkata:

“Ayah saya orang saleh.”

“Kakek saya ulama.”

Karena setiap manusia bertanggung jawab atas amalnya sendiri.


7. Kisah Nasab Tidak Menyelamatkan Tanpa Iman

Sejarah para nabi juga menunjukkan bahwa nasab tidak selalu menyelamatkan.

Ada anak nabi yang tidak beriman.

Ada keluarga nabi yang menolak kebenaran.

Ini menunjukkan bahwa yang menyelamatkan manusia bukan keturunan.

Yang menyelamatkan manusia adalah iman dan amal saleh.


Humor 

Kadang manusia sangat bangga dengan keturunan.

Ketika berbicara tentang dirinya, dia berkata:

“Saya ini keturunan orang besar.”

Tetapi ketika ditanya amalnya sendiri…

dia hanya tersenyum.

Jamaah biasanya tertawa.

Padahal di akhirat nanti…

Allah tidak bertanya siapa nenek moyang kita.

Allah bertanya:

Apa yang telah kita lakukan.


8. Renungan Besar

Saudara-saudaraku…

hari ini kita hidup di dunia dengan banyak kesempatan.

Kesempatan untuk beramal.

Kesempatan untuk memperbaiki diri.

Karena suatu hari nanti kita akan berdiri di hadapan Allah sendirian.

Tidak ada yang bisa menggantikan amal kita.


9. Penutup 

Mari kita belajar dari Nabi Ya’qub.

Beliau mengakhiri hidupnya dengan memastikan bahwa keluarganya tetap berada di jalan tauhid.

Karena itulah warisan terbesar yang bisa ditinggalkan oleh seorang manusia.

Bukan harta.

Bukan kedudukan.

Tetapi iman kepada Allah.


Doa 

اللهم ثبتنا على التوحيد

Ya Allah teguhkan kami di atas tauhid.

اللهم ارزقنا حسن الخاتمة

Ya Allah karuniakan kepada kami akhir kehidupan yang baik.

اللهم اجعل أبناءنا من أهل الإيمان

Ya Allah jadikan anak-anak kami termasuk orang-orang yang beriman.

اللهم لا تقبض أرواحنا إلا ونحن مسلمون

Ya Allah jangan Engkau cabut nyawa kami kecuali dalam keadaan berserah diri kepada-Mu.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar