Nikmat Terbesar dan Janji Allah kepada Orang yang Berdzikir
Nikmat Terbesar dan Janji Allah kepada Orang yang Berdzikir
Tafsir QS Al-Baqarah 151–152
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Jika kita bertanya kepada manusia:
“Apa nikmat terbesar dalam hidup?”
Sebagian orang akan menjawab:
nikmat kesehatan.
Sebagian lagi berkata:
nikmat harta.
Sebagian berkata:
nikmat keluarga.
Semua itu benar.
Namun Al-Qur’an mengajarkan bahwa nikmat terbesar manusia bukanlah dunia.
Nikmat terbesar manusia adalah petunjuk dari Allah.
Dan puncak dari petunjuk itu adalah diutusnya seorang rasul.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ
“Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian sendiri.”
(QS Al-Baqarah:151)
Rasul itu adalah
Muhammad.
Beliau lahir di kota
Mecca
dan membawa cahaya wahyu bagi seluruh manusia.
3. Empat Misi Besar Nabi
Allah menjelaskan tugas besar Nabi dalam ayat ini.
1️⃣ Membacakan ayat-ayat Allah
يَتْلُوا عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا
Nabi membacakan wahyu kepada manusia.
Beliau memperkenalkan manusia kepada Al-Qur’an.
Kitab yang mengubah manusia dari kegelapan menuju cahaya.
2️⃣ Menyucikan jiwa manusia
وَيُزَكِّيكُمْ
Ini tugas yang sangat penting.
Nabi bukan hanya mengajarkan ilmu.
Beliau membersihkan hati manusia.
Membersihkan manusia dari:
kesombongan
kedengkian
kemunafikan
cinta dunia yang berlebihan.
3️⃣ Mengajarkan kitab
وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ
Nabi mengajarkan Al-Qur’an.
Mengajarkan hukum.
Mengajarkan akhlak.
Mengajarkan cara hidup yang benar.
4️⃣ Mengajarkan hikmah
وَالْحِكْمَةَ
Hikmah adalah kemampuan memahami agama secara mendalam.
Karena itu Nabi bukan hanya menyampaikan wahyu.
Beliau juga menjelaskan cara mengamalkannya dalam kehidupan.
4. Manusia Sebelum Nabi Datang
Allah menutup ayat ini dengan kalimat yang sangat dalam:
وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ
“Dan mengajarkan kepada kalian apa yang sebelumnya tidak kalian ketahui.”
Sebelum Nabi datang…
manusia hidup dalam kegelapan.
Mereka menyembah berhala.
Mereka menindas yang lemah.
Mereka membunuh bayi perempuan.
Namun setelah Nabi datang…
dunia berubah.
Manusia mengenal tauhid.
Manusia mengenal akhlak.
Manusia mengenal rahmat.
5. Perintah Besar: Mengingat Allah
Setelah menyebut nikmat besar itu, Allah memberikan perintah yang sangat agung.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
“Ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kalian.”
(QS Al-Baqarah:152)
Ini adalah janji yang sangat luar biasa.
Jika manusia mengingat Allah…
Allah mengingatnya.
6. Betapa Besarnya Janji Ini
Saudara-saudaraku…
bayangkan jika seorang raja mengingat kita.
Tentu kita merasa sangat bangga.
Tetapi ayat ini berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih besar.
Yang mengingat kita adalah Rabb semesta alam.
Pencipta langit.
Pencipta bumi.
Pencipta seluruh manusia.
Ketika kita menyebut nama-Nya…
Dia menyebut kita di hadapan para malaikat.
7. Dzikir yang Menghidupkan Hati
Dzikir bukan sekadar ucapan di lisan.
Dzikir adalah kehidupan hati.
Orang yang banyak berdzikir:
hatinya tenang
hatinya kuat
hatinya dekat dengan Allah.
Sebaliknya…
orang yang jauh dari dzikir sering merasa gelisah.
Walaupun hartanya banyak.
Walaupun hidupnya terlihat nyaman.
Karena hati manusia hanya tenang dengan mengingat Allah.
Humor
Kadang manusia sangat rajin mengingat banyak hal.
Ia hafal nomor telepon.
Ia hafal jadwal acara.
Ia hafal password media sosial.
Tetapi ketika diminta menghafal dzikir…
ia berkata:
“Wah susah sekali.”
Padahal dzikir hanya beberapa kata.
Namun pahalanya sangat besar.
8. Perintah Bersyukur
Allah menutup ayat ini dengan perintah:
وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian kufur.”
Syukur bukan hanya ucapan.
Syukur adalah menggunakan nikmat Allah untuk kebaikan.
Mata digunakan untuk melihat yang baik.
Lisan digunakan untuk berkata yang baik.
Harta digunakan untuk menolong manusia.
9. Penutup
Saudara-saudaraku…
Allah telah memberi kita nikmat yang sangat besar.
Nikmat iman.
Nikmat Al-Qur’an.
Nikmat diutusnya Nabi
Muhammad.
Karena itu jangan sampai hidup kita jauh dari dzikir.
Jangan sampai hati kita lupa kepada Allah.
Karena Allah telah berjanji:
“Ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kalian.”
Dan tidak ada kemuliaan yang lebih besar daripada diingat oleh Allah.
Doa
اللهم اجعل ألسنتنا رطبة بذكرك
Ya Allah jadikan lisan kami selalu basah dengan dzikir kepada-Mu.
اللهم لا تجعلنا من الغافلين
Ya Allah jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai.
اللهم ارزقنا حبك وحب نبيك
Ya Allah karuniakan kepada kami cinta kepada-Mu dan cinta kepada Nabi-Mu.
اللهم اجعل القرآن نور قلوبنا
Ya Allah jadikan Al-Qur’an cahaya bagi hati kami.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment