Perjanjian dengan Allah yang Banyak Dilupakan Manusia
“Perjanjian dengan Allah yang Banyak Dilupakan Manusia”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Pada malam hari ini kita merenungi satu ayat yang sangat besar dalam Al-Qur’an.
Ayat yang berisi perjanjian antara manusia dengan Allah.
Allah berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا ...
“Dan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil: janganlah kalian menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua...”
(QS Al-Baqarah: 83)
Ayat ini adalah peta kehidupan manusia.
Jika manusia menjalankan ayat ini…
masyarakat akan damai.
Jika manusia meninggalkannya…
maka akan muncul kerusakan.
Bagian 1
Tauhid: Perjanjian Pertama dengan Allah
Allah memulai ayat ini dengan:
لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ
“Janganlah kalian menyembah selain Allah.”
Ini inti agama.
Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS Adz-Dzariyat: 56)
Renungan Tauhid
Manusia sering berkata:
“Allah penting.”
Tetapi dalam hidupnya…
yang paling penting adalah:
- uang
- jabatan
- popularitas.
Padahal tauhid berarti:
Allah nomor satu dalam hidup.
Humor Mimbar
Kadang manusia aneh.
Kalau baterai HP tinggal 3%…
langsung panik.
Cari charger ke mana-mana.
Tapi kalau iman tinggal 3%…
tenang saja.
Masih sempat scroll media sosial.
Bagian 2
Perintah Kedua: Berbakti kepada Orang Tua
Allah langsung menyebut:
وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا
“Berbuat baik kepada kedua orang tua.”
Mengapa setelah tauhid langsung orang tua?
Karena setelah Allah…
yang paling berjasa dalam hidup kita adalah orang tua.
Allah berfirman:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Tuhanmu memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan berbuat baik kepada orang tua.”
(QS Al-Isra: 23)
Kisah Ulama Salaf yang Menggetarkan
Ada seorang ulama besar bernama Ali bin Husain Zainal Abidin.
Beliau sangat terkenal dalam ibadah.
Tetapi yang paling menakjubkan adalah bakti kepada ibunya.
Beliau tidak pernah makan satu piring bersama ibunya.
Ketika ditanya mengapa.
Beliau berkata:
“Aku takut tanganku mengambil makanan yang diinginkan ibuku.”
Jamaah…
bayangkan.
Beliau takut mengambil makanan yang diinginkan ibunya.
Padahal kita kadang…
makanan di rumah habis duluan sebelum orang tua makan.
Kisah Ulama Lain yang Mengharukan
Dikisahkan seorang ulama besar Imam Abu Hanifah.
Setiap malam beliau sering bangun untuk shalat malam.
Tetapi ketika ibunya meminta sesuatu…
beliau langsung meninggalkan majelis ilmu.
Seseorang bertanya:
“Wahai Imam, mengapa engkau meninggalkan pelajaran demi ibumu?”
Beliau menjawab:
“Surga lebih dekat melalui ibuku daripada melalui majelis ini.”
Bagian 3
Kritik Sosial Anak Zaman Sekarang
Mari kita jujur.
Anak zaman sekarang kadang berkata:
“Orang tua tidak ngerti zaman.”
Padahal…
ketika kita bayi…
kita juga tidak ngerti apa-apa.
Tidak bisa makan.
Tidak bisa berjalan.
Tidak bisa bicara.
Siapa yang sabar mengurus?
Orang tua.
Humor
Ada anak yang berkata:
“Orang tua saya kolot.”
Padahal yang disebut kolot itu yang dulu begadang menjaga dia waktu bayi.
Yang disebut kuno itu yang dulu menggendong dia tengah malam.
Kisah Anak Durhaka yang Menyesal
Ada seorang pemuda yang sibuk bekerja.
Ibunya sering menelepon.
Tetapi ia sering berkata:
“Nanti saja, saya sibuk.”
Ibunya menelpon lagi.
Ia berkata:
“Nanti saja.”
Suatu hari telepon datang lagi.
Ia kesal.
Ia tidak mengangkat.
Beberapa jam kemudian datang kabar:
Ibunya meninggal dunia.
Pemuda itu datang ke rumah sakit.
Ia melihat ibunya sudah terbujur kaku.
Dan ia berkata sambil menangis:
“Ibu… sekarang aku punya waktu… kenapa ibu tidak menelepon lagi…”
Bagian 4
Hak Anak Yatim
Allah berfirman:
وَالْيَتٰمٰى
“Dan anak-anak yatim.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini.”
(HR Bukhari)
Beliau menunjukkan dua jari.
Dekat sekali.
Bagian 5
Berkata Baik kepada Manusia
Allah berfirman:
وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا
“Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam.”
(HR Bukhari Muslim)
Humor
Sekarang orang bisa sangat sopan di media sosial.
Tulisannya indah.
Tetapi di rumah…
ketika ibunya memanggil…
jawabannya cuma:
“Iya…”
Tanpa menoleh.
Bagian 6
Salat dan Zakat
Allah berfirman:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ
“Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.”
Salat memperbaiki hubungan dengan Allah.
Zakat memperbaiki hubungan dengan manusia.
Jika dua ini benar…
masyarakat akan damai.
Penutup
Ayat ini diakhiri dengan kalimat tragis.
ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ
“Kemudian kalian berpaling.”
Inilah tragedi manusia.
Tahu kebenaran.
Tetapi tidak melaksanakan.
Renungan
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Jika malam ini kita masih memiliki orang tua…
peluk mereka.
cium tangan mereka.
minta maaf kepada mereka.
Karena suatu hari nanti…
ketika mereka sudah pergi…
kita akan merindukan suara mereka.
Dan saat itu…
penyesalan sudah tidak berguna.
Doa
اللهم اغفر لنا ولوالدينا
Ya Allah ampuni kami dan kedua orang tua kami.
اللهم ارحمهم كما ربونا صغارا
Ya Allah sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami waktu kecil.
اللهم اجعلنا من البارين بوالدينا
Ya Allah jadikan kami anak yang berbakti kepada orang tua.
اللهم لا تجعلنا من العاقين
Ya Allah jangan jadikan kami anak yang durhaka.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment