Ketika Manusia Membaca Kitab Allah Tetapi Melanggarnya
“Ketika Manusia Membaca Kitab Allah Tetapi Melanggarnya”
1. Pembacaan Ayat
Allah berfirman:
Ayat 84
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ لَا تَسْفِكُوْنَ دِمَآءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُوْنَ اَنْفُسَكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ اَقْرَرْتُمْ وَاَنْتُمْ تَشْهَدُوْنَ
“Dan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari kalian: janganlah kalian menumpahkan darah sesama kalian dan janganlah kalian mengusir sesama kalian dari kampung halaman kalian. Kemudian kalian mengakui perjanjian itu, sedangkan kalian menjadi saksi.”
(QS Al-Baqarah: 84)
Ayat 85
ثُمَّ اَنْتُمْ هٰٓؤُلَاۤءِ تَقْتُلُوْنَ اَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُوْنَ فَرِيْقًا مِّنْكُمْ مِّنْ دِيَارِهِمْ تَظٰهَرُوْنَ عَلَيْهِمْ بِالْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Kemudian kalianlah yang saling membunuh sesama kalian dan mengusir sebagian kalian dari kampung mereka, kalian saling membantu dalam dosa dan permusuhan…”
(QS Al-Baqarah: 85)
Ayat 86
اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ
“Mereka itulah orang yang menukar kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia.”
(QS Al-Baqarah: 86)
2. Kisah Sejarah yang Tragis
Para ulama tafsir seperti Imam Ath-Thabari dalam Jami’ Al-Bayan menjelaskan:
Bani Israil di Madinah terbagi menjadi dua kelompok:
- Bani Quraizhah
- Bani Nadhir
Mereka hidup berdampingan dengan suku Arab.
Ketika terjadi peperangan antar suku Arab:
orang Yahudi ikut berperang.
Akibatnya…
mereka membunuh sesama Yahudi sendiri.
Padahal dalam Taurat mereka sudah dilarang:
- membunuh sesama
- mengusir sesama dari negeri mereka.
3. Kemunafikan yang Mengherankan
Yang lebih aneh lagi…
setelah perang selesai…
ketika ada tawanan dari kalangan mereka sendiri…
mereka menebus tawanan itu.
Padahal mereka sendiri yang menyebabkan tawanan itu!
Inilah yang dikecam oleh Allah.
Allah berfirman:
اَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍ
“Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagian yang lain?”
(QS Al-Baqarah: 85)
Tafsir Ibnu Katsir
Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim beliau berkata:
هذا من أعظم التناقض
“Ini adalah kontradiksi yang sangat besar.”
4. Pesan Keras Ayat Ini
Ayat ini mengajarkan bahwa:
tidak boleh memilih agama sesuai selera.
Agama bukan prasmanan.
Bukan seperti restoran:
yang ini saya ambil.
yang ini tidak.
Humor
Kadang manusia seperti ini.
Kalau ayat tentang rezeki dibaca…
langsung semangat.
Kalau ayat tentang sedekah dibaca…
langsung batuk.
Kalau ayat tentang surga dibaca…
senyum lebar.
Kalau ayat tentang neraka dibaca…
langsung lihat jam.
Jamaah biasanya tertawa karena merasa tersindir.
5. Larangan Menumpahkan Darah
Allah berfirman:
لَا تَسْفِكُوْا دِمَآءَكُمْ
“Jangan menumpahkan darah sesama kalian.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ
“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang mukmin.”
(HR Tirmidzi)
Komentar Ulama
Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim berkata:
“Ini menunjukkan betapa besar dosa membunuh manusia.”
6. Mengusir Sesama dari Kampungnya
Allah berfirman:
وَلَا تُخْرِجُوْنَ اَنْفُسَكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ
“Jangan mengusir sesama kalian dari kampung mereka.”
Para ulama menjelaskan:
Mengusir manusia dari tempat tinggalnya adalah kezaliman besar.
Karena manusia memiliki hak:
- hidup
- tinggal
- merasa aman.
7. Penyakit yang Sama di Zaman Sekarang
Jamaah yang dimuliakan Allah…
penyakit ini bukan hanya terjadi pada Bani Israil.
Kadang umat Islam juga melakukan hal yang sama.
Membaca Al-Qur’an…
tetapi tidak menjalankan isinya.
Contohnya:
- rajin membaca Al-Qur’an tetapi masih menipu
- rajin shalat tetapi masih memfitnah
- rajin berdzikir tetapi masih menyakiti orang lain.
Humor
Ada orang yang hafal banyak doa.
Tetapi kalau parkir mobil…
masih menyerobot tempat orang lain.
Ada orang yang rajin ikut pengajian.
Tetapi kalau antre…
langsung jadi ninja.
Tiba-tiba muncul di depan.
Jamaah biasanya tertawa keras di bagian ini.
8. Menukar Akhirat dengan Dunia
Allah berfirman:
اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ
“Mereka menukar akhirat dengan dunia.”
Tafsir Al-Qurthubi
Dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an:
“Artinya mereka menjual keselamatan akhirat demi keuntungan dunia yang sedikit.”
Renungan
Berapa banyak manusia hari ini:
- meninggalkan shalat demi pekerjaan
- meninggalkan kejujuran demi uang
- meninggalkan kebenaran demi popularitas.
Penutup
Jamaah…
Allah tidak menceritakan kisah Bani Israil untuk sekadar sejarah.
Tetapi sebagai cermin bagi kita.
Jika kita membaca Al-Qur’an…
tetapi tidak menjalankan perintahnya…
maka kita mengulangi kesalahan mereka.
Pesan Terakhir
Jadilah muslim yang utuh.
Bukan muslim yang memilih agama sesuai selera.
Karena Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
“Wahai orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan.”
(QS Al-Baqarah: 208)
Doa
اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا
Ya Allah jadikan Al-Qur’an penyejuk hati kami.
اللهم ارزقنا العمل به
Ya Allah karuniakan kami kemampuan mengamalkan Al-Qur’an.
اللهم لا تجعلنا ممن يقرؤون القرآن ولا يعملون به
Ya Allah jangan jadikan kami orang yang membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment