Wasiat Iman Para Nabi kepada Keluarga


Wasiat Iman Para Nabi kepada Keluarga

Tafsir QS Al-Baqarah 130–132


1. Pembukaan yang Menggugah

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Setiap manusia pasti meninggalkan sesuatu ketika ia wafat.

Ada yang meninggalkan harta.

Ada yang meninggalkan rumah.

Ada yang meninggalkan kedudukan.

Namun para nabi meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga.

Mereka meninggalkan warisan iman.

Dan ayat yang kita renungkan hari ini menceritakan bagaimana para nabi menjaga warisan itu untuk anak-anak mereka.


2. Membaca Ayat

Allah berfirman:

وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ

“Tidak ada yang membenci agama Ibrahim kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri.”

(QS Al-Baqarah:130)

Agama Nabi
Abraham
adalah agama tauhid.

Agama yang mengajarkan manusia hanya menyembah Allah.

Karena itu orang yang menolak tauhid sebenarnya sedang merugikan dirinya sendiri.


3. Kemuliaan Nabi Ibrahim

Allah melanjutkan dalam ayat itu bahwa Ibrahim dipilih oleh Allah di dunia dan termasuk orang saleh di akhirat.

Nabi Ibrahim bukan hanya seorang nabi.

Beliau adalah teladan bagi umat manusia.

Seluruh agama samawi menghormati beliau.

Karena beliau adalah simbol ketaatan total kepada Allah.


4. Wasiat Nabi Ibrahim kepada Anak-Anaknya

Kemudian Allah menyebut sebuah peristiwa yang sangat menyentuh.

Allah berfirman:

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ

“Ibrahim mewasiatkan agama ini kepada anak-anaknya.”

Apa isi wasiat itu?

Beliau berkata:

يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ

“Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untuk kalian.”

Lalu beliau berkata:

فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan berserah diri kepada Allah.”

(QS Al-Baqarah:132)


5. Kisah Wasiat Menjelang Wafat

Saudara-saudaraku…

wasiat terakhir seorang manusia biasanya sangat penting.

Karena itu adalah pesan terakhir sebelum ia meninggalkan dunia.

Para nabi tidak mewasiatkan harta.

Mereka mewasiatkan iman.


6. Wasiat Nabi Ya’qub kepada Keluarganya

Al-Qur’an juga menceritakan kisah yang sangat menyentuh tentang Nabi
Ya'kub.

Ketika beliau menjelang wafat…

beliau mengumpulkan anak-anaknya.

Beliau bertanya kepada mereka:

“Apa yang akan kalian sembah setelah aku wafat?”

Bayangkan pertanyaan ini.

Seorang ayah yang akan meninggalkan dunia…

tetapi yang ia khawatirkan adalah iman anak-anaknya.

Anak-anaknya menjawab:

“Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu.”


7. Renungan tentang Warisan Iman

Saudara-saudaraku…

banyak orang tua bekerja keras untuk meninggalkan harta kepada anak-anaknya.

Namun jarang yang memikirkan warisan iman.

Padahal harta bisa habis.

Rumah bisa rusak.

Kedudukan bisa hilang.

Tetapi iman adalah warisan yang menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.


Humor 

Kadang orang tua sangat sibuk menyiapkan masa depan dunia anaknya.

Sekolah terbaik.

Pekerjaan terbaik.

Tetapi lupa menyiapkan masa depan akhirat anaknya.

Seperti orang yang membeli mobil mahal…

tetapi lupa mengisi bahan bakarnya.

Jamaah biasanya tersenyum ketika mendengar perbandingan ini.


8. Renungan Besar untuk Keluarga

Saudara-saudaraku…

rumah yang paling bahagia bukan rumah yang paling besar.

Tetapi rumah yang di dalamnya ada iman.

Rumah yang di dalamnya ada shalat.

Rumah yang di dalamnya ada Al-Qur’an.

Karena keluarga yang dibangun di atas iman akan selamat di dunia dan akhirat.


9. Penutup 

Mari kita belajar dari para nabi.

Mereka menjaga iman keluarga mereka dengan penuh perhatian.

Karena mereka tahu bahwa iman adalah warisan paling berharga.

Maka jangan sampai kita meninggalkan dunia…

sementara anak-anak kita jauh dari Allah.


Doa 

اللهم أصلح أبناءنا وبناتنا

Ya Allah perbaikilah anak-anak kami.

اللهم اجعلهم من أهل الإيمان

Ya Allah jadikan mereka termasuk orang-orang beriman.

اللهم اجعل بيوتنا بيوت طاعة

Ya Allah jadikan rumah kami rumah yang penuh ketaatan.

اللهم اجعلنا ممن يموتون على الإسلام

Ya Allah jadikan kami orang-orang yang wafat dalam keadaan Islam.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar