Ajal Tidak Pernah Salah Waktu
Ceramah Tafsir Surah Al-Qur'an Al-Hijr Ayat 5
Tema: Ajal Tidak Pernah Salah Waktu
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Di dunia ini manusia sangat sibuk mengejar waktu:
- takut terlambat kerja,
- takut terlambat ujian,
- takut terlambat bayar cicilan,
- bahkan takut terlambat flash sale.
Tetapi anehnya… manusia jarang takut terlambat taubat.
Padahal ada satu waktu yang tidak pernah salah: yaitu ajal.
Allah berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 5:
مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُوْنَ
Artinya:
“Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak pula dapat menundanya.”
1. Ajal Sudah Ditentukan Allah
Ayat ini menjelaskan: setiap manusia, setiap kaum, setiap bangsa, bahkan setiap makhluk… memiliki batas waktu.
Tidak ada yang bisa:
- mempercepat,
- menunda,
- atau lari dari ajal.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-A‘raf ayat 34
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
Artinya:
“Setiap umat memiliki ajal. Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan walau sesaat.”
Penjelasan Ulama
Imam Ath-Thabari dalam Jami‘ul Bayan
Beliau menjelaskan: Allah telah menetapkan waktu kehancuran dan kematian seluruh makhluk dengan ketentuan yang pasti.
Humor
Kadang manusia merasa dirinya kuat sekali.
Baru sembuh masuk angin… langsung merasa: “Aku masih muda!”
Padahal naik tangga dua lantai saja: nafas bunyi seperti knalpot bocor.
2. Tidak Ada yang Bisa Lari dari Kematian
Manusia bisa:
- lari dari hutang,
- lari dari mantan,
- lari dari tugas sekolah,
- bahkan lari dari tukang parkir.
Tetapi tidak bisa lari dari maut.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Jumu‘ah ayat 8
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ
Artinya:
“Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya pasti akan menemui kalian.”
Hadis Nabi ﷺ
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
Artinya:
“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. Imam Tirmidzi)
Ulasan Ulama
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin
Beliau berkata: Orang yang sering mengingat mati akan ringan meninggalkan maksiat dan semangat mempersiapkan akhirat.
3. Kematian Datang Tiba-Tiba
Kematian tidak menunggu:
- kaya,
- sukses,
- tua,
- pensiun,
- atau selesai bangun rumah.
Dalil Al-Qur’an
Surah Luqman ayat 34
وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُ
Artinya:
“Tidak seorang pun mengetahui di bumi mana dia akan mati.”
Gambaran Menyentuh
Ada orang: pagi masih sarapan… malam sudah di kuburan.
Siang masih tertawa… sore sudah jadi berita duka.
Hari ini masih update status… besok status berubah: “Mohon dimaafkan segala kesalahannya.”
Allahu Akbar…
Humor
Sekarang manusia sibuk:
- skincare pagi,
- skincare malam,
- serum,
- toner,
- masker,
- anti aging.
Tetapi lupa: yang paling cepat datang bukan keriput…
melainkan maut.
4. Allah Tidak Menunda Azab Jika Waktunya Tiba
Ayat ini juga peringatan bagi kaum musyrik Mekah.
Mereka:
- menghalangi dakwah,
- menyiksa kaum Muslimin,
- menghina Rasulullah ﷺ.
Mereka merasa aman.
Tetapi Allah mengingatkan: setiap kaum ada waktunya.
Dalil Al-Qur’an
Surah Nuh ayat 4
وَيُؤَخِّرْكُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ اِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ اِذَا جَآءَ لَا يُؤَخَّرُ
Artinya:
“Allah akan menangguhkan kalian sampai waktu tertentu. Sesungguhnya apabila ajal Allah datang, ia tidak dapat ditunda.”
Penjelasan Ibnu Katsir
Beliau menjelaskan: Jika ketetapan Allah datang, tidak ada kekuatan apa pun yang mampu menolaknya.
5. Persiapkan Bekal Sebelum Terlambat
Karena ajal tidak bisa ditunda… maka yang penting bukan: “Berapa lama hidup kita.”
Tetapi: “Untuk apa hidup kita.”
Hadis Nabi ﷺ
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
Artinya:
“Orang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.”
(HR. Imam Tirmidzi)
Humor
Kadang manusia lucu…
Bensin motor tinggal sedikit: langsung cari pom bensin.
Tetapi umur tinggal sedikit… tidak cari masjid.
Kuota internet hampir habis: panik.
Pahala hampir habis: santai.
6. Dunia Ini Hanya Persinggahan
Hadis Nabi ﷺ
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
Artinya:
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara.”
(HR. Imam Bukhari)
Perkataan Abdullah bin Umar
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ
Artinya:
“Jika engkau berada di sore hari, jangan menunggu pagi. Jika berada di pagi hari, jangan menunggu sore.”
Penutup
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Ayat ini mengingatkan:
- tidak ada manusia abadi,
- tidak ada bangsa abadi,
- tidak ada kerajaan abadi.
Yang abadi hanyalah Allah.
Karena itu jangan tertipu dunia.
Muhasabah
Kalau malam ini menjadi malam terakhir kita:
- apakah shalat sudah benar?
- apakah dosa sudah ditaubati?
- apakah orang tua sudah kita bahagiakan?
- apakah Al-Qur’an sudah dekat dengan kita?
Karena ketika ajal datang… tidak ada lagi:
- tombol pause,
- tambahan waktu,
- atau kesempatan ulang.
Doa Penutup
اللّٰهُمَّ حَسِّنْ خَاتِمَتَنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَاجْعَلْ آخِرَ كَلَامِنَا لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Artinya:
“Ya Allah, baguskan akhir hidup kami, jangan jadikan dunia tujuan terbesar kami, dan jadikan akhir ucapan kami ‘La ilaha illallah’.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment