Ketika Kebenaran Diejek: Nabi Disebut Gila
Ceramah Tafsir Surah Al-Qur'an Al-Hijr Ayat 6
Tema: Ketika Kebenaran Diejek: Nabi Disebut Gila
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Kalau hari ini ada orang:
- rajin ke masjid,
- rajin ngaji,
- mulai hijrah, kadang malah diejek.
“Wah ustaz dadakan nih…”
“Baru ikut kajian seminggu sudah ceramah…”
“Kenapa sekarang alim? Mau nikah ya?”
Padahal… sejak zaman nabi, orang baik memang sering dihina.
Bahkan Rasulullah ﷺ yang paling mulia saja pernah disebut:
- penyair,
- tukang sihir,
- pendusta, bahkan… orang gila.
Allah berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 6:
وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْ نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ اِنَّكَ لَمَجْنُوْنٌ
Artinya:
“Dan mereka berkata: ‘Wahai orang yang diturunkan Al-Qur’an kepadanya, sesungguhnya engkau benar-benar orang gila.’”
1. Beginilah Musuh Kebenaran
Orang-orang kafir Quraisy tidak mampu membantah Al-Qur’an.
Mereka kalah:
- secara bahasa,
- secara logika,
- secara akhlak.
Akhirnya mereka menyerang pribadi Nabi ﷺ.
Mereka berkata: “Muhammad gila.”
Padahal sebelum menjadi nabi… mereka sendiri memberi gelar:
“Al-Amīn” — orang yang paling terpercaya.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Qalam ayat 2
مَآ اَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ
Artinya:
“Dengan nikmat Tuhanmu, engkau (Muhammad) bukanlah orang gila.”
Penjelasan Ulama
Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir
Beliau menjelaskan: Orang Quraisy sebenarnya tahu Nabi Muhammad ﷺ bukan orang gila, tetapi kesombongan membuat mereka menolak kebenaran.
Humor
Kadang manusia memang aneh…
Kalau ada orang:
- begadang main game 7 jam,
- nongkrong sampai subuh,
- marathon drama 30 episode,
dibilang: “Wah santai hidupnya.”
Tapi kalau ada orang:
- rajin tahajud,
- sering ke masjid,
- suka ngaji,
langsung dibilang: “Kayaknya terlalu serius agama…”
2. Hati yang Lalai Tidak Akan Menerima Kebenaran
Allah berfirman:
Surah Al-Anbiya ayat 2-3
مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنْ رَّبِّهِمْ مُّحْدَثٍ اِلَّا اسْتَمَعُوْهُ وَهُمْ يَلْعَبُوْنَ ۙ لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْ
Artinya:
“Setiap datang kepada mereka peringatan baru dari Tuhan mereka, mereka mendengarnya sambil bermain-main, hati mereka dalam keadaan lalai.”
Renungan
Masalah terbesar bukan kurang bukti.
Tetapi hati yang tertutup.
Orang yang hatinya keras:
- nasihat masuk telinga kanan keluar kiri,
- ayat Al-Qur’an dianggap biasa,
- kematian dianggap cerita lama.
Ulasan Ulama
Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an
Beliau menjelaskan: Kelalaian hati membuat manusia tidak mampu menangkap cahaya hidayah.
Humor
Sekarang banyak orang: hafal jadwal diskon, hafal kode voucher, hafal ranking Mobile Legends…
Tapi ditanya: “Surah Al-Ikhlas ayat 2?”
Langsung: “Sebentar saya buka Google dulu…”
3. Fanatik Buta Membinasakan
Orang Quraisy menolak dakwah Nabi ﷺ karena fanatik terhadap tradisi nenek moyang.
Mereka berkata: “Ini ajaran baru!”
Padahal yang dibawa Nabi adalah tauhid Nabi Ibrahim.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Baqarah ayat 170
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا بَلْ نَتَّبِعُ مَآ اَلْفَيْنَا عَلَيْهِ اٰبَآءَنَا
Artinya:
“Apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang Allah turunkan,’ mereka menjawab: ‘Tidak! Kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.’”
Penjelasan Fakhruddin Ar-Razi
Beliau menjelaskan: Fanatik buta membuat seseorang menolak kebenaran meskipun bukti sudah jelas.
Humor
Kadang manusia lebih takut: beda grup WA keluarga…
daripada beda jalan dengan Al-Qur’an.
Ada yang bilang: “Kalau saya berubah nanti teman nongkrong menjauh.”
Lho… memangnya teman nongkrong mau ikut masuk kubur?
4. Orang Sombong Selalu Meremehkan Kebenaran
Allah berfirman:
Surah Al-Furqan ayat 21
لَقَدِ اسْتَكْبَرُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْ عُتُوًّا كَبِيْرًا
Artinya:
“Sungguh mereka telah menyombongkan diri dan benar-benar melampaui batas.”
Hadis Nabi ﷺ
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau sebesar biji sawi.”
(HR. Imam Muslim)
Penjelasan Nabi ﷺ Tentang Sombong
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Artinya:
“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
(HR. Imam Muslim)
5. Dakwah Selalu Diuji
Setiap nabi dihina.
Nabi Nuh disebut sesat.
Nabi Musa disebut tukang sihir.
Nabi Isa dituduh dusta.
Nabi Muhammad ﷺ disebut gila.
Dalil Al-Qur’an
Surah Fussilat ayat 43
مَا يُقَالُ لَكَ اِلَّا مَا قَدْ قِيْلَ لِلرُّسُلِ مِنْ قَبْلِكَ
Artinya:
“Tidak ada yang dikatakan kepadamu kecuali apa yang telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum engkau.”
Pelajaran Besar
Kalau hari ini kita:
- dihina karena hijrah,
- diejek karena menjaga sunnah,
- dicibir karena rajin ibadah,
jangan sedih.
Karena jalan menuju surga memang tidak selalu dipuji manusia.
Humor Ringan
Sekarang kalau orang rajin ngaji: langsung dicurigai.
Padahal dulu yang dicurigai itu: yang pulang jam 3 pagi sambil nyanyi sendiri.
6. Al-Qur’an Tetap Menang
Orang kafir menghina Nabi ﷺ… tetapi lihat sekarang:
Di mana Abu Jahal? Sudah jadi sejarah.
Di mana penghinaan mereka? Hilang.
Tetapi Al-Qur’an? Masih dibaca jutaan manusia setiap hari.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Hijr ayat 9
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang menjaganya.”
Penutup
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Jangan heran kalau kebenaran sering dihina.
Karena cahaya selalu dibenci oleh mata yang terbiasa gelap.
Tetapi ingat: yang penting bukan penilaian manusia…
yang penting adalah penilaian Allah.
Muhasabah
Mari bertanya:
- Apakah kita menerima nasihat atau malah mengejeknya?
- Apakah kita mencintai Al-Qur’an atau justru menjauhinya?
- Apakah hati kita lembut menerima kebenaran atau keras karena dosa?
Karena hati yang bersih akan mudah menerima hidayah.
Doa Penutup
اللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Artinya:
“Ya Allah, tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakan kami kemampuan mengikutinya. Tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan karuniakan kami kemampuan menjauhinya.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment