Al-Qur’an Bukan Karangan Manusia, Melainkan Wahyu dari Allah
Ceramah: Al-Qur’an Bukan Karangan Manusia, Melainkan Wahyu dari Allah
Mukadimah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Amma ba’du.
Jamaah rahimakumullah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Karena hanya dengan iman dan takwa hidup menjadi tenang, hati menjadi lapang, dan akhirat menjadi kemenangan.
Ayat Pokok Ceramah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl Ayat 103
وََلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ اِنَّمَا يُعَلِّمُهٗ بَشَرٌۗ لِسَانُ الَّذِيْ يُلْحِدُوْنَ اِلَيْهِ اَعْجَمِيٌّ وَّهٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِيْنٌ
Artinya:
“Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa mereka berkata, ‘Sesungguhnya Al-Qur'an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).’ Bahasa orang yang mereka tuduhkan kepadanya adalah bahasa ‘Ajam, padahal ini adalah bahasa Arab yang jelas.”
(QS. An-Naḥl: 103)
Isi Ceramah
1. Tuduhan kepada Nabi Sudah Ada Sejak Dulu
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Ternyata menghina Nabi, meragukan Al-Qur’an, memfitnah Islam — itu bukan hal baru. Dari zaman Rasulullah ﷺ sudah ada.
Orang Quraisy bingung:
- Muhammad tidak bisa baca tulis,
- tidak pernah belajar sastra,
- bukan penyair,
- bukan dukun,
- tetapi mampu membawa Al-Qur’an yang membuat bangsa Arab takluk.
Akhirnya mereka membuat tuduhan:
“Pasti ada guru rahasia!”
Padahal Allah membantah: Orang yang mereka tuduh itu orang asing (‘ajam), sedangkan Al-Qur’an sangat tinggi balaghah dan fasahah Arabnya.
Dalil Pendukung
Al-Qur’an Surah Al-‘Ankabut Ayat 48
وَمَا كُنْتَ تَتْلُوْا مِنْ قَبْلِهٖ مِنْ كِتٰبٍ وَّلَا تَخُطُّهٗ بِيَمِيْنِكَۖ اِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُوْنَ
Artinya:
“Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca suatu kitab sebelum Al-Qur'an dan tidak pernah menulisnya dengan tangan kananmu; sekiranya demikian, niscaya ragu orang-orang yang mengingkari.”
(QS. Al-‘Ankabut: 48)
Penjelasan Ulama
Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan: Bahwa kondisi Nabi yang ummi menjadi bukti terbesar bahwa Al-Qur’an benar-benar wahyu dari Allah, bukan hasil belajar manusia.
Sedangkan Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an menyebut: Kaum Quraisy sebenarnya tahu kejujuran Nabi, tetapi kesombongan membuat mereka menolak kebenaran.
Humor
Jamaah…
Kadang manusia kalau tidak mampu menandingi, akhirnya bikin teori aneh-aneh.
Mirip zaman sekarang…
Ada orang lihat temannya sukses jualan: “Ah… pasti pakai pesugihan!”
Padahal dia sendiri:
- bangun jam 10,
- shalat subuh kesiangan,
- rebahan sambil scroll video kucing 3 jam.
Lalu bilang: “Kayaknya dunia tidak adil…”
Bukan dunia yang tidak adil… Yang tidak adil itu kasur ditinggal terus tapi tidak dinikahi.
(beri jeda jamaah tertawa)
2. Al-Qur’an Mukjizat yang Tidak Bisa Ditiru
Allah menantang manusia membuat yang semisal Al-Qur’an.
Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 23
وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا شُهَدَآءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Artinya:
“Jika kamu ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya…”
(QS. Al-Baqarah: 23)
Ulasan Ulama
Fakhruddin Ar-Razi dalam Mafatihul Ghaib menjelaskan: Kemukjizatan Al-Qur’an bukan hanya bahasanya, tetapi juga:
- kandungan hukum,
- berita gaib,
- ilmu,
- pengaruh pada hati,
- dan kesempurnaan susunannya.
Hadis Tentang Mukjizat Nabi
Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
مَا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مِنَ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُهُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ
Artinya:
“Tidak ada seorang nabi pun melainkan diberi mukjizat yang membuat manusia beriman kepadanya. Dan mukjizat yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allah turunkan kepadaku.”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Penjelasan
Mukjizat Nabi Musa berakhir. Mukjizat Nabi Isa berakhir.
Tetapi mukjizat Nabi Muhammad ﷺ tetap hidup sampai hari kiamat: yaitu Al-Qur’an.
3. Orang Kafir Sering Menolak Karena Sombong, Bukan Karena Kurang Bukti
Al-Qur’an Surah Al-Jatsiyah Ayat 23
اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ
Artinya:
“Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?”
(QS. Al-Jatsiyah: 23)
Penjelasan
Masalah terbesar manusia bukan kurang bukti… tetapi terlalu mengikuti hawa nafsu.
Kadang orang tahu kebenaran, tapi gengsi menerima.
Humor
Ada orang bilang: “Kalau Tuhan itu ada, mana coba saya lihat?”
Saya bilang: “Kamu punya otak?”
Dia jawab: “Punya!”
Saya bilang: “Mana? Saya juga tidak lihat…”
Tidak semua yang tidak terlihat berarti tidak ada.
Angin tidak terlihat… tetapi kalau tagihan listrik naik karena kipas nyala terus, baru terasa keberadaannya.
4. Kemuliaan Bahasa Al-Qur’an
Allah menyebut Al-Qur’an:
لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِيْنٌ
“Bahasa Arab yang jelas.”
Bahasa Al-Qur’an:
- indah,
- dalam,
- singkat tetapi penuh makna,
- menggetarkan hati.
Bahkan tokoh Quraisy seperti Walid bin Mughirah mengakui keindahan Al-Qur’an.
Riwayat Tentang Walid bin Mughirah
Ia berkata:
وَاللّٰهِ إِنَّ لِقَوْلِهِ لَحَلَاوَةً، وَإِنَّ عَلَيْهِ لَطَلَاوَةً
Artinya:
“Demi Allah, sungguh perkataannya memiliki keindahan dan kemanisan.”
Namun karena sombong, ia tetap menolak Islam.
Pelajaran untuk Kita
1. Jangan ragu terhadap Al-Qur’an
Karena Al-Qur’an bukan buatan manusia.
2. Belajarlah Al-Qur’an
Bukan hanya dibaca saat ada lomba MTQ atau bulan Ramadan.
3. Jadikan Al-Qur’an pedoman hidup
Karena banyak orang rumahnya mewah… tetapi hatinya runtuh.
Hadis Tentang Kemuliaan Belajar Al-Qur’an
HR. Bukhari
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Sahih Bukhari)
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi menjelaskan dalam At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an: Orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan dimuliakan oleh Allah di dunia dan akhirat.
Penutup
Jamaah rahimakumullah…
Mari kita kembali kepada Al-Qur’an:
- dibaca,
- dipahami,
- diamalkan,
- diajarkan kepada keluarga.
Karena dunia hari ini penuh informasi… tetapi miskin petunjuk.
Banyak orang hafal password WiFi… tetapi lupa ayat kursi.
Hafal diskon tanggal kembar… tetapi lupa tanggal kematian tidak pernah bocor.
Semoga Allah menjadikan kita ahli Al-Qur’an.
Doa
اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا، وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا، وَذَهَابَ هُمُوْمِنَا وَغُمُوْمِنَا.
اللّٰهُمَّ عَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا، وَذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِّيْنَا، وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Post a Comment