Al-Qur’an: Petunjuk, Rahmat, dan Saksi Kehidupan

Materi Ceramah

“Al-Qur’an: Petunjuk, Rahmat, dan Saksi Kehidupan”

Tadabbur Al-Qur'an Surah Surah An-Naḥl Ayat 89


Pembukaan

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ.

Amma ba’du…

Jamaah yang dirahmati Allah…

Kalau kita membeli barang elektronik… pasti ada buku petunjuknya.

Beli:

  • kipas angin ada panduannya
  • rice cooker ada manualnya
  • HP ada tutorialnya

Masa manusia… yang jauh lebih rumit dari HP… hidup tanpa petunjuk?

Karena itulah Allah menurunkan:

Al-Qur’an.


Ayat Utama

Firman Allah

Surah An-Naḥl ayat 89

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ

Artinya:
“Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang Muslim.”


Hari Kesaksian

Ayat ini diawali dengan suasana hari kiamat.

Allah berfirman:

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا عَلَيْهِمْ

“Pada hari ketika Kami bangkitkan dari setiap umat seorang saksi atas mereka.”

Setiap nabi akan menjadi saksi bagi umatnya.

Dan Rasulullah ﷺ akan menjadi saksi atas umat Islam.


Rasulullah Menangis Mendengar Ayat Ini

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud:

Rasulullah ﷺ meminta beliau membaca Al-Qur’an.

Ketika sampai pada ayat:

Surah An-Nisa ayat 41

فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًا

Artinya:
“Maka bagaimana (keadaan orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka?”

Rasulullah ﷺ berkata:

“Cukup.”

Lalu beliau menangis.

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)


Mengapa Rasulullah Menangis?

Karena beliau memikirkan umatnya.

Beliau khawatir:

  • ada umat yang meninggalkan Al-Qur’an
  • ada umat yang tahu kebenaran tapi tidak mengamalkannya
  • ada umat yang sibuk dunia lalu lupa akhirat

Al-Qur’an Menjelaskan Segala Sesuatu

Allah menyebut Al-Qur’an:

تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ

“Penjelas bagi segala sesuatu.”

Maksudnya: Al-Qur’an menjelaskan semua kebutuhan pokok manusia:

  • akidah
  • ibadah
  • akhlak
  • hukum
  • kehidupan
  • keselamatan dunia akhirat

Tafsir Para Ulama

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim beliau menjelaskan:

Al-Qur’an menjelaskan segala perkara yang dibutuhkan manusia dalam urusan agama mereka.


Tafsir Al-Qurthubi

Beliau berkata:

Tidak ada satu pun jalan kebaikan kecuali Al-Qur’an telah menunjukkannya.


Al-Qur’an Sebagai Petunjuk

Surah Al-Baqarah ayat 2

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ

Artinya:
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang bertakwa.”


Al-Qur’an Sebagai Rahmat

Al-Qur’an bukan sekadar dibaca saat:

  • tahlilan
  • lomba MTQ
  • pembukaan acara

Tetapi:

  • penenang hati
  • penyembuh jiwa
  • cahaya kehidupan

Dalil Tentang Al-Qur’an Sebagai Obat

Surah Al-Isra ayat 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.”


Rasulullah Menjelaskan Al-Qur’an

Allah berfirman:

Surah An-Naḥl ayat 44

لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ اِلَيْهِمْ

Artinya:
“Agar engkau (Muhammad) menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.”

Karena itu:

  • Al-Qur’an dan Sunnah tidak bisa dipisahkan.
  • Sunnah adalah penjelas Al-Qur’an.

Hadis Tentang Pegangan Hidup

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي

Artinya:
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnahku.”

(HR. Al-Muwaththa)


Humor 

Jamaah…

Kadang manusia itu unik.

Manual HP dibaca sampai habis.

Tapi manual hidup? ditaruh paling atas lemari.

Ada orang: hafal lirik lagu 7 menit.

Tapi baca:

“Alif Lam Mim” sudah mengantuk.

Kalau notifikasi HP bunyi: langsung dicek.

Tapi kalau azan berkumandang: mode pesawat.

Ada juga yang bilang:

“Saya cari ketenangan.”

Padahal Al-Qur’an di rumah: masih dibungkus kain sejak Ramadan tahun lalu.


Jangan Tinggalkan Al-Qur’an

Rasulullah ﷺ nanti menjadi saksi.

Bayangkan… kalau Rasulullah berkata:

“Ya Allah, umatku meninggalkan Al-Qur’an…”

Sebagaimana firman Allah:

Surah Al-Furqan ayat 30

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا

Artinya:
“Dan Rasul berkata: Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.”


Bentuk Meninggalkan Al-Qur’an

Menurut Ibnul Qayyim dalam Al-Fawaid:

Meninggalkan Al-Qur’an bisa berupa:

  1. tidak membacanya
  2. tidak mentadabburinya
  3. tidak mengamalkannya
  4. tidak berhukum dengannya
  5. tidak menjadikannya obat hati

Pelajaran Besar dari Ayat

1. Setiap umat akan dimintai pertanggungjawaban

2. Rasulullah menjadi saksi atas umatnya

3. Al-Qur’an adalah petunjuk hidup

4. Al-Qur’an adalah rahmat dan kabar gembira

5. Sunnah Nabi adalah penjelas Al-Qur’an


Muhasabah

Mari bertanya:

  • seberapa dekat kita dengan Al-Qur’an?
  • kapan terakhir kita membaca dengan tadabbur?
  • apakah Al-Qur’an hanya hiasan rumah?
  • apakah hidup kita sudah dipandu wahyu?

Karena nanti… Rasulullah akan menjadi saksi.


Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah…

Kalau ingin hidup tenang: dekatilah Al-Qur’an.

Kalau ingin selamat dunia akhirat: jadikan Al-Qur’an sebagai jalan hidup.

Karena Al-Qur’an:

  • bukan sekadar bacaan
  • bukan sekadar hiasan
  • tetapi cahaya kehidupan.

Doa 

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا وَذَهَابَ هُمُوْمِنَا وَغُمُوْمِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ الَّذِيْنَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ.

“Ya Allah, jadikan Al-Qur’an penyejuk hati kami, cahaya dada kami, penghilang kesedihan kami, dan jadikan kami termasuk ahli Al-Qur’an yang menjadi keluarga dan hamba pilihan-Mu.”

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Tidak ada komentar