Dosa Menyesatkan Orang Lain

Materi Ceramah

“Dosa Menyesatkan Orang Lain”

Tadabbur Al-Qur'an Surah Surah An-Naḥl Ayat 88


Pembukaan

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ وَجَعَلَنَا مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِ الْأَنَامِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ مَنْ دَلَّ عَلَى الْهُدَى وَحَذَّرَ مِنَ الضَّلَالِ.

Amma ba’du…

Jamaah yang dirahmati Allah…

Menjadi orang salah itu bahaya.

Tetapi lebih bahaya lagi: menjadi orang yang mengajak orang lain kepada kesalahan.

Kalau seseorang jatuh ke jurang sendirian… dosanya satu.

Tetapi kalau sambil berkata:

“Ayo ikut sini, seru kok!” nah… itu dosanya bertambah.


Ayat Utama

Firman Allah

Surah An-Naḥl ayat 88

اَلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ زِدْنٰهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوْا يُفْسِدُوْنَ

Artinya:
“Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.”


Penjelasan Ayat

Ayat ini menjelaskan dua dosa besar:

1. Kafir kepada Allah

2. Menghalangi orang lain dari jalan Allah

Karena itu azab mereka: bukan satu… tetapi berlipat.


Orang Sesat dan Menyesatkan

Ada orang:

  • dirinya jauh dari Allah
  • lalu mengajak orang lain menjauh juga

Ini lebih berbahaya.

Misalnya:

  • menghina agama
  • menghalangi orang salat
  • mengajak maksiat
  • menyebarkan syubhat
  • membuat orang malas mengaji
  • mengejek orang hijrah

Semua itu termasuk:

صَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ
“Menghalangi manusia dari jalan Allah.”


Dalil Pendukung

Surah Al-An’am ayat 26

وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْـَٔوْنَ عَنْهُ

Artinya:
“Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur’an dan mereka sendiri menjauh darinya.”


Hadis Tentang Menyesatkan Orang

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ

Artinya:
“Barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya.”

(HR. Sahih Muslim)


Bahaya Konten Menyesatkan

Zaman sekarang…

Orang bisa menyesatkan ribuan manusia hanya lewat:

  • satu video
  • satu status
  • satu komentar
  • satu konten

Dulu orang menyesatkan harus keliling kampung. Sekarang? cukup modal:

  • kuota
  • kamera
  • percaya diri berlebihan.

Tafsir Para Ulama

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim:

Mereka mendapat tambahan azab karena selain sesat, mereka juga menyesatkan manusia.


Tafsir Al-Qurthubi

Beliau menjelaskan:

Orang yang menghalangi manusia dari kebenaran mendapat dosa dirinya dan dosa akibat pengaruh buruknya kepada orang lain.


Sebaliknya: Mengajak Kebaikan

Kalau mengajak kepada kesesatan dosanya besar…

maka mengajak kepada hidayah pahalanya juga luar biasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya:
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.”

(HR. Sahih Muslim)


Hati-Hati Mengucapkan Sesuatu

Kadang orang berkata:

“Ah… cuma bercanda.”

Padahal candaan itu:

  • membuat orang meninggalkan salat
  • meremehkan syariat
  • menertawakan hijab
  • mengejek orang ngaji

Ini berbahaya.


Humor 

Jamaah…

Kadang ada teman begini:

Kalau diajak pengajian:

“Aduh jauh…”

Tapi kalau diajak makan gratis: naik motor bocor ban pun tetap berangkat.

Ada juga: kalau dengar azan:

“Nanti dulu…”

Tapi kalau dengar:

“Diskon 90%!” langsung lari tercepat se-kecamatan.

Bahkan kadang: orang lebih hafal jadwal live TikTok daripada jadwal salat.


Jangan Jadi Penghalang Hidayah

Jangan sampai:

  • anak mau ngaji malah dilarang
  • istri mau berhijab malah diejek
  • suami mau ke masjid malah dimarahi
  • teman mau taubat malah dicemooh

Karena bisa jadi… kita bukan hanya berdosa untuk diri sendiri, tetapi juga memikul dosa orang lain.


Dalil Tentang Memikul Dosa Orang Lain

Surah Al-‘Ankabut ayat 13

وَلَيَحْمِلُنَّ اَثْقَالَهُمْ وَاَثْقَالًا مَّعَ اَثْقَالِهِمْ

Artinya:
“Dan sungguh mereka akan memikul beban dosa mereka sendiri dan beban dosa yang lain bersama dosa mereka sendiri.”


Ulasan Ulama

Perkataan Sufyan Ats-Tsauri

Tidak ada fitnah yang lebih berat daripada seseorang yang menyesatkan manusia dari jalan Allah.


Perkataan Imam Nawawi

Dalam syarah hadis beliau menjelaskan:

Mengajak kepada keburukan termasuk dosa yang terus mengalir selama keburukan itu diikuti manusia.


Muhasabah

Mari bertanya:

  • apakah ucapan kita mendekatkan orang kepada Allah?
  • apakah media sosial kita mengajak kepada kebaikan?
  • apakah kita pernah menjadi penghalang hidayah seseorang?

Karena kadang… satu ucapan bisa menjadi sebab orang istiqamah.

Dan satu ejekan… bisa menjadi sebab orang menjauh dari agama.


Pelajaran Besar dari Ayat

1. Dosa menyesatkan lebih berat daripada sesat sendiri

2. Menghalangi manusia dari agama adalah dosa besar

3. Pengaruh buruk bisa menjadi azab berlipat

4. Mengajak kepada kebaikan berpahala besar

5. Jagalah lisan, tulisan, dan konten kita


Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah…

Kalau belum mampu mengajak banyak orang kepada hidayah, minimal: jangan menjadi penghalang hidayah mereka.

Kalau belum mampu menjadi lampu, jangan menjadi angin yang memadamkan cahaya orang lain.


Doa 

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ، وَاجْعَلْ أَلْسِنَتَنَا وَأَقْلَامَنَا وَأَعْمَالَنَا سَبَبًا لِهُدَى النَّاسِ.

“Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang mendapat petunjuk dan memberi petunjuk, bukan orang yang sesat dan menyesatkan. Jadikan lisan, tulisan, dan amal kami sebagai sebab hidayah bagi manusia.”

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Tidak ada komentar