Allah Mahasuci dari Segala Tuduhan
Materi Ceramah
“Allah Mahasuci dari Segala Tuduhan”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الواحد الأحد الفرد الصمد، الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوًا أحد.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، تنزَّه عن الشبيه والنظير والولد والصاحبة.
وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Tauhid adalah fondasi terbesar dalam Islam.
Dan dosa terbesar dalam agama ini adalah:
- menyekutukan Allah,
- berkata tentang Allah tanpa ilmu,
- atau menuduh Allah dengan sesuatu yang tidak layak bagi-Nya.
Dalam ayat ini Allah membongkar kebodohan orang-orang musyrik: mereka menuduh Allah punya anak perempuan, sementara mereka sendiri tidak suka memiliki anak perempuan.
Ini menunjukkan:
- rusaknya akidah,
- rusaknya logika,
- dan rusaknya hati.
1. Ayat Utama Ceramah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 57
وَيَجْعَلُوْنَ لِلّٰهِ الْبَنٰتِ سُبْحٰنَهٗۙ وَلَهُمْ مَّا يَشْتَهُوْنَ
Artinya:
“Dan mereka menetapkan anak perempuan bagi Allah. Mahasuci Dia, sedangkan untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak laki-laki).”
2. Allah Mahasuci dari Anak dan Sekutu
Islam menegaskan: Allah:
- tidak punya anak,
- tidak dilahirkan,
- tidak membutuhkan siapa pun.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Ikhlāṣ ayat 1–4
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ ۚ
اَللّٰهُ الصَّمَدُ ۚ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ ۙ
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Artinya:
“Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
Penjelasan
Kalau Allah punya anak, berarti Allah:
- membutuhkan keturunan,
- membutuhkan pewaris,
- menyerupai makhluk.
Padahal Allah Mahasempurna dan tidak membutuhkan apa pun.
3. Kebodohan Orang Musyrik
Orang Arab jahiliyah:
- malu punya anak perempuan,
- tetapi malah menuduh Allah punya anak perempuan.
Allah membantah mereka dengan sangat keras.
Dalil Al-Qur’an
Surah An-Najm ayat 21–22
اَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْاُنْثٰى تِلْكَ اِذًا قِسْمَةٌ ضِيْزٰى
Artinya:
“Apakah untuk kamu anak laki-laki dan untuk-Nya anak perempuan? Yang demikian itu adalah pembagian yang tidak adil.”
Tafsir Ulama
Imam Al-Qurthubi menjelaskan:
“Ayat ini adalah celaan keras terhadap akidah musyrikin yang menetapkan sesuatu untuk Allah yang mereka sendiri membencinya.”
Kitab Rujukan
- Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’an
4. Islam Memuliakan Anak Perempuan
Jamaah sekalian…
Islam datang menghapus tradisi jahiliyah:
- membenci anak perempuan,
- merendahkan wanita,
- bahkan mengubur bayi perempuan hidup-hidup.
Dalil Al-Qur’an
Surah At-Takwīr ayat 8–9
وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْ بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْ
Artinya:
“Dan apabila bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya: karena dosa apa dia dibunuh?”
5. Rasulullah ﷺ Memuliakan Anak Perempuan
Hadis Nabi ﷺ
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ
Artinya:
“Barang siapa memelihara dua anak perempuan hingga dewasa, maka pada hari kiamat ia akan datang bersamaku seperti ini.”
(HR. Sahih Muslim)
Penjelasan
Islam justru:
- memuliakan perempuan,
- menghormati ibu,
- memerintahkan berbuat baik kepada anak perempuan.
6. Jangan Berkata Tentang Allah Tanpa Ilmu
Ayat ini juga mengajarkan: jangan sembarangan bicara tentang agama.
Karena berbicara tentang Allah tanpa ilmu adalah dosa besar.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-A‘rāf ayat 33
وَاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya:
“Dan (Allah mengharamkan) kalian berkata atas nama Allah sesuatu yang tidak kalian ketahui.”
Ulasan Ulama
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata:
“Berbicara tentang Allah tanpa ilmu lebih besar dosanya daripada syirik.”
Kitab Rujukan
- I‘lām al-Muwaqqi‘īn
7. Tauhid Harus Dijaga
Tauhid bukan sekadar:
- mengaku Muslim,
- atau sekadar bisa mengucap syahadat.
Tetapi:
- memurnikan ibadah hanya kepada Allah,
- meyakini kesempurnaan Allah,
- menjauhkan diri dari syirik dan keyakinan batil.
8. Humor
Kadang manusia lucu…
Kalau anak mirip ayah: bangga sekali.
Kalau anak mirip ibu: langsung bilang,
“Untung mirip ibunya…”
Tetapi kepada Allah… manusia malah berani menuduh macam-macam tanpa ilmu.
Na‘udzubillah.
9. Allah Tidak Membutuhkan Makhluk
Dalil Al-Qur’an
Surah Maryam ayat 88–92
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا
لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْـًٔا اِدًّا
تَكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ
Artinya:
“Mereka berkata: ‘Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak.’ Sungguh kalian telah membawa sesuatu yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu.”
Penjelasan
Betapa besarnya dosa: menisbatkan anak kepada Allah.
Karena Allah Mahasempurna. Allah tidak membutuhkan keturunan.
10. Muhasabah Diri
Mari bertanya:
- apakah tauhid kita sudah benar?
- apakah kita benar-benar mengagungkan Allah?
- apakah kita masih percaya pada hal-hal syirik dan tahayul?
Karena keselamatan dunia akhirat bergantung pada tauhid.
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Allah Mahasuci dari:
- anak,
- sekutu,
- kelemahan,
- dan segala kekurangan.
Maka:
- jagalah tauhid,
- pelajari akidah dengan benar,
- jangan berkata tentang agama tanpa ilmu.
Karena tauhid adalah jalan keselamatan.
Doa
اللَّهُمَّ ثَبِّتْنَا عَلَى التَّوْحِيدِ
“Ya Allah, teguhkan kami di atas tauhid.”
اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشِّرْكَ وَالْبِدَعَ وَالضَّلَالَاتِ
“Ya Allah, jauhkan kami dari syirik, bid‘ah, dan kesesatan.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوبَنَا مُعَظِّمَةً لَكَ
“Ya Allah, jadikan hati kami penuh pengagungan kepada-Mu.”
اللَّهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى الْإِيمَانِ وَأَمِتْنَا عَلَى التَّوْحِيدِ
“Ya Allah, hidupkan kami di atas iman dan wafatkan kami di atas tauhid.”
آمين يا رب العالمين
Post a Comment