Nikmat dari Allah, Tapi Dipersembahkan untuk Selain Allah
Materi Ceramah
“Nikmat dari Allah, Tapi Dipersembahkan untuk Selain Allah”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الذي خلقنا ورزقنا وهدانا، نحمده سبحانه على نعمه الظاهرة والباطنة.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير.
وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Ada satu kebiasaan manusia yang sangat aneh:
- minta kepada Allah,
- diberi oleh Allah,
- ditolong oleh Allah,
tetapi setelah dapat nikmat… malah lupa kepada Allah.
Lebih parah lagi: nikmat dari Allah dipakai untuk maksiat dan kesyirikan.
Inilah yang ditegur keras dalam ayat yang mulia ini.
1. Ayat Utama Ceramah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 56
وَيَجْعَلُوْنَ لِمَا لَا يَعْلَمُوْنَ نَصِيْبًا مِّمَّا رَزَقْنٰهُمْۗ تَاللّٰهِ لَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَفْتَرُوْنَ
Artinya:
“Dan mereka menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui kekuasaannya. Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.”
2. Rezeki dari Allah, Tapi Dipersembahkan kepada Berhala
Orang-orang musyrik dahulu:
- hasil panen dari Allah,
- ternak dari Allah,
- hujan dari Allah,
tetapi sebagian diberikan kepada berhala.
Padahal berhala:
- tidak bisa memberi rezeki,
- tidak bisa menolong,
- bahkan tidak bisa menjaga dirinya sendiri.
Dalil Al-Qur’an
Surah Yūnus ayat 18
وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ
Artinya:
“Mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan mudarat dan tidak pula manfaat kepada mereka.”
Penjelasan
Inilah kebodohan syirik:
- meninggalkan Dzat Yang Mahakuasa,
- lalu berharap kepada sesuatu yang lemah.
3. Bentuk Syirik Zaman Sekarang
Jamaah sekalian…
Hari ini mungkin orang tidak menyembah patung.
Tetapi ada yang:
- lebih takut kepada manusia daripada Allah,
- lebih yakin pada jimat daripada doa,
- lebih percaya ramalan daripada takdir Allah.
Bahkan ada yang:
- rumah penuh tulisan ayat,
- tetapi salatnya kosong.
4. Semua Nikmat Akan Dipertanyakan
Allah bersumpah:
تَاللّٰهِ لَتُسْـَٔلُنَّ
“Demi Allah, kalian pasti akan ditanya.”
Tentang apa?
- harta dari mana,
- dipakai untuk apa,
- nikmat digunakan untuk apa.
Hadis Nabi ﷺ
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ
عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ
وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ
Artinya:
“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya:
- tentang umurnya untuk apa dihabiskan,
- tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan.”
(HR. Sunan at-Tirmidzi)
5. Bahaya Mengada-adakan dalam Agama
Allah berfirman:
عَمَّا كُنْتُمْ تَفْتَرُوْنَ
“Tentang apa yang kalian ada-adakan.”
Artinya: mereka membuat-buat keyakinan tanpa ilmu.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Isrā’ ayat 36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ
Artinya:
“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya.”
Tafsir Ulama
Imam Ath-Thabari menjelaskan:
“Allah mencela orang-orang yang menetapkan ibadah dan keyakinan tanpa dasar wahyu.”
Kitab Rujukan
- Jāmi‘ al-Bayān fī Tafsīr al-Qur’ān
6. Syirik Adalah Dosa Terbesar
Dalil Al-Qur’an
Surah An-Nisā’ ayat 48
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik.”
Penjelasan
Karena syirik:
- merusak tauhid,
- merusak hati,
- merusak hubungan manusia dengan Allah.
7. Jangan Sampai Nikmat Dipakai Maksiat
Jamaah sekalian…
-
mata dari Allah, jangan dipakai melihat haram.
-
telinga dari Allah, jangan dipakai mendengar maksiat.
-
harta dari Allah, jangan dipakai untuk kesombongan.
Karena semua akan dimintai pertanggungjawaban.
Humor
Kadang ada orang: HP-nya paling mahal… tetapi alarm subuh selalu dimatikan.
Ada juga: kalau charger hilang langsung dicari keliling rumah… tetapi iman hilang tidak dicari-cari.
8. Nikmat Seharusnya Mendekatkan kepada Allah
Dalil Al-Qur’an
Surah Saba’ ayat 13
اعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا
Artinya:
“Wahai keluarga Dawud, beramallah sebagai bentuk syukur.”
Penjelasan
Syukur bukan sekadar ucapan:
“Alhamdulillah.”
Tetapi:
- salat lebih baik,
- sedekah lebih banyak,
- maksiat lebih sedikit.
9. Ulasan Ulama Tentang Syukur
Imam Ibnul Qayyim berkata:
“Syukur dibangun di atas tiga perkara: mengakui nikmat dengan hati, memuji Allah dengan lisan, dan menggunakan nikmat dalam ketaatan.”
Kitab Rujukan
- Madarij as-Salikin
10. Muhasabah Diri
Mari bertanya:
- apakah nikmat membuat kita semakin taat?
- atau justru semakin lalai?
- apakah rezeki dipakai untuk ibadah atau maksiat?
Karena semua nikmat akan ditanya di hadapan Allah.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Jangan menjadi manusia yang:
- diberi nikmat oleh Allah,
- tetapi melupakan Allah.
Jangan gunakan nikmat:
- untuk kesombongan,
- kemaksiatan,
- apalagi kesyirikan.
Karena semua:
- harta,
- usia,
- kesehatan,
- jabatan, akan dimintai pertanggungjawaban.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ لِنِعَمِكَ
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Mu.”
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah, bantulah kami untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ نِعَمَكَ سَبَبًا لِغَفْلَتِنَا
“Ya Allah, jangan jadikan nikmat-Mu sebagai sebab kelalaian kami.”
اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشِّرْكَ كُلَّهُ ظَاهِرَهُ وَبَاطِنَهُ
“Ya Allah, jauhkan kami dari segala bentuk syirik, yang tampak maupun tersembunyi.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment