Hari Ketika Semua Orang Membela Dirinya Sendiri

Ceramah: Hari Ketika Semua Orang Membela Dirinya Sendiri

Mukadimah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الدُّنْيَا دَارَ عَمَلٍ وَالْآخِرَةَ دَارَ جَزَاءٍ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Amma ba’du.

Jamaah rahimakumullah…

Marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Karena suatu saat kita semua akan berdiri di hadapan Allah sendirian. Tidak ada teman, tidak ada keluarga, tidak ada jabatan yang bisa menyelamatkan kecuali amal saleh.


Ayat Pokok Ceramah

Al-Qur’an Surah An-Naḥl Ayat 111

يَوْمَ تَأْتِيْ كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَنْ نَّفْسِهَا وَتُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

Artinya:

“(Ingatlah) pada hari ketika setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri dan setiap orang diberi balasan penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi.”
(QS. An-Naḥl: 111)


1. Hari Kiamat: Semua Sibuk Menyelamatkan Diri

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Di dunia orang masih bisa saling membantu. Tetapi di akhirat nanti… setiap orang sibuk memikirkan dirinya sendiri.

Suami lupa istri. Anak lupa orang tua. Sahabat lupa sahabat.

Karena dahsyatnya hari kiamat.


Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah ‘Abasa Ayat 34–37

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِ ۝ وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِ ۝ وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِ ۝ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِ

Artinya:

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.”
(QS. ‘Abasa: 34–37)


Penjelasan Ulama

Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir: Manusia lari dari keluarga terdekatnya karena takut dituntut hak dan tanggung jawabnya di hadapan Allah.


Humor 

Di dunia…

Kalau makan: “Saudara duluan…”

Kalau dapat warisan: “Sebentar… kita musyawarah dulu.”

Tetapi di akhirat: semua berkata: “Diriku… diriku…”

Sampai Nabi-Nabi berkata: نَفْسِيْ… نَفْسِيْ…


2. Semua Amal Akan Dibalas dengan Adil

Jamaah rahimakumullah…

Allah berfirman:

وَتُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ
“Setiap jiwa akan diberi balasan sesuai amalnya.”

Tidak ada amal yang hilang. Sekecil apa pun dicatat.


Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Az-Zalzalah Ayat 7–8

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ ۝ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Artinya:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7–8)


Hadis Nabi ﷺ

HR. Muslim

يَا عِبَادِيْ إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيْهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيْكُمْ إِيَّاهَا

Artinya:

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian yang Aku hitung untuk kalian, kemudian Aku akan membalasnya dengan sempurna.”
(HR. Sahih Muslim)


Penjelasan Ulama

Imam An-Nawawi menjelaskan: Hadis ini menunjukkan kesempurnaan keadilan Allah. Tidak ada amal baik yang sia-sia dan tidak ada dosa yang terlupakan kecuali yang diampuni.


Humor 

Sekarang manusia takut:

  • chat bocor,
  • foto bocor,
  • password bocor.

Tetapi lupa… amal juga “tersimpan di cloud akhirat.”

Bedanya: ini bukan bisa dihapus pakai tombol delete.

Malaikat tidak pernah bilang: “File corrupted.”


3. Tidak Ada Kezaliman di Hari Kiamat

Jamaah sekalian…

Allah menegaskan:

وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
“Mereka tidak dizalimi.”

Allah Maha Adil.

Yang rajin ibadah tidak akan disamakan dengan yang durhaka.


Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Al-Kahfi Ayat 49

وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا

Artinya:

“Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.”
(QS. Al-Kahfi: 49)


Hadis Tentang Hisab

HR. Bukhari dan Muslim

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتّٰى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ

Artinya:

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara…”
(HR. Sunan At-Tirmidzi)

Di antaranya:

  • umurnya digunakan untuk apa,
  • ilmunya diamalkan atau tidak,
  • hartanya dari mana dan ke mana,
  • tubuhnya dipakai untuk apa.

Penjelasan Ulama

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali menjelaskan: Hisab adalah bentuk keadilan Allah agar manusia melihat sendiri hasil amalnya.


Humor 

Sekarang kalau ditanya istri: “Uangnya habis buat apa?”

Sebagian suami langsung: “Eee… anu… itu…”

Kalau di dunia saja sudah gugup… bagaimana nanti saat Allah bertanya: “Umurmu kau habiskan untuk apa?”


4. Persiapkan Jawaban Sebelum Hari Hisab

Jamaah rahimakumullah…

Sebelum datang hari:

  • mulut terkunci,
  • tangan bersaksi,
  • kaki menjadi saksi,
  • amal diputar ulang…

Maka persiapkan diri sekarang.


Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Yasin Ayat 65

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya:

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
(QS. Yasin: 65)


Humor 

Sekarang orang: hapus history browser cepat sekali.

Tetapi lupa: malaikat Raqib dan Atid tidak pernah logout.

Kalau CCTV dunia masih bisa mati listrik… CCTV akhirat tidak pernah mati.


Pesan Inti Ceramah

1. Hari kiamat adalah hari pertanggungjawaban pribadi

2. Semua amal akan dibalas dengan sempurna

3. Allah Maha Adil dan tidak menzalimi siapa pun

4. Persiapkan jawaban sebelum datang hari hisab

Karena yang akan menyelamatkan kita nanti: bukan popularitas, bukan jabatan, bukan kekayaan…

Tetapi iman dan amal saleh.


Doa 

اللّٰهُمَّ حَاسِبْنَا حِسَابًا يَسِيْرًا.

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ كِتَابَنَا فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَلَا تَجْعَلْهُ فِيْ سِجِّيْنٍ.

اللّٰهُمَّ ثَقِّلْ مَوَازِيْنَ حَسَنَاتِنَا وَخَفِّفْ عَنَّا سُوْءَ الْحِسَابِ.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ أَجْمَعِيْنَ.

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا.

وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Tidak ada komentar