Hidayah Itu Milik Allah, Tugas Kita Menyampaikan

Materi Ceramah Tafsir Al-Qur’an Surah An-Naḥl Ayat 37

“Hidayah Itu Milik Allah, Tugas Kita Menyampaikan”


Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Swt. Dialah yang memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Kadang kita sedih melihat orang yang dinasihati tidak berubah. Sudah dikasih ceramah panjang… masih begitu juga. Sudah dikirimi tausiyah… malah centang dua tapi tidak dibaca. Bahkan ada yang kalau dikirimi video kajian jawabnya:

“Nanti saya tonton…”
Padahal “nanti”-nya itu mungkin nunggu kiamat episode dua.

Maka ayat ini turun sebagai penghibur bagi Rasulullah saw dan juga penghibur bagi para dai, guru, orang tua, bahkan pasangan hidup yang capek menasihati.


Ayat yang Dibahas

Al-Qur’an Surah An-Naḥl Ayat 37

اِنْ تَحْرِصْ عَلٰى هُدٰىهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ يُّضِلُّ وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ

Artinya:

“Jika engkau (Muhammad) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan mereka tidak mempunyai penolong.”


1. Rasulullah Sangat Menginginkan Umatnya Mendapat Hidayah

Jamaah rahimakumullah…

Nabi Muhammad saw bukan hanya sekadar menyampaikan wahyu. Beliau sangat mencintai umatnya. Bahkan sampai sedih luar biasa ketika banyak orang menolak dakwah.

Allah berfirman:

Surah Al-Kahfi ayat 6

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

Artinya:

“Maka barangkali engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu karena sedih setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini.”

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Nabi hampir “menghancurkan dirinya” karena terlalu sedih melihat manusia menolak iman.

Subhanallah…

Kita kadang baru ngajak anak salat tiga kali sudah berkata:

“Terserah deh!”

Nabi berdakwah 23 tahun, dilempari batu, dihina, dituduh gila, tapi tetap mendoakan umatnya.


2. Hidayah Ada Dua: Menunjukkan Jalan dan Membuka Hati

Para ulama menjelaskan bahwa hidayah ada dua jenis:

a. Hidayah Irsyad (Menunjukkan Jalan)

Ini tugas para nabi, ulama, guru, orang tua.

b. Hidayah Taufiq (Membuka Hati)

Ini hanya milik Allah.

Dalilnya:

Surah Al-Qaṣaṣ ayat 56

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ

Artinya:

“Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun tentang Abu Thalib, paman Nabi saw. Nabi sangat mencintainya. Namun beliau wafat belum mengucapkan syahadat.

Imam An-Nawawi

Dalam Syarah Shahih Muslim dijelaskan:

“Hidayah taufiq sepenuhnya milik Allah.”

Karena itu jangan sombong kalau kita rajin ibadah. Bisa jadi hari ini rajin tahajud, besok malah kalah sama alarm.


3. Mengapa Ada Orang yang Tidak Mendapat Hidayah?

Allah tidak menzalimi manusia.

Mereka sendiri yang memilih jalan kesesatan.

Surah Aṣ-Ṣaff ayat 5

فَلَمَّا زَاغُوْٓا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ

Artinya:

“Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.”

Penjelasan Ulama

Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan:

“Allah menyesatkan orang yang memilih kesesatan.”

Artinya:

  • mereka menolak nasihat,
  • menentang kebenaran,
  • sombong,
  • mengikuti hawa nafsu.

Maka hati mereka makin keras.

Ibarat HP…

Kalau terus dipakai buat yang aneh-aneh, virus masuk semua.

Awalnya lemot.
Lama-lama hang.
Akhirnya hidup cuma buat buka status orang.


4. Jangan Putus Asa Berdakwah

Walaupun hidayah milik Allah, kita tetap wajib menyampaikan.

Surah Al-Māidah ayat 92

فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا عَلٰى رَسُوْلِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

Artinya:

“Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan jelas.”

Hadis Nabi saw

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Artinya:

“Sampaikan dariku walau satu ayat.”
(HR. Bukhari)

Shahih Bukhari

Maka:

  • orang tua tetap menasihati anak,
  • guru tetap mendidik murid,
  • suami tetap mengajak keluarga,
  • istri tetap mengingatkan suami.

Karena tugas kita menyampaikan, bukan memaksa.


5. Bahaya Menolak Kebenaran Berulang Kali

Hati manusia bisa mati.

Na‘udzubillah.

Hadis Nabi saw

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ

Artinya:

“Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan dosa, akan muncul titik hitam di hatinya.”

(HR. Tirmidzi)

Sunan At-Tirmidzi

Kalau terus dosa tanpa taubat:

  • hati keras,
  • nasihat masuk telinga kiri keluar lewat status WhatsApp,
  • kajian terasa membosankan,
  • maksiat terasa biasa.

Itulah bahaya dosa.


Humor : “GPS Hidayah”

Ada orang naik motor pakai GPS.

GPS bilang:

“Belok kiri.”

Dia malah belok kanan.

GPS bilang:

“Putar balik.”

Dia tetap ngotot.

Akhirnya masuk sawah.

Lalu dia marah:

“Dasar GPS jelek!”

Padahal yang salah siapa?

Begitulah manusia.

Al-Qur’an sudah memberi petunjuk:

  • jangan zina,
  • jangan sombong,
  • jangan syirik,
  • salat,
  • taat.

Eh malah bilang:

“Kenapa hidup saya berantakan?”

Kalau hidup melawan petunjuk Allah, jangan heran kalau hati terasa seperti sinyal WiFi tetangga:

kadang nyambung… kadang hilang.


6. Pelajaran Penting dari Ayat Ini

a. Hidayah adalah nikmat terbesar

Bukan rumah besar. Bukan mobil mewah. Bukan followers banyak.

Kalau hati dekat kepada Allah, itu nikmat luar biasa.

b. Jangan sombong dengan iman

Karena iman bisa naik turun.

c. Jangan berhenti mendoakan orang lain

Bisa jadi hari ini keras… besok jadi ahli masjid.

Umar bin Khattab dahulu memusuhi Islam, akhirnya jadi khalifah besar.

d. Jangan menolak nasihat

Karena hati yang terus menolak bisa tertutup.


Kisah Menyentuh

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Az-Zuhd meriwayatkan:

Ada seorang ahli maksiat yang selalu mendengar azan tetapi tidak pernah salat. Ketika sakaratul maut, ia ingin mengucapkan syahadat namun lidahnya berat.

Kenapa?

Karena hati yang terlalu lama jauh dari Allah akhirnya sulit kembali.

Maka jangan tunggu tua untuk hijrah.

Kuburan tidak khusus umur 70 tahun.

Kadang yang muda lebih dulu dipanggil.


Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah…

Ayat ini mengajarkan:

  • dakwah itu kewajiban,
  • hidayah milik Allah,
  • jangan sombong,
  • jangan putus asa,
  • teruslah berdoa.

Karena hati manusia berada di antara dua jari Allah Yang Maha Rahman.

Doa

اللّٰهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ

“Ya Allah berilah kami hidayah bersama orang-orang yang Engkau beri hidayah, sehatkan kami bersama orang-orang yang Engkau sehatkan, dan lindungilah kami bersama orang-orang yang Engkau lindungi.”

آمين يا رب العالمين۔

Tidak ada komentar