Misi Semua Rasul: Tauhid dan Menjauhi Ṭāghūt
Materi Ceramah: “Misi Semua Rasul: Tauhid dan Menjauhi Ṭāghūt”
Tafsir Surah An-Naḥl Ayat 36
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba‘du.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Hari ini manusia punya banyak “tuhan” selain Allah:
- ada yang menyembah uang,
- ada yang menyembah jabatan,
- ada yang menyembah popularitas,
- bahkan ada yang hidupnya dikendalikan notifikasi HP 😭
Begitu HP bunyi: “ting!”
Langsung dijawab.
Tapi azan berkumandang: “Allahu Akbar…”
Jawabnya: “Nanti dulu…” 🤣
Padahal yang memanggil azan itu Rabb semesta alam.
Ayat yang Dibahas
Firman Allah Ta‘ala
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۗ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
Artinya:
“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah dan jauhilah ṭāghūt.’ Kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).”
(QS. An-Naḥl: 36)
1. Misi Semua Nabi Sama: Tauhid
Jamaah…
Semua nabi datang membawa satu pesan:
Pesan Tauhid
“Sembahlah Allah dan jauhilah ṭāghūt.”
Mulai dari:
- Nabi Adam,
- Nabi Nuh,
- Nabi Ibrahim,
- Nabi Musa,
- Nabi Isa,
- sampai Nabi Muhammad ﷺ,
semuanya menyeru: “Hanya Allah yang berhak disembah.”
Dalil Al-Qur’an
Firman Allah
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ
Artinya:
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau melainkan Kami wahyukan kepadanya: Tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.”
(QS. Al-Anbiyā’: 25)
Apa Itu Ṭāghūt?
Imam Ibnul Qayyim
Dalam I‘lāmul Muwaqqi‘īn menjelaskan:
Ṭāghūt adalah segala sesuatu yang membuat manusia melampaui batas dalam penyembahan, ketaatan, atau pengagungan selain kepada Allah.
Jadi ṭāghūt bisa:
- berhala,
- setan,
- dukun,
- hawa nafsu,
- bahkan manusia yang diikuti dalam kemaksiatan.
2. Ada yang Mendapat Hidayah, Ada yang Tersesat
Allah berfirman:
فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ
Pelajaran besar:
Hidayah itu mahal.
Bukan soal:
- pintar,
- kaya,
- terkenal.
Berapa banyak orang pintar tapi sombong kepada Allah.
Dan berapa banyak orang sederhana tapi dekat dengan Allah.
Hadis Nabi ﷺ
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَاَمْوَالِكُمْ وَلٰكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَاَعْمَالِكُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Imam Muslim)
Humor
Ada orang bilang: “Saya mau dapat hidayah.”
Tapi:
- Qur’an berdebu,
- masjid jauh,
- pengajian malas,
- tapi drama 300 episode tamat 😭🤣
Subhanallah…
Yang dicari hidayah…
yang dikejar malah episode terakhir.
3. Belajarlah dari Sejarah
Allah memerintahkan:
فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
Artinya:
“Maka berjalanlah di bumi dan lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan.”
Maksudnya apa?
Lihat sejarah:
- Fir‘aun tenggelam,
- Kaum ‘Ād dihancurkan angin,
- Tsamud dihancurkan suara keras,
- Qarun ditelan bumi.
Semua karena:
- sombong,
- menolak kebenaran,
- melawan Allah.
Penjelasan Ulama
Imam Al-Qurṭubi
Dalam Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’an:
Allah memerintahkan manusia mengambil pelajaran dari kehancuran umat terdahulu agar tidak mengulangi kesalahan mereka.
4. Islam Mengajarkan Berpikir dan Meneliti
Ayat ini luar biasa…
Allah menyuruh manusia:
- berjalan,
- melihat,
- memperhatikan sejarah,
- meneliti kehancuran umat.
Ini menunjukkan Islam bukan agama ikut-ikutan buta.
Islam mendorong:
- tadabbur,
- observasi,
- penelitian,
- perenungan sejarah.
Dalil Pendukung
قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ بَدَاَ الْخَلْقَ
Artinya:
“Katakanlah: Berjalanlah di bumi lalu perhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 20)
5. Jangan Merasa Aman dari Azab Allah
Kadang manusia merasa:
- teknologi maju,
- gedung tinggi,
- ekonomi kuat.
Padahal umat terdahulu juga hebat.
Kaum ‘Ād punya kekuatan luar biasa.
Fir‘aun punya kerajaan besar.
Tetapi ketika Allah murka…
Selesai.
Humor
Sekarang manusia sombong karena followers banyak.
Padahal…
besok kalau sinyal hilang saja sudah panik: “Ya Allah hidupku hancur…” 🤣
Baru kehilangan WiFi lima menit:
- jalan mondar-mandir,
- angkat HP ke atas,
- dekat jendela,
- kadang HP yang disalahkan 😭
Padahal yang perlu diperbaiki kadang bukan sinyal HP…
tetapi sinyal hati kepada Allah.
Pesan Penting Ceramah
1. Semua nabi mengajarkan tauhid.
Sembah Allah saja.
2. Jauhi ṭāghūt.
Apa pun yang menjauhkan dari Allah.
3. Hidayah harus dicari.
Bukan ditunggu sambil rebahan.
4. Belajar dari sejarah.
Jangan ulangi kesalahan umat terdahulu.
5. Jangan sombong.
Karena kehancuran sering dimulai dari kesombongan.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Hari ini kita masih diberi kesempatan:
- mendengar ayat,
- menghadiri majelis ilmu,
- mengingat Allah.
Jangan tunggu sampai hati mengeras.
Karena kalau hati sudah keras:
- nasihat dianggap gangguan,
- Qur’an terasa berat,
- maksiat terasa nikmat.
Na‘ūdzu billāh.
Doa
اللهم اهدنا إلى صراطك المستقيم، واجعلنا من أهل التوحيد، وجنبنا الطاغوت والضلال، واجعلنا ممن يستمعون القول فيتبعون أحسنه.
“Ya Allah, tunjukilah kami jalan-Mu yang lurus. Jadikan kami ahli tauhid. Jauhkan kami dari ṭāghūt dan kesesatan. Jadikan kami orang-orang yang mendengar nasihat lalu mengikuti yang terbaik darinya.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment