Hijrah Karena Allah: Meninggalkan yang Dicintai, Mendapatkan yang Lebih Mulia
Materi Ceramah
“Hijrah Karena Allah: Meninggalkan yang Dicintai, Mendapatkan yang Lebih Mulia”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Hari ini kita akan membahas tentang hijrah karena Allah. Bukan sekadar pindah tempat, tetapi pindah hati, pindah kebiasaan, pindah dari gelap menuju cahaya Allah.
1. Ayat Utama: Janji Allah bagi Orang yang Hijrah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 41
وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا فِى اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوْا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ۗ وَلَاَجْرُ الْاٰخِرَةِ اَكْبَرُ ۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Artinya:
“Dan orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih besar, sekiranya mereka mengetahui.”
Penjelasan Ayat
Ayat ini berbicara tentang kaum Muhajirin yang rela meninggalkan:
- rumah,
- harta,
- keluarga,
- kampung halaman,
demi mempertahankan iman mereka.
Mereka tidak pindah karena bisnis.
Tidak pindah karena promo cicilan rumah syariah.
Tetapi pindah karena Allah.
2. Tafsir Para Ulama
Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim:
“Allah menjanjikan bagi orang-orang yang berhijrah karena-Nya tempat tinggal yang baik di dunia dan pahala yang besar di akhirat.”
Beliau menjelaskan bahwa:
- Allah memberi kemenangan kepada kaum Muhajirin,
- memberi keamanan,
- memberi kedudukan mulia,
- dan akhirnya Islam menyebar ke seluruh jazirah Arab.
Kitab Rujukan
- Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, jilid tafsir Surah An-Naḥl ayat 41.
Tafsir Al-Qurṭubi
Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi’ li Aḥkām al-Qur’an menjelaskan:
“Hijrah bukan hanya berpindah negeri, tetapi meninggalkan segala yang dimurkai Allah.”
Artinya:
- meninggalkan maksiat,
- meninggalkan lingkungan buruk,
- meninggalkan dosa yang terus diulang.
3. Hakikat Hijrah dalam Sunnah Nabi ﷺ
Hadis Tentang Hijrah
Rasulullah ﷺ bersabda:
اَلْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya:
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.”
(HR. Sahih al-Bukhari)
Ulasan Ulama
Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim:
“Hijrah yang paling utama setelah Fathu Makkah adalah hijrah dari maksiat menuju ketaatan.”
Jadi…
- meninggalkan riba → hijrah,
- meninggalkan judi → hijrah,
- meninggalkan shalat bolong-bolong → hijrah,
- meninggalkan ghibah → hijrah.
Kadang orang bilang:
“Saya belum hijrah.”
Padahal jenggot sudah panjang, gamis sudah sampai mata kaki.
Tetapi…
masih suka nyinyir di grup WhatsApp.
Berarti yang hijrah baru lemari bajunya… hati dan lisannya belum ikut pindah.
4. Pengorbanan dalam Hijrah
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Baqarah ayat 218
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Pelajaran
Hijrah selalu ada harga yang harus dibayar.
Kadang:
- kehilangan teman,
- dicibir,
- dianggap sok alim,
- dianggap berubah.
Dulu waktu belum rajin ke masjid:
“Ayo nongkrong!”
Begitu rajin ngaji:
“Wah sekarang ustaz nih…”
Padahal baru hafal satu hadis, itu pun masih lihat Google
5. Allah Tidak Pernah Menyia-nyiakan Pengorbanan
Hadis Nabi ﷺ
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
Artinya:
“Sesungguhnya engkau tidak meninggalkan sesuatu karena Allah, melainkan Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.”
(HR. Musnad Ahmad)
Penjelasan
Kalau seseorang meninggalkan:
- pacaran haram,
- bisnis haram,
- pergaulan buruk,
karena Allah…
mungkin awalnya terasa berat.
Tetapi Allah siapkan:
- ketenangan,
- keberkahan,
- rezeki halal,
- keluarga saleh,
- dan hati yang damai.
6. Contoh Hijrah Para Sahabat
Hijrah ke Habasyah
Kaum Muslimin dulu hijrah ke Habasyah demi menyelamatkan iman.
Mereka rela:
- jadi orang asing,
- hidup susah,
- meninggalkan tanah kelahiran.
Namun akhirnya Allah muliakan mereka.
Kisah Umar bin Khaṭṭab
Umar bin Khattab berkata kepada kaum Muhajirin:
“Ini adalah balasan dunia yang Allah janjikan untuk kalian, sedangkan balasan akhirat lebih besar lagi.”
7. Hijrah Zaman Sekarang
Hijrah hari ini mungkin bukan pindah kota.
Tetapi:
- pindah dari malas shalat menjadi rajin,
- pindah dari tontonan haram menjadi Qur’an,
- pindah dari dendam menjadi pemaaf,
- pindah dari sombong menjadi tawadhu.
Kadang yang paling jauh bukan Jakarta ke Madinah…
tetapi dari sajadah ke kasur saat subuh.
Alarm bunyi:
“Allahu Akbar…”
Kita jawab:
“5 menit lagi…”
Tahu-tahu bangun:
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Shalat Subuhnya sudah jadi kultum imam masjid.
(Jamaah biasanya pecah tertawa)
8. Ganjaran Hijrah
Surah Az-Zumar ayat 10
اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
Ulasan Ulama
Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan dalam Jāmi’ al-‘Ulūm wal-Ḥikam:
“Hijrah dari hawa nafsu adalah jihad terbesar bagi seorang mukmin.”
Karena musuh terberat bukan tetangga…
tetapi nafsu sendiri.
Kadang lawan setan lebih gampang daripada lawan diskon tanggal kembar di marketplace.
Niatnya buka aplikasi cuma mau lihat pesan…
eh pulangnya checkout tiga barang.
(Jamaah tertawa)
9. Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Hijrah bukan tentang siapa paling cepat berubah.
Tetapi siapa yang terus berusaha mendekat kepada Allah.
Jangan takut kehilangan dunia karena taat.
Karena Allah tidak pernah kalah dalam membalas pengorbanan hamba-Nya.
Kalau kita meninggalkan sesuatu karena Allah… Allah siapkan sesuatu yang jauh lebih baik.
Doa
اللَّهُمَّ اهْدِنَا وَاهْدِ بِنا وَاجْعَلْنَا سَبَبًا لِمَنِ اهْتَدَى
“Ya Allah, berilah kami petunjuk, jadikan kami orang yang mendapat petunjuk dan menjadi sebab orang lain mendapat petunjuk.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُهَاجِرِينَ إِلَيْكَ بِقُلُوبِنَا وَأَعْمَالِنَا
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang berhijrah kepada-Mu dengan hati dan amal kami.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment