Kun Fayakūn — Jika Allah Berkehendak, Tidak Ada yang Mustahil
Materi Ceramah
“Kun Fayakūn — Jika Allah Berkehendak, Tidak Ada yang Mustahil”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Manusia sering berkata:
- “Ah itu mustahil…”
- “Mana mungkin terjadi…”
- “Tidak akan bisa…”
Karena manusia mengukur segala sesuatu dengan kemampuan dirinya.
Padahal Allah tidak terbatas oleh logika manusia.
Allah berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 40:
اِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ اِذَآ اَرَدْنٰهُ اَنْ نَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Artinya:
“Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.”
1. Kekuasaan Allah Tidak Terbatas
Kalau manusia ingin membuat sesuatu:
- perlu bahan,
- perlu tenaga,
- perlu waktu,
- perlu modal,
- kadang perlu utang juga 😄
Tetapi Allah hanya berkata:
Maka terjadilah.
Dalil Al-Qur’an
Allah berfirman dalam Surah Yasin ayat 82:
اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔا اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Artinya:
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.”
Penjelasan Ulama
Ibnu Katsir menjelaskan:
“Ayat ini menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Tidak ada sesuatu pun yang mampu menghalangi kehendak-Nya.”
Rujukan:
Tafsir Ibnu Katsir, Surah Yasin ayat 82.
2. Allah Tidak Membutuhkan Proses Seperti Makhluk
Manusia kalau mau membangun rumah:
- gambar dulu,
- cari tukang,
- beli semen,
- tunggu berbulan-bulan.
Kadang rumah belum jadi… uangnya sudah jadi kenangan.
😄
Tetapi Allah menciptakan langit dan bumi tanpa kesulitan sedikit pun.
Allah berfirman dalam Surah Al-Qamar ayat 50:
وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍۢ بِالْبَصَرِ
Artinya:
“Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.”
Ulasan Ulama
Al-Baghawi berkata:
“Allah tidak membutuhkan alat, bantuan, ataupun waktu dalam melaksanakan kehendak-Nya.”
Rujukan:
Ma’alim at-Tanzil karya Al-Baghawi.
3. Kebangkitan Setelah Mati Sangat Mudah Bagi Allah
Manusia heran: “Bagaimana tulang yang sudah hancur bisa hidup lagi?”
Padahal Allah yang menciptakan pertama kali.
Allah berfirman dalam Surah Luqman ayat 28:
مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ اِلَّا كَنَفْسٍ وَّاحِدَةٍ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ
Artinya:
“Menciptakan dan membangkitkan kamu hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Penjelasan
Bagi manusia:
- menghidupkan satu orang saja mustahil.
- apalagi miliaran manusia.
Tetapi bagi Allah:
- menciptakan satu manusia,
- menciptakan seluruh manusia, sama mudahnya.
Humor
Kadang manusia terlalu percaya diri.
WiFi rumah mati 5 menit saja:
- panik,
- marah,
- hidup terasa gelap.
😄
Lalu berkata: “Aku menguasai dunia digital.”
Padahal password router saja lupa.
Sementara Allah mengatur:
- matahari,
- bulan,
- galaksi,
- kehidupan,
- kematian, tanpa pernah error.
4. Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah
Ketika Nabi Ibrahim dilempar ke api, Allah berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 69:
قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
Artinya:
“Kami berfirman: ‘Wahai api! Jadilah dingin dan penyelamat bagi Ibrahim.’”
Api yang biasanya membakar… tiba-tiba menjadi dingin.
Hikmah
Kalau Allah sudah berkehendak:
- yang mustahil menjadi mungkin,
- yang sempit menjadi lapang,
- yang sakit menjadi sembuh,
- yang miskin menjadi cukup,
- yang sedih menjadi tenang.
5. Doa dan Tawakal kepada Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
اِحْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ
Artinya:
“Jagalah Allah (agama-Nya), niscaya Allah menjagamu.”
(HR. Sunan at-Tirmidzi)
Penjelasan
Kadang manusia lebih yakin kepada:
- saldo ATM,
- relasi,
- jabatan, daripada kepada Allah.
Padahal semua itu bisa hilang kapan saja.
Yang tidak pernah hilang hanyalah pertolongan Allah.
6. Allah Menghendaki Sesuatu dengan Hikmah
“Kun fayakun” bukan berarti semua keinginan manusia langsung terjadi.
Kadang manusia berkata: “Ya Allah, kok doa saya belum terkabul?”
Padahal mungkin:
- waktunya belum tepat,
- Allah sedang menguji,
- atau Allah mengganti dengan yang lebih baik.
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 216:
وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ
Artinya:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu.”
Humor
Ada orang habis tahajud langsung lihat jendela: “Mana rezekinya turun?”
😄
Padahal doa itu bukan layanan pesan antar instan: “Order sekarang, lima menit sampai.”
Allah mengabulkan dengan:
- cara terbaik,
- waktu terbaik,
- dan hasil terbaik.
Kadang manusia maunya cepat…
tetapi Allah maunya tepat.
7. Orang Beriman Yakin pada Kekuasaan Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ
Artinya:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.”
(HR. Sunan at-Tirmidzi)
Hikmah
Burung tidak punya:
- sawah,
- kontrakan,
- rekening,
- dompet digital.
Tetapi setiap pagi ia keluar dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.
Karena Allah yang menjamin rezekinya.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Ayat “Kun Fayakūn” mengajarkan:
- Allah Maha Kuasa,
- Allah tidak terbatas,
- Allah mampu melakukan apa saja.
Maka jangan pernah putus asa:
- dari rahmat Allah,
- dari pertolongan Allah,
- dari ampunan Allah.
Kalau Allah sudah berkata:
maka tidak ada satu pun yang mampu menghalangi.
Doa
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
Artinya:
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau mampu menjadikan kesulitan apabila Engkau kehendaki menjadi mudah.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment