Jangan Jadikan Setan Sebagai Pemimpin Hidup

Ceramah: “Jangan Jadikan Setan Sebagai Pemimpin Hidup”

Muqaddimah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Amma ba’du.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Di zaman sekarang, banyak manusia merasa dirinya modern, pintar, dan bebas. Namun tanpa sadar, justru hidupnya dikendalikan oleh hawa nafsu dan bisikan setan. Allah telah memperingatkan kita agar tidak menjadikan setan sebagai pemimpin hidup.


Ayat Pokok Ceramah

Surah An-Naḥl ayat 100

Artinya:

“Pengaruh setan hanyalah terhadap orang-orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.”


1. Siapa Orang yang Dikuasai Setan?

Allah menyebut dua golongan:

Pertama:

Orang yang menjadikan setan sebagai wali, pemimpin, teman dekat, dan panutan.

Kedua:

Orang-orang musyrik yang mempersekutukan Allah.

Jamaah sekalian…

Setan tidak memaksa manusia dengan senjata. Ia hanya:

  • membisikkan,
  • menghias keburukan,
  • membuat dosa terasa indah.

Lalu manusia sendiri yang mengikuti.


Tafsir Para Ulama

Imam Ibnu Katsir

Dalam:

  • Tafsir Ibnu Katsir

Beliau menjelaskan:

“Setan hanya berkuasa atas orang yang taat kepadanya, mengikuti bisikannya, dan meninggalkan perintah Allah.”

Artinya… Kalau seseorang rajin mengikuti hawa nafsu, malas ibadah, dan suka maksiat, sebenarnya ia sedang memberikan “akses VIP” kepada setan.


Imam Al-Qurṭubi

Dalam:

  • Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an

Beliau berkata:

“Yang dimaksud menjadikan setan sebagai wali adalah menaati setan dalam kemaksiatan.”

Bukan berarti orang itu menyembah setan secara langsung. Tetapi ketika manusia lebih memilih bisikan setan daripada perintah Allah, itu tanda setan sudah memimpin hidupnya.


2. Langkah-Langkah Setan Sangat Halus

Allah berfirman:

Surah Al-Baqarah ayat 168

Artinya:

“Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagi kalian.”

Perhatikan…

Allah tidak mengatakan: “Jangan ikuti lompatan setan.”

Tetapi: “langkah-langkah setan.”

Karena setan menyesatkan manusia pelan-pelan.

Awalnya:

  • cuma malas shalat sekali,
  • lalu jadi sering,
  • lalu meninggalkan,
  • lalu merasa biasa.

Awalnya:

  • cuma lihat yang haram sebentar,
  • lalu ketagihan,
  • lalu rusak hati.

Setan itu seperti rayap. Diam… Tidak terdengar… Tahu-tahu rumah roboh.


Humor 

Setan zaman sekarang mungkin bingung…

Dulu susah menggoda orang.

Sekarang? Orang bangun tidur bukan baca doa…

Tapi langsung cek:

  • notifikasi,
  • story mantan,
  • komentar netizen,
  • diskon tanggal kembar.

Belum wudhu… Jempolnya sudah tahajud duluan di TikTok.


3. Setan Mengajak kepada Kekejian dan Kemungkaran

Allah berfirman:

Surah An-Nūr ayat 21

Artinya:

“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan keji.”

Jamaah…

Tidak ada dosa kecil yang aman kalau terus dipelihara.

Karena setan punya strategi:

  • dosa kecil dibiasakan,
  • hati dibuat kebal,
  • akhirnya dosa besar terasa ringan.

Hadis Tentang Bahaya Mengikuti Setan

Rasulullah ﷺ bersabda

Artinya:

“Sesungguhnya setan berjalan dalam diri manusia seperti aliran darah.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Kitab rujukan:

  • Shahih al-Bukhari
  • Shahih Muslim

Penjelasan Imam An-Nawawi

Dalam:

  • Syarh Shahih Muslim

Beliau menjelaskan:

“Hadis ini menunjukkan betapa dekatnya godaan setan dengan manusia. Karena itu manusia harus selalu menjaga dzikir dan ketaatan.”


4. Bahaya Syirik: Puncak Kemenangan Setan

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Target terbesar setan bukan sekadar membuat manusia malas ibadah.

Target akhirnya adalah:

  • syirik,
  • kufur,
  • jauh dari Allah.

Firman Allah

Surah Luqmān ayat 13

Artinya:

“Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar.”


Ulasan Ibnul Qayyim

Dalam:

  • Ighatsatul Lahfan

Beliau menjelaskan:

“Semua maksiat adalah pintu menuju penghambaan kepada setan.”

Karena itu dosa tidak boleh diremehkan.


Humor 

Ada orang kalau HP kena virus:

  • panik,
  • install antivirus,
  • reset data,
  • update sistem.

Tapi kalau hati kena virus:

  • iri,
  • sombong,
  • riya,
  • malas ibadah…

Malah bilang: “Namanya juga manusia…”

Padahal kalau iman lemot terus, hati bisa “hang” total!


5. Cara Agar Tidak Dipimpin Setan

a. Perbanyak Dzikir

Allah berfirman:

Surah Ar-Ra‘d ayat 28

Artinya:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”


b. Membaca Al-Qur’an

Hadis Nabi ﷺ

Artinya:

“Setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah.”

(HR Muslim)

Kitab rujukan:

  • Shahih Muslim

c. Berteman dengan Orang Saleh

Rasulullah ﷺ bersabda:

Artinya:

“Seseorang mengikuti agama teman dekatnya.”

(HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Kitab rujukan:

  • Sunan Abi Dawud
  • Jami' at-Tirmidzi

Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah…

Kalau kita tidak menjadikan Allah sebagai pemimpin hidup, maka setan akan mengambil posisi itu.

Karena hidup manusia pasti dipimpin oleh sesuatu:

  • dipimpin iman,
  • atau dipimpin hawa nafsu.

Maka mari:

  • perkuat tauhid,
  • jauhi syirik,
  • rajin dzikir,
  • dekat dengan Al-Qur’an,
  • dan jangan beri ruang sedikit pun bagi setan dalam hati kita.

Doa 

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَنَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوبَنَا مُعَلَّقَةً بِكَ، وَاحْفَظْنَا مِنْ مَكَائِدِ الشَّيْطَانِ وَوَسَاوِسِهِ.

اللَّهُمَّ ثَبِّتْنَا عَلَى التَّوْحِيدِ وَالسُّنَّةِ حَتَّى نَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Tidak ada komentar