Orang Beriman Tidak Mudah Dikuasai Setan
Ceramah: “Orang Beriman Tidak Mudah Dikuasai Setan”
Muqaddimah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Amma ba’du.
Jamaah yang dirahmati Allah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Karena hanya dengan iman, tawakal, dan kedekatan kepada Allah, manusia mampu selamat dari tipu daya setan.
Ayat Pokok Ceramah
Firman Allah dalam Surah An-Naḥl ayat 99
Artinya:
“Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan mereka.”
1. Setan Tidak Bisa Menguasai Hamba yang Beriman
Jamaah sekalian…
Allah tidak mengatakan setan itu tidak menggoda. Setan tetap menggoda. Tetapi Allah menegaskan bahwa setan tidak memiliki “sulṭān” — kekuasaan penuh — atas orang beriman.
Tafsir Para Ulama
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm
Beliau menjelaskan:
“Setan tidak memiliki hujjah, kekuatan, ataupun kemampuan untuk menyesatkan hamba yang hatinya dipenuhi iman dan tawakal.”
Kitab rujukan:
- Tafsir Ibnu Katsir
Imam Al-Qurṭubi dalam Al-Jāmi’ li Aḥkām al-Qur’ān
Beliau berkata:
“Tawakal adalah benteng hati. Semakin kuat tawakal seseorang, semakin lemah pengaruh setan terhadap dirinya.”
Kitab rujukan:
- Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an
2. Senjata Orang Beriman: Tawakal
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Kadang kita takut pada setan, takut pada sihir, takut pada gangguan gaib. Tetapi lupa memperkuat tawakal kepada Allah.
Padahal Allah berfirman:
Surah Āli ‘Imrān ayat 173
Artinya:
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.”
Penjelasan Ulama
Imam Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan dalam:
- Mafatih al-Ghaib
Bahwa tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah setelah ikhtiar maksimal.
3. Setan Sangat Lemah
Allah berfirman:
Surah An-Nisā’ ayat 76
Artinya:
“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”
Jamaah…
Kadang setannya tidak kuat, tapi manusianya yang terlalu akrab dengan godaan.
Setan cuma bisik: “Besok aja tobatnya…”
Eh… besoknya bilang lagi: “Masih muda…”
Nanti pas uban datang: “Masih sempat…”
Pas lutut bunyi “kretek kretek” waktu bangun tidur, baru panik cari kajian!
Humor
Ada orang kalau mau tidur baca:
- doa tidur: tidak,
- ayat kursi: tidak,
- dzikir: tidak…
Tapi nonton horor jam 12 malam.
Begitu lampu dimatikan…
Gantungan baju dikira pocong.
Sandal terbalik dikira ada makhluk lewat.
Padahal yang paling seram sebenarnya: tagihan pinjol dan tanggal tua.
Jamaah ketawa boleh… asal jangan lupa istighfar juga.
4. Dzikir Membakar Gangguan Setan
Hadis Nabi ﷺ
Riwayat Bukhari dan Muslim
Artinya:
“Apabila nama Allah disebut, setan akan mundur.”
Kitab rujukan:
- Shahih al-Bukhari
- Shahih Muslim
Penjelasan
Imam An-Nawawi menjelaskan:
“Dzikir adalah senjata hati. Sebagaimana senjata melindungi tubuh dari musuh, dzikir melindungi hati dari setan.”
Rujukan:
- Syarh Shahih Muslim
5. Rumah yang Dibacakan Al-Qur’an Dijauhi Setan
Hadis Nabi ﷺ
Artinya:
“Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah.”
(HR Muslim)
Kitab rujukan:
- Shahih Muslim
6. Mengapa Setan Mudah Menguasai Sebagian Orang?
Karena:
- hati kosong dari iman,
- jauh dari shalat,
- malas dzikir,
- senang maksiat,
- hidup tanpa ilmu.
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata dalam:
- Ighatsatul Lahfan
“Hati yang kosong dari dzikir seperti rumah kosong yang dihuni pencuri.”
Kalau rumah kosong saja gampang dimasuki maling, apalagi hati kosong dari Allah.
Humor
Sekarang banyak orang takut:
- baterai HP tinggal 5%, tapi tidak takut:
- iman tinggal 5%.
Kalau sinyal hilang: “Ya Allah… susah hidup!”
Tapi hubungan dengan Allah hilang: “Besok aja tobat…”
Na‘ūdzu billāh.
7. Cara Praktis Melindungi Diri dari Setan
a. Menjaga Shalat
Allah berfirman:
Surah Al-‘Ankabūt ayat 45
Artinya:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
b. Membaca Al-Qur’an
Surah Al-Isrā’ ayat 82
Artinya:
“Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.”
c. Membaca Ta’awudz
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Setan tidak pernah libur menggoda manusia. Tetapi Allah juga tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman.
Kalau hati dekat kepada Allah:
- setan melemah,
- hati menjadi tenang,
- hidup terasa ringan.
Tetapi kalau jauh dari Allah:
- hati gelisah,
- ibadah berat,
- maksiat terasa nikmat.
Maka mari:
- perkuat iman,
- hidupkan dzikir,
- rajin membaca Al-Qur’an,
- dan bertawakal hanya kepada Allah.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَنَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ.
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَاحْفَظْنَا مِنْ فِتَنِ الشَّيْطَانِ وَوَسَاوِسِهِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Post a Comment