Jangan Memotong-motong Al-Qur’an Sesuai Selera
Materi Ceramah Tafsir Surah Al-Ḥijr Ayat 91
“Jangan Memotong-motong Al-Qur’an Sesuai Selera”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Malam ini kita membahas penyakit yang sangat berbahaya, bukan hanya di zaman Quraisy, tapi juga di zaman media sosial sekarang:
yaitu menjadikan Al-Qur’an “terbagi-bagi”.
Maksudnya bagaimana?
Ayat yang cocok dengan hawa nafsu diambil.
Ayat yang menegur ditinggalkan.
Ayat tentang surga dibaca.
Ayat tentang neraka di-skip seperti iklan YouTube. 😂
Ayat yang Dibahas
Firman Allah Ta’ala
Surah Al-Ḥijr ayat 91
الَّذِيْنَ جَعَلُوا الْقُرْاٰنَ عِضِيْنَ
“(Yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur’an itu terbagi-bagi.”
Makna “عِضِينَ”
Imam Ibnu Katsir رحمه الله menjelaskan
“Mereka memecah-mecah Al-Qur’an. Sebagian mereka imani, sebagian mereka dustakan.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir, Surah Al-Hijr ayat 91.
Imam Al-Qurṭubi رحمه الله berkata
“Mereka memberi berbagai label kepada Al-Qur’an: sihir, syair, dongeng, dan lain-lain.”
📚 Al-Jāmi’ li Aḥkāmil Qur’ān.
Orang Musyrik Bingung Sendiri terhadap Al-Qur’an
Kadang mereka bilang:
- “Ini sihir!”
- “Ini syair!”
- “Ini dongeng!”
- “Ini buatan Muhammad!”
Firman Allah Ta’ala
Surah Al-Anbiyā’ ayat 5
بَلْ قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍۢ بَلِ افْتَرٰىهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ
“Bahkan mereka berkata, ‘(Al-Qur’an itu hanyalah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya, atau dia hanyalah seorang penyair.’”
Lihat…
Kalau orang sudah benci kebenaran, omongannya jadi berubah-ubah.
Mirip netizen zaman sekarang:
- pagi bilang hoaks,
- siang bilang settingan,
- malam bilang konspirasi,
- besoknya share sendiri. 😂
Bahaya Memilih Agama Sesuai Nafsu
Firman Allah Ta’ala
Surah Al-Baqarah ayat 85
اَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍ
“Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab dan ingkar kepada sebagian yang lain?”
Ini penyakit lama.
- Ayat sedekah → semangat.
- Ayat salat subuh → berat.
- Ayat larangan riba → “itu kan beda konteks…”
- Ayat hijab → “jangan menghakimi!”
Na’udzubillah.
Al-Qur’an Tidak Bisa Dipotong-potong
Islam itu paket lengkap.
Tidak bisa:
- mau pahala tanpa ibadah,
- mau surga tanpa taubat,
- mau berkah tapi masih doyan maksiat.
Seperti orang mau kenyang tapi nasi tidak dimakan.
Yang dimakan cuma kerupuknya. 😂
Hadis tentang Mengikuti Syariat Sepenuhnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ
“Tidak sempurna iman seseorang hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”
📚 Riwayat an-Nawawi dalam Al-Arba’in.
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan:
“Kesempurnaan iman terletak pada tunduknya hawa nafsu kepada syariat.”
Tafsir Hasan Al-Bashri رحمه الله
Hasan Al-Bashri berkata:
“Orang-orang musyrik berdiri di jalan-jalan untuk menyesatkan manusia dari jalan Nabi ﷺ.”
📚 Dinukil dalam Tafsir Al-Maraghi.
Subhanallah…
Sekarang juga ada “penjaga jalan menuju hidayah”.
Kalau ada orang mulai hijrah:
- “Ih sok alim…”
- “Baru juga ngaji…”
- “Nanti juga balik lagi…”
Padahal setan tepuk tangan sambil bilang: “Good job bro…” 😂
Bentuk Membagi-bagi Al-Qur’an Zaman Sekarang
1. Mengambil ayat yang enak saja
Mau ayat rahmat, tapi menolak ayat hukum.
2. Menakwil semua ayat demi hawa nafsu
Semua dibelokkan agar cocok dengan gaya hidup.
3. Menjadikan agama hanya simbol
Bio: “Islamic vibes ✨”
Tapi salat masih vibes pending. 😂
Al-Qur’an Harus Diterima Sepenuhnya
Firman Allah Ta’ala
Surah Al-Baqarah ayat 208
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan.”
Bukan:
- Islam hari Jumat saja,
- Islam bulan Ramadan saja,
- Islam kalau ada kamera masjid saja. 😂
Humor
Ada orang berkata:
“Yang penting hati saya baik walaupun belum salat.”
Saya bilang: “Kalau SIM belum punya tapi hati baik… tetap ditilang, Pak…” 😂
Ada lagi: “Agama itu jangan dibawa serius.”
Lho… kalau naik pesawat pilot bilang: “Tenang saja bapak ibu, saya nyetir santai, jangan serius-serius…”
Mau turun langsung pakai parasut semua kita. 😂
Pelajaran Penting dari Ayat Ini
1. Jangan mempermainkan Al-Qur’an
Karena wahyu Allah bukan bahan candaan.
2. Jangan pilih-pilih hukum Allah
Terima semuanya walaupun berat.
3. Jangan menjadi penghalang hidayah orang lain
Karena dosanya sangat besar.
4. Jadilah Muslim kaffah
Bukan Muslim “sesuai mood”.
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Al-Qur’an turun bukan untuk dipotong-potong.
Bukan untuk disesuaikan dengan hawa nafsu.
Tetapi untuk membimbing manusia menuju keselamatan.
Kalau kita menerima seluruh ajaran Allah, maka hidup kita akan lurus.
Namun kalau kita mulai memilih:
- yang cocok diambil,
- yang tidak cocok ditolak,
maka itulah jalan orang-orang terdahulu yang dibinasakan Allah.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا وَذَهَابَ هُمُوْمِنَا وَغُمُوْمِنَا
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ الَّذِيْنَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمَ الْقُرْآنِ وَالْعَمَلَ بِهِ
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment