Jangan Menunggu Azab Datang Baru Sadar
Materi Ceramah: “Jangan Menunggu Azab Datang Baru Sadar”
Tadabbur Surah Al-Qur'an An-Naḥl Ayat 33
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Amma ba’du.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Ada manusia yang baru sadar pentingnya kesehatan setelah masuk rumah sakit.
Baru sadar pentingnya waktu setelah umur menua.
Baru sadar pentingnya ibadah… setelah suara batuk lebih banyak daripada suara ketawa.
Dan yang paling bahaya: ada manusia yang baru mau taat… ketika malaikat maut sudah datang.
Padahal ujian itu sebelum wafat, bukan sesudah wafat.
Ayat Utama
Firman Allah Ta’ala
هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَوْ يَأْتِيَ اَمْرُ رَبِّكَ ۗ كَذٰلِكَ فَعَلَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗوَمَا ظَلَمَهُمُ اللّٰهُ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Artinya:
“Tidak ada yang mereka tunggu selain datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang sebelum mereka. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.”
(QS. An-Naḥl: 33)
1. Orang Kafir Selalu Menunda Taubat
Ayat ini menjelaskan sifat buruk manusia:
- suka menunda,
- menolak kebenaran,
- baru sadar setelah terlambat.
Tafsir Ulama
Imam Ibnu Katsir
Dalam Tafsir Ibnu Katsir beliau menjelaskan:
Mereka tidak akan beriman sampai melihat azab dengan mata kepala sendiri, padahal saat azab datang, penyesalan tidak lagi bermanfaat.
2. Azab Datang Saat Manusia Lalai
Allah menghancurkan umat terdahulu:
- kaum Nabi Nuh dengan banjir,
- kaum ‘Ād dengan angin topan,
- kaum Tsamud dengan petir,
- kaum Luth dengan hujan batu.
Dalil Al-Qur’an
فَكُلًّا اَخَذْنَا بِذَنْۢبِهٖ ۚفَمِنْهُمْ مَّنْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَّنْ اَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْاَرْضَ وَمِنْهُمْ مَّنْ اَغْرَقْنَا
Artinya:
“Masing-masing Kami siksa disebabkan dosanya; di antara mereka ada yang Kami timpakan hujan batu, ada yang ditimpa suara keras, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada yang Kami tenggelamkan.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 40)
3. Allah Tidak Menzalimi Hamba
Ayat ini menegaskan:
وَمَا ظَلَمَهُمُ اللّٰهُ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
“Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka sendirilah yang menzalimi diri mereka.”
Penjelasan Ulama
Imam Al-Qurthubi
Dalam Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an:
Allah telah mengutus rasul, menurunkan kitab, memberi akal, memberi kesempatan taubat. Maka siapa yang binasa, binasa karena pilihannya sendiri.
4. Bahaya Menunda Taubat
Setan punya satu senjata paling mematikan: bukan langsung menyuruh kafir…
tetapi membisikkan:
“Nanti aja tobatnya…”
Padahal:
- besok belum tentu hidup,
- malam belum tentu sampai subuh.
Hadis Nabi ﷺ
بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سَبْعًا
Artinya:
“Bersegeralah kalian beramal sebelum datang tujuh perkara…”
(HR. Shahih Muslim)
5. Jangan Sampai Menyesal Saat Sakratul Maut
Allah berfirman:
حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ ٩٩ لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ
Artinya:
“Hingga apabila kematian datang kepada seseorang, dia berkata: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku dapat berbuat amal saleh.’”
(QS. Al-Mu’minūn: 99–100)
Tapi semuanya terlambat.
Humor
Jamaah…
Kadang manusia itu unik.
Kalau ada tulisan:
“Diskon terakhir hari ini!”
langsung panik:
- checkout,
- transfer,
- COD,
- pinjam tetangga.
Tapi Allah bilang:
“Kematian pasti datang…”
jawabannya:
“Santai dulu… masih muda.”
😄
Ada juga yang bilang:
“Nanti kalau sudah tua baru rajin ibadah.”
Eh… ternyata: yang tua malah lututnya duluan bunyi:
“krek… krek…”
Mau tahajud malah perlu pemanasan dulu kayak atlet bulutangkis.
😄
Makanya jangan tunggu tua untuk taat.
Karena tidak semua orang diberi bonus umur panjang.
6. Dunia Ini Tempat Ujian, Bukan Tempat Selamanya
Hadis Rasulullah ﷺ
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
Artinya:
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.”
(HR. Shahih al-Bukhari)
7. Ciri Orang yang Menzalimi Diri Sendiri
Menurut para ulama:
- meninggalkan salat,
- meremehkan dosa,
- sombong terhadap nasihat,
- merasa aman dari azab Allah,
- bangga bermaksiat.
Imam Ibnul Qayyim berkata dalam Ad-Daa’ wad Dawaa’:
“Dosa kecil yang terus-menerus dilakukan lebih berbahaya daripada dosa besar yang disesali.”
8. Allah Selalu Membuka Pintu Taubat
Walaupun manusia banyak dosa, Allah masih membuka pintu ampunan.
Firman Allah
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ
Artinya:
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, jangan berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Jangan tunggu:
- sakit baru ingat Allah,
- tua baru salat,
- susah baru berdoa,
- sakratul maut baru menangis.
Karena ketika malaikat sudah datang… tidak ada lagi:
- cicilan taubat,
- perpanjangan umur,
- atau diskon dosa.
Hari ini masih ada kesempatan. Hari ini masih ada napas. Hari ini masih bisa sujud.
Maka gunakan sebelum terlambat.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّائِبِينَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang bertaubat, orang-orang bertakwa, dan wafatkan kami dalam husnul khatimah.”
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Post a Comment