Jangan Menertawakan Peringatan Allah
Materi Ceramah: “Jangan Menertawakan Peringatan Allah”
Tafsir Surah An-Naḥl Ayat 34
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba‘du.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Ada orang kalau diingatkan soal dosa malah ketawa.
Diingatkan salat, jawabnya:
“Tenang ustaz… saya masih muda.”
Padahal malaikat maut tidak pernah bilang:
“Maaf, usia Anda belum cukup untuk wafat.”
Ada juga yang kalau dengar ceramah azab malah bercanda:
“Neraka nanti rame sama teman-teman.”
Astaghfirullah…
Padahal di neraka itu bukan reunian… itu penyesalan tanpa akhir.
Ayat yang Dibahas
Firman Allah Ta‘ala
وَمَا يَشْعُرُوْنَۙ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ ࣖ
Maaf, yang benar ayat 34 adalah:
فَاَصَابَهُمْ سَيِّاٰتُ مَا عَمِلُوْا وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Artinya:
“Maka mereka ditimpa azab (akibat) perbuatan mereka dan diliputi oleh azab yang dulu selalu mereka perolok-olokkan.”
1. Azab Datang Karena Ulah Sendiri
Allah tidak pernah zalim.
Yang menghancurkan manusia sering kali adalah dosanya sendiri.
Firman Allah
Artinya:
“Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.”
(QS. An-Naḥl: 33)
Penjelasan Ulama
Imam Ibnu Katsir
Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, beliau menjelaskan:
Azab Allah turun karena kekafiran, kesombongan, dan pendustaan mereka terhadap para rasul.
Imam Al-Qurṭubi
Dalam Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’an:
Dosa yang terus dilakukan tanpa taubat akan menjadi sebab kehancuran pelakunya di dunia dan akhirat.
2. Bahaya Suka Mengejek Agama
Jamaah…
Orang kafir Quraisy dulu bukan tidak tahu kebenaran.
Mereka tahu Nabi Muhammad ﷺ jujur.
Tapi mereka SOMBONG.
Mereka mengejek:
- Al-Qur’an disebut dongeng
- Nabi disebut penyair
- Wahyu disebut sihir
Lalu apa balasannya?
Allah datangkan azab yang dulu mereka tertawakan.
Firman Allah
هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ
Artinya:
“Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan.”
(QS. Aṣ-Ṣāffāt: 21)
3. Jangan Main-Main dengan Dosa
Kadang manusia merasa aman karena azab belum datang.
Padahal Allah memberi waktu… bukan berarti Allah ridha.
Hadis Nabi ﷺ
إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah memberi tenggang waktu kepada orang zalim. Namun apabila Allah menyiksanya, maka dia tidak akan lolos.”
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Penjelasan Imam An-Nawawi
Dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim:
Penundaan hukuman bukan tanda keselamatan, tetapi bentuk istidraj (jebakan kenikmatan sebelum azab).
4. Istihza’ (Mengejek Agama) Bisa Menghancurkan Iman
Hari ini banyak orang menjadikan agama bahan hiburan:
- konten lucu tentang salat,
- candaan tentang surga,
- olok-olok syariat,
- meremehkan orang hijrah.
Padahal Allah berfirman:
قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ
Artinya:
“Katakanlah: Apakah kepada Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?”
(QS. At-Taubah: 65)
Tafsir Ibnu Katsir
Beliau menjelaskan:
Ayat ini menunjukkan bahayanya mempermainkan agama meskipun hanya bercanda.
Humor
Ada orang kalau ditegur: “Bang, jangan maksiat terus.”
Dia jawab: “Tenang… hidup cuma sekali!”
Padahal masalahnya…
mati juga cuma sekali…
habis itu diperiksa selamanya 😭
Ada lagi orang sombong banget.
Ditanya: “Kenapa gak mau ikut pengajian?”
Dia jawab: “Saya sudah tahu semuanya.”
Eh… pas disuruh jadi imam…
bacaan tahiyatnya campur lirik dangdut 🤣
5. Azab Sering Datang dari Arah Tak Disangka
Allah bisa membalik keadaan kapan saja.
Yang sehat tiba-tiba sakit.
Yang kaya tiba-tiba bangkrut.
Yang terkenal tiba-tiba hina.
Firman Allah
وَاْتٰىهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُوْنَ
Artinya:
“Azab datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.”
(QS. An-Naḥl: 26)
Ulasan Sayyid Qutb
Dalam Fī Ẓilāl al-Qur’an:
Kesombongan membuat manusia merasa aman, padahal kehancuran bisa datang mendadak.
6. Sikap Orang Beriman
Kalau mendengar ayat ancaman:
- bukan menertawakan,
- bukan mengejek,
- tapi menangis dan bertaubat.
Firman Allah
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka.”
(QS. Al-Anfāl: 2)
Pelajaran Penting dari Ayat Ini
1. Jangan mengejek agama
Karena itu bisa merusak iman.
2. Azab Allah nyata
Bukan dongeng.
3. Dosa punya akibat
Maksiat yang dianggap kecil bisa menghancurkan hidup.
4. Jangan sombong
Karena kesombongan adalah sifat iblis.
5. Segera taubat
Sebelum datang penyesalan.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Kalau hari ini kita masih bisa duduk di majelis ilmu…
itu tanda Allah masih sayang.
Karena ada orang:
- matanya masih melihat tapi tidak mau membaca Qur’an,
- telinganya masih mendengar tapi tidak mau mendengar nasihat,
- badannya sehat tapi dipakai maksiat.
Jangan sampai kita baru sadar ketika:
- mulut sudah terkunci,
- tubuh terbujur kaku,
- keluarga menangis,
- dan amal sudah tidak bisa ditambah lagi.
Doa
اللهم اجعلنا من عبادك المتقين، ولا تجعلنا من المستهزئين بآياتك، واغفر لنا ذنوبنا، وتوفنا على الإيمان، وأدخلنا الجنة مع الأبرار.
“Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba-Mu yang bertakwa. Jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang memperolok ayat-ayat-Mu. Ampunilah dosa-dosa kami, wafatkan kami dalam iman, dan masukkan kami ke surga bersama orang-orang saleh.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment