Jangan Menyamakan Allah dengan Makhluk-Nya

Materi Ceramah

“Jangan Menyamakan Allah dengan Makhluk-Nya”

Berdasarkan Al-Qur'an Surah Surah An-Naḥl ayat 74


Pembukaan

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Amma ba’du…

Jamaah yang dimuliakan Allah…
Kadang manusia ini aneh. HP rusak sedikit panik setengah mati. Sinyal hilang langsung keliling rumah angkat-angkat HP cari jaringan. Tapi hubungan dengan Allah hilang… santai saja.

Ada juga orang yang lebih takut baterai 1% daripada iman 1%.

Padahal semua kekuatan, rezeki, kehidupan, dan pertolongan hanya milik Allah semata.


Ayat Utama

Firman Allah

Al-Qur'an Surah Surah An-Naḥl ayat 74

فَلَا تَضْرِبُوْا لِلّٰهِ الْاَمْثَالَ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya:
“Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”


Penjelasan Makna Ayat

1. Larangan Menyamakan Allah dengan Makhluk

Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan:

Allah melarang manusia membuat permisalan bagi-Nya, karena tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Allah.

Allah tidak sama dengan makhluk:

  • Allah tidak butuh makan
  • Allah tidak tidur
  • Allah tidak lelah
  • Allah tidak lupa
  • Allah tidak mati

Sedangkan manusia?

  • Baru jam 10 pagi sudah bilang: “Capek banget hidup ini…”
  • Padahal yang capek bukan hidupnya… begadang nonton video sampai jam 2 pagi.

Jamaah tertawa boleh… asal habis ketawa tetap tobat.


Dalil Penguat dari Al-Qur'an

1. Tidak Ada yang Serupa dengan Allah

Surah Asy-Syura ayat 11

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya:
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Penjelasan Ulama

Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir al-Qurthubi berkata:

Ayat ini merupakan dasar utama tauhid dan bantahan terhadap orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk.


2. Allah Maha Esa

Surah Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya:
“Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

Ulasan

Imam Asy-Syafi'i menyebut Surah Al-Ikhlas sebagai:

Surah yang menjelaskan tauhid secara sempurna.


Dalil dari Sunnah

Hadis Tentang Hak Allah

Dari Mu'adz bin Jabal, Rasulullah ﷺ bersabda:

يَا مُعَاذُ، أَتَدْرِي مَا حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ؟
قَالَ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ
قَالَ: أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

Artinya:
“Wahai Mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-hamba-Nya?”
Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Beliau bersabda, “Yaitu mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.”

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)


Bentuk “Menyamakan” Allah di Zaman Sekarang

1. Lebih Takut Manusia daripada Allah

Takut bos marah: cepat kerja.
Takut Allah murka: “Nanti dulu tobatnya…”

Kalau atasan WA:

“Besok kumpulkan laporan!”

Langsung:

“Siap pak!”

Tapi Allah panggil:

“Hayya ‘alash shalah…”

Jawabnya:

“Nanti habis rebahan…”


2. Mengandalkan Makhluk Melebihi Allah

Ada orang percaya:

  • jimat
  • benda keramat
  • ramalan
  • angka hoki

Tapi lupa bahwa:

  • yang memberi rezeki Allah
  • yang menjaga Allah
  • yang menyembuhkan Allah

Dalil Tentang Bahaya Syirik

Surah Luqman ayat 13

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya:
“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang besar.”

Penjelasan Ulama

Imam Ath-Thabari menjelaskan:

Syirik disebut kezaliman terbesar karena menempatkan ibadah bukan kepada yang berhak menerimanya.


Allah Maha Mengetahui

Pada akhir ayat disebut:

اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

“Sungguh Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.”

Kadang manusia sombong merasa paling pintar.

Baru baca tiga postingan media sosial:

merasa ahli politik.

Baru lihat dua video kesehatan:

merasa dokter spesialis.

Baru baca satu quotes:

merasa filsuf dunia.

Padahal kita ini:

  • lahir tidak bisa apa-apa
  • mati membawa amal saja

Nasihat Para Ulama

Perkataan Ibnul Qayyim

Dalam kitab Madarij as-Salikin, beliau berkata:

Hati manusia tidak akan tenang kecuali dengan mentauhidkan Allah dan bergantung hanya kepada-Nya.


Perkataan Sufyan Ats-Tsauri

Tidak ada yang lebih berat diperbaiki daripada niat, karena niat mudah berubah.

Karena itu kita harus terus:

  • meluruskan tauhid
  • membersihkan hati
  • memperbaiki ibadah

Humor 

Jamaah…
Kadang ada orang kalau kehilangan HP:

“Ya Allah… hidupku hancur…”

Padahal yang hilang cuma charger dan foto makanan.

Tapi kalau kehilangan waktu shalat:

“Ah nanti qadha…”

Lucu ya manusia… Password WiFi hafal.
Password email hafal.
Password ATM hafal.

Tapi doa masuk masjid saja lupa total.


Hikmah yang Bisa Diambil

1. Allah tidak boleh disamakan dengan apa pun

2. Tauhid adalah inti kehidupan

3. Syirik adalah dosa terbesar

4. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu

5. Manusia harus rendah hati di hadapan Allah


Penutup

Mari kita menjaga:

  • tauhid kita
  • hati kita
  • ibadah kita
  • ketergantungan kita hanya kepada Allah

Jangan sampai:

  • mulut mengaku bertauhid
  • tapi hati bergantung kepada selain Allah

Doa 

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ التَّوْحِيدِ وَالْإِخْلَاصِ، وَجَنِّبْنَا الشِّرْكَ كُلَّهُ، ظَاهِرَهُ وَبَاطِنَهُ.

“Ya Allah, jadikan kami termasuk ahli tauhid dan keikhlasan. Jauhkan kami dari segala bentuk syirik, yang tampak maupun yang tersembunyi.”

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Tidak ada komentar