Jangan Menyamakan Makhluk dengan Allah
Materi Ceramah
“Jangan Menyamakan Makhluk dengan Allah”
Tadabbur Al-Qur'an Surah Surah An-Naḥl Ayat 75
Pembukaan
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
Amma ba’du…
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita hidup di zaman yang aneh.
Orang lebih percaya:
- ramalan algoritma
- angka hoki
- “katanya orang pintar” daripada percaya kepada Allah.
Kalau sinyal hilang:
“Aduh panik!”
Kalau iman hilang:
“Nanti juga balik sendiri…”
Padahal iman bukan sandal masjid yang hilang bisa ketemu lagi di rak sebelah.
Ayat Utama
Firman Allah
Surah An-Naḥl ayat 75
۞ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا عَبْدًا مَّمْلُوْكًا لَّا يَقْدِرُ عَلٰى شَيْءٍ وَّمَنْ رَّزَقْنٰهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَّجَهْرًاۗ هَلْ يَسْتَوٗنَ ۚ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ ۗبَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Artinya:
“Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya yang dimiliki dan tidak berkuasa atas sesuatu pun, dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik lalu dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Samakah mereka itu? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”
Penjelasan Ayat
1. Allah Memberikan Perumpamaan
Dalam ayat ini Allah memberikan perumpamaan:
- budak yang tidak punya kuasa apa-apa
- dibandingkan dengan orang merdeka yang punya kekuasaan dan harta
Apakah sama?
Tentu tidak sama.
Begitu juga:
- Allah Maha Kaya
- Allah Maha Kuasa
- Allah Maha Memberi
Sedangkan berhala, patung, makhluk:
- tidak bisa memberi manfaat
- tidak bisa menolak mudarat
- bahkan dirinya sendiri butuh pertolongan
Tafsir Para Ulama
Tafsir Ibnu Katsir
Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim beliau menjelaskan:
Allah menunjukkan batilnya syirik dengan permisalan yang mudah dipahami manusia. Sebagaimana budak tidak sama dengan orang merdeka, maka makhluk tidak akan pernah sama dengan Allah.
Tafsir Ath-Thabari
Dalam Jami’ al-Bayan beliau berkata:
Orang musyrik mengetahui perbedaan budak dan orang merdeka, tetapi anehnya mereka tidak memahami perbedaan antara Allah dan berhala.
Subhanallah…
Kadang manusia memang aneh.
Kalau disuruh pilih:
- motor rusak atau
- motor baru
Pasti pilih yang baru.
Tapi urusan ibadah:
- yang Maha Kuasa ditinggal
- yang tidak bisa apa-apa malah dimintai pertolongan.
Dalil Penguat dari Al-Qur'an
1. Semua Selain Allah Lemah
Surah Al-Hajj ayat 73
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ
Artinya:
“Wahai manusia! Telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.”
Ulasan Ulama
Imam Al-Baghawi menjelaskan dalam Ma’alim at-Tanzil:
Ayat ini menunjukkan kelemahan seluruh makhluk dan kesempurnaan kekuasaan Allah.
2. Hanya Allah Pemberi Rezeki
Surah Adz-Dzariyat ayat 58
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”
Dalil dari Sunnah
Hadis Tentang Ketergantungan kepada Allah
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abdullah bin Abbas:
اِحْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ
Artinya:
“Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah.”
(HR. Jami' at-Tirmidzi)
Kesalahan Manusia Zaman Sekarang
1. Bergantung kepada Makhluk
Ada orang:
- lebih yakin saldo ATM daripada doa
- lebih yakin relasi daripada Allah
- lebih yakin “orang dalam” daripada pertolongan Allah
Padahal:
- koneksi manusia terbatas
- koneksi Allah tanpa batas
2. Bangga dengan Harta
Allah memberi contoh orang kaya yang bisa berinfak.
Artinya:
- harta adalah amanah
- bukan kesombongan
Kadang ada orang: baru punya motor cicilan 36 bulan… suaranya sudah seperti konglomerat internasional.
Lewat gang kecil:
“Brummm brummm!”
Padahal bensinnya tinggal setengah liter dan cicilan masih 34 kali lagi.
Keutamaan Bersedekah
Ayat ini juga memuji orang yang:
“menginfakkan hartanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.”
Dalil Sedekah
Surah Al-Baqarah ayat 271
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
Artinya:
“Jika kamu menampakkan sedekahmu maka itu baik. Tetapi jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu.”
Hikmah Besar Ayat Ini
1. Allah tidak sama dengan makhluk
2. Semua makhluk lemah di hadapan Allah
3. Hanya Allah tempat bergantung
4. Rezeki berasal dari Allah
5. Orang beriman gemar bersedekah
Nasihat Ulama
Perkataan Ibnul Qayyim
Dalam Al-Fawaid beliau berkata:
Barang siapa bergantung kepada Allah maka dia tidak akan hina. Barang siapa bergantung kepada manusia maka dia akan kecewa.
Betul sekali…
Kadang manusia kalau butuh kita:
“Saudaraku…”
Pas kita butuh dia:
“Maaf nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.”
Humor
Jamaah…
Ada orang kalau kehilangan dompet:
seluruh rumah dibongkar.
Kalau kehilangan kekhusyukan shalat:
“Ya sudahlah…”
Ada juga yang:
- bangun tahajud berat
- tapi bangun lihat notifikasi HP ringan sekali
Alarm subuh:
“Tunda 5 menit…”
Notifikasi chat:
langsung duduk tegak seperti mayat hidup lagi.
Ajakan Muhasabah
Mari kita bertanya kepada diri sendiri:
- selama ini hati bergantung kepada siapa?
- siapa yang paling kita takutkan?
- siapa yang paling kita harapkan?
Kalau jawabannya selain Allah… maka tauhid kita perlu diperbaiki.
Penutup
Segala puji hanya milik Allah.
- bukan milik jabatan
- bukan milik harta
- bukan milik manusia
Karena semua makhluk:
- lemah
- terbatas
- fana
Sedangkan Allah:
- Maha Kaya
- Maha Kuat
- Maha Sempurna
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوبَنَا مُتَعَلِّقَةً بِكَ وَحْدَكَ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا تَعَلُّقًا بِغَيْرِكَ.
“Ya Allah, jadikan hati kami bergantung hanya kepada-Mu, dan jangan Engkau jadikan hati kami bergantung kepada selain-Mu.”
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Post a Comment