Jangan Menyembah yang Mati, Sembahlah Yang Maha Hidup

Materi Ceramah: “Jangan Menyembah yang Mati, Sembahlah Yang Maha Hidup”

Tafsir Surah Al-Qur'an An-Naḥl Ayat 21

Pembukaan

Alḥamdulillāh, segala puji bagi Allah ﷻ yang masih memberikan kita iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan untuk duduk di majelis ilmu.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga hari kiamat.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Hari ini kita akan membahas ayat yang sangat menghantam kesyirikan dan membuka mata manusia tentang siapa yang pantas disembah.

Allah ﷻ berfirman:

اَمْوَاتٌ غَيْرُ اَحْيَاۤءٍ ۗوَمَا يَشْعُرُوْنَۙ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ

“(Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah (penyembahnya) dibangkitkan.” (QS. An-Naḥl: 21)


1. Berhala Itu Mati, Tidak Bisa Apa-Apa

Allah menyebut sembahan selain-Nya sebagai:

اَمْوَاتٌ غَيْرُ اَحْيَاۤءٍ

“Benda mati, tidak hidup.”

Bayangkan…

Disembah siang malam… Dikasih sesajen… Dikasih parfum… Dibersihkan…

Tapi dia sendiri tidak bisa membersihkan debu di hidungnya!

Dalil Penguat

Allah ﷻ berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۚ

“Wahai manusia! Telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah. Sesungguhnya segala yang kamu sembah selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu.” (QS. Al-Ḥajj: 73)

Ulasan Ulama

Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm menjelaskan:

“Allah menunjukkan kelemahan seluruh sesembahan selain-Nya. Mereka tidak mampu menciptakan makhluk paling kecil sekalipun.”

Kitab Rujukan:

  • Tafsīr Ibnu Katsīr
  • Tafsīr al-Qurṭubī
  • Tafsīr ath-Ṭabarī

2. Manusia Kadang Lebih Takut kepada Makhluk daripada Allah

Inilah penyakit manusia.

Takut sama patung… Takut sama jimat… Takut sama angka… Takut sama tanggal…

Tapi tidak takut meninggalkan salat!

Padahal Allah ﷻ berfirman:

اَلَيْسَ اللّٰهُ بِكَافٍ عَبْدَهٗ

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-Nya?” (QS. Az-Zumar: 36)

Hadis Rasulullah ﷺ

اِحْفَظِ اللّٰهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.” (HR. at-Tirmiżī)

Penjelasan Ulama

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis ini mengajarkan tauhid total:

  • hati bergantung hanya kepada Allah,
  • bukan kepada benda,
  • bukan kepada manusia,
  • bukan kepada makhluk gaib.

Kitab:

  • Syarḥ Arbā‘īn an-Nawawiyyah

3. Berhala Tidak Tahu Kapan Hari Kebangkitan

Allah berfirman:

وَمَا يَشْعُرُوْنَ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ

“Mereka tidak mengetahui kapan manusia dibangkitkan.”

Kalau benda itu benar-benar tuhan… Minimal tahu jadwal kiamat dong…

Ini jangankan tahu hari kiamat…

Kadang patungnya jatuh sendiri karena dimakan rayap!

Kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalām

Allah ﷻ berfirman:

فَجَعَلَهُمْ جُذٰذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ

“Lalu Ibrahim menghancurkan berhala-berhala itu kecuali yang terbesar.” (QS. Al-Anbiyā’: 58)

Ketika kaumnya marah, Nabi Ibrahim berkata:

فَسْـَٔلُوْهُمْ اِنْ كَانُوْا يَنْطِقُوْنَ

“Tanyalah kepada berhala itu jika mereka bisa bicara.” (QS. Al-Anbiyā’: 63)

MasyaAllah… Kena mental langsung kaumnya.


Humor 

Ada orang tiap malam ngobrol sama batu akik:

“Wahai batu… bikin saya kaya…”

Batunya diam.

Besok malam dia ngomong lagi: “Kalau saya kaya, saya poles kamu!”

Batunya tetap diam.

Akhirnya istrinya ngomong: “Pak… itu batu dari kali belakang rumah…”

😂😂😂

Jamaah… Kadang manusia terlalu berharap pada benda, sampai lupa meminta kepada Allah Yang Maha Kaya.


4. Tauhid Membebaskan Manusia dari Ketakutan

Orang bertauhid itu merdeka.

Tidak takut nomor rumah. Tidak takut warna tertentu. Tidak takut hari tertentu. Tidak takut mimpi tertentu.

Karena dia tahu:

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَا

“Katakanlah: Tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagi kami.” (QS. At-Taubah: 51)

Hadis Tentang Ketergantungan kepada Allah

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ اَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ حَقَّ تَوَكُّلِهٖ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung.” (HR. at-Tirmiżī)

Burung itu pagi keluar lapar… Sore pulang kenyang…

Bukan pagi buka HP: “Cara cepat kaya tanpa kerja…”

😄


5. Pelajaran Besar dari Ayat Ini

a. Jangan menyembah selain Allah

Karena selain Allah semuanya lemah.

b. Jangan menggantungkan hati kepada benda

Jimat, patung, angka, ramalan, semua tidak punya kuasa.

c. Gunakan akal sehat

Allah berkali-kali menyuruh manusia berpikir.

d. Tauhid adalah kemuliaan manusia

Orang yang hanya tunduk kepada Allah tidak akan diperbudak makhluk.


Perkataan Ulama Tentang Tauhid

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

“Hati manusia tidak akan tenang kecuali dengan menyembah Allah semata.”

Kitab:

  • Majmū‘ al-Fatāwā

Ibnul Qayyim berkata:

“Orang yang paling sengsara adalah yang hatinya bergantung kepada selain Allah.”

Kitab:

  • Madarij as-Sālikīn

Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah…

Surah An-Naḥl ayat 21 mengajarkan:

  • hanya Allah yang hidup kekal,
  • hanya Allah yang mengetahui segala sesuatu,
  • hanya Allah yang pantas disembah.

Maka jangan gantungkan hidup kepada:

  • benda,
  • manusia,
  • jabatan,
  • kekayaan,
  • atau makhluk apa pun.

Karena semuanya lemah.

Yang tidak pernah lemah hanyalah Allah ﷻ.


Doa 

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ قُلُوْبَنَا مُتَعَلِّقَةً بِكَ وَحْدَكَ، وَلَا تَجْعَلْ فِيْهَا تَعَلُّقًا بِغَيْرِكَ

“Ya Allah, jadikan hati kami bergantung hanya kepada-Mu, dan jangan Engkau jadikan hati kami bergantung kepada selain-Mu.”

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Tidak ada komentar