Jangan Silau Dunia, Rendahkan Hati kepada Orang Beriman
Materi Ceramah: Jangan Silau Dunia, Rendahkan Hati kepada Orang Beriman
Tafsir Surah Al-Qur'an Al-Ḥijr Ayat 88
Ayat yang Dibahas
Firman Allah Ta‘ālā
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya:
“Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.”
(QS. Al-Ḥijr: 88)
Mukadimah Ceramah
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Jamaah rahimakumullah…
Di zaman sekarang ini… ujian manusia bukan cuma miskin.
Kadang yang lebih berat itu… melihat story orang lain.
Buka media sosial:
- teman upload mobil baru,
- tetangga upload umrah,
- mantan upload prewedding,
- kita upload… kuota hampir habis.
Akhirnya hati mulai gelisah: “Ya Allah… hidup orang lain kok enak semua?”
Padahal bisa jadi… yang dia upload cuma 15 detik, utang cicilannya 15 tahun!
Karena itu Allah menurunkan ayat ini: “Jangan panjangkan pandanganmu kepada kenikmatan dunia orang lain.”
1. Larangan Silau Terhadap Dunia
Firman Allah
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ
“Jangan engkau panjangkan pandangan matamu…”
Penjelasan Ulama
Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm
Beliau menjelaskan:
Maksud ayat ini adalah larangan terpikat dan kagum terhadap kenikmatan dunia yang diberikan kepada orang kafir.
Karena dunia itu sementara.
Mobil mewah bisa rusak. Rumah megah bisa roboh. Jabatan bisa hilang.
Bahkan ada orang: foto profilnya sultan, rekeningnya… “insya Allah kuat sampai tanggal 25.”
Dalil Pendukung
Firman Allah dalam QS. Ṭāhā: 131
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا
“Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia.”
(QS. Ṭāhā: 131)
2. Dunia Itu Hanya Titipan dan Ujian
Hadis Nabi ﷺ
«الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ»
“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.”
(HR. Muslim)
Penjelasan
Orang beriman menahan diri:
- ingin marah → ditahan,
- ingin maksiat → ditahan,
- ingin balas dendam → ditahan.
Makanya dunia terasa sempit.
Sedangkan orang yang tidak peduli halal-haram: maunya bebas.
Ulasan Ulama
Imam An-Nawawi dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim
Beliau menjelaskan:
Orang mukmin membatasi dirinya dengan syariat, sedangkan orang kafir mengikuti seluruh syahwatnya.
3. Nabi ﷺ Sangat Sayang kepada Umat
Firman Allah
وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ
“Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka.”
Rasulullah ﷺ sedih ketika manusia menolak dakwah.
Beliau bukan sedih karena dihina… tapi sedih karena umatnya masuk neraka.
Dalil Al-Qur’an
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
“Maka boleh jadi engkau akan membinasakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling.”
(QS. Al-Kahfi: 6)
Pelajaran Penting
Kadang kita dakwah sedikit… ditolak sekali… langsung ngambek.
Baru kirim pesan: “Jangan tinggalkan salat ya.”
Dibalas: “Siap ustaz.”
Besok masih bolong juga.
Langsung stres: “Ya Allah… dakwahku gagal.”
Padahal Nabi Nuh berdakwah 950 tahun. Bukan 9 hari 5 malam.
4. Rendahkan Sayap kepada Orang Beriman
Firman Allah
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan rendahkanlah sayapmu kepada orang-orang beriman.”
Artinya:
- lembut,
- tawadhu,
- tidak sombong,
- tidak meremehkan orang lain.
Hadis Nabi ﷺ
«مَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ اللَّهُ»
“Barang siapa merendahkan hati karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya.”
(HR. Muslim)
Penjelasan Ulama
Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi‘ li Aḥkāmil Qur’ān
Beliau berkata:
Maksud “merendahkan sayap” adalah bersikap lembut dan penuh kasih sayang kepada sesama mukmin.
Bahaya Sombong
Kadang ada orang: baru naik jabatan sedikit… jalannya berubah.
Dulu kalau ketemu: “Assalamu‘alaikum.”
Sekarang: lihat orang kecil saja lehernya miring 45 derajat.
Padahal… di hadapan malaikat maut, CEO dan tukang bakso sama-sama: “tarik napas… hembuskan…”
Selesai.
Humor Penghidup Suasana
Jamaah…
Sekarang banyak orang stres bukan karena lapar… tapi karena membandingkan hidup.
Tetangga beli motor: dia gelisah.
Teman ganti HP: dia insomnia.
Padahal HP lama masih bagus… cuma kameranya kalah sama kamera satpam.
Ada juga yang tiap buka media sosial bilang: “Masya Allah… iri tapi islami.”
Iri tetap iri, Pak!
Kalau hati tidak dijaga… melihat nikmat orang lain bisa bikin:
- lupa syukur,
- lupa ibadah,
- lupa kalau hidup orang lain juga punya ujian.
Kisah Hikmah
Hasan al-Bashri berkata:
“Barang siapa mengenal dunia, maka dia tidak akan bergembira karenanya dan tidak pula bersedih karena kehilangannya.”
Kitab rujukan: Ḥilyatul Awliyā’ karya Abu Nu‘aim.
Pesan Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Jangan iri pada dunia orang lain.
Karena:
- yang terlihat belum tentu bahagia,
- yang tertawa belum tentu tenang,
- yang kaya belum tentu masuk surga.
Kalau ingin hidup tenang:
- syukuri yang ada,
- dekat dengan Al-Qur’an,
- cintai orang beriman,
- jangan sombong,
- jangan silau dunia.
Karena dunia hanya tempat singgah… bukan rumah selamanya.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا إِلَى النَّارِ مَصِيْرَنَا
“Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami, jangan jadikan dunia batas ilmu kami, dan jangan jadikan neraka tempat kembali kami.”
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment