Rasulullah ﷺ Adalah Pemberi Peringatan yang Jelas
Materi Ceramah: Rasulullah ﷺ Adalah Pemberi Peringatan yang Jelas
Tafsir Surah Al-Qur'an Al-Ḥijr Ayat 89
Ayat yang Dibahas
Firman Allah Ta‘ālā
وَقُلْ اِنِّيْٓ اَنَا النَّذِيْرُ الْمُبِيْنُۚ
Artinya:
“Dan katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas.’”
(QS. Al-Ḥijr: 89)
Mukadimah Ceramah
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Jamaah rahimakumullah…
Kadang manusia itu aneh.
Kalau ada tulisan: “AWAS LANTAI BASAH!”
Masih ada yang nekat lari.
Habis jatuh… marahnya ke lantai.
Padahal sudah diperingatkan.
Begitu juga hidup.
Allah sudah kirim nabi, sudah turunkan Al-Qur’an, sudah ada azan lima kali sehari, sudah ada pengajian, sudah ada ustaz, bahkan status WA emak pun isinya ceramah…
tapi manusia masih bilang: “Kurang dapat hidayah.”
Padahal masalahnya bukan kurang peringatan… kadang memang telinganya yang mode pesawat.
Karena itu Allah menegaskan: Muhammad ﷺ adalah “An-Nażīrul Mubīn” — pemberi peringatan yang jelas.
1. Tugas Rasulullah ﷺ Adalah Memberi Peringatan
Firman Allah
اِنِّيْٓ اَنَا النَّذِيْرُ الْمُبِيْنُ
“Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas.”
Penjelasan Ulama
Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm
Beliau menjelaskan:
Rasulullah ﷺ diperintahkan untuk menjelaskan jalan keselamatan dan memperingatkan manusia dari azab Allah dengan penjelasan yang terang.
Artinya:
- Nabi tidak menyembunyikan kebenaran,
- Nabi tidak takut celaan,
- Nabi menyampaikan semuanya dengan jelas.
Dalil Al-Qur’an
Firman Allah dalam QS. Al-Mā’idah: 67
يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ
“Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.”
(QS. Al-Mā’idah: 67)
Rasulullah ﷺ Sudah Menyampaikan Semua
Hadis Nabi ﷺ
«تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِكٌ»
“Aku tinggalkan kalian di atas jalan yang putih terang, malamnya seperti siangnya. Tidak akan menyimpang darinya setelahku kecuali orang yang binasa.”
(HR. Ibnu Mājah)
2. Nabi ﷺ Tidak Memaksa Orang Beriman
Jamaah…
Nabi ﷺ hanya menyampaikan. Hidayah milik Allah.
Firman Allah
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ
“Bukan kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Baqarah: 272)
Pelajaran Dakwah
Kadang kita ingin semua orang langsung berubah.
Baru ikut kajian sekali… langsung berharap suaminya jadi wali.
Padahal baru kemarin suaminya masih:
- pakai sarung motif gorden,
- salat sambil cari sinyal,
- wudhu lebih lama selfie-nya daripada basuh mukanya.
Perubahan itu bertahap.
Ulasan Ulama
Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān
Beliau berkata:
Tugas para nabi adalah menyampaikan dan menjelaskan, bukan menciptakan hidayah dalam hati manusia.
3. Peringatan Itu Bentuk Kasih Sayang
Orang yang sayang… akan mengingatkan.
Kalau ada anak mau pegang kabel listrik… orang tua pasti teriak: “Jangan!”
Bukan benci. Tapi cinta.
Begitu juga Nabi ﷺ memperingatkan manusia dari neraka.
Hadis Tentang Kasih Sayang Nabi ﷺ
«إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ النَّاسِ كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا... فَأَنَا آخُذُ بِحُجَزِكُمْ عَنِ النَّارِ»
“Perumpamaanku dengan manusia seperti seseorang yang menyalakan api… lalu serangga-serangga masuk ke dalamnya. Aku menarik kalian agar tidak masuk ke neraka.”
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Penjelasan Indah
Nabi ﷺ itu bukan sekadar menyampaikan hukum.
Beliau ingin menyelamatkan manusia.
Beliau menangis demi umatnya. Berdoa demi umatnya. Bahkan menjelang wafat masih berkata:
«أُمَّتِي… أُمَّتِي»
“Umatku… umatku…”
4. Jangan Menolak Peringatan
Masalah manusia kadang bukan tidak tahu… tapi tidak mau tahu.
Sudah diingatkan:
- salat,
- jauhi riba,
- jaga aurat,
- jangan maksiat…
Jawabannya: “Nanti kalau sudah tua.”
Padahal malaikat maut tidak pernah bilang: “Tenang, saya datang pas pensiun.”
Humor Penghidup Suasana
Jamaah…
Kadang manusia lucu.
Kalau HP lowbat 5%: panik cari charger.
Kalau iman lowbat: malah buka TikTok.
Kalau kuota tinggal sedikit: langsung hemat.
Kalau umur tinggal sedikit… malah tambah maksiat.
Ada juga yang kalau dinasihati bilang: “Jangan ceramahin saya!”
Padahal hidupnya sendiri sudah seperti ceramah tentang akibat salah pergaulan.
5. Ciri Mukmin Mau Menerima Nasihat
Firman Allah
فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰى سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰى
“Maka berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut kepada Allah akan mengambil pelajaran.”
(QS. Al-A‘lā: 9–10)
Kisah Ulama
Umar bin Khattab pernah berkata:
“Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan kepadaku aibku.”
Subḥānallāh…
Sekarang? Dikritik sedikit langsung:
- unfollow,
- blokir,
- bikin status sindiran tiga halaman.
Pesan Penutup
Jamaah rahimakumullah…
Rasulullah ﷺ sudah menyampaikan semuanya dengan jelas.
Sekarang tinggal:
- mau dengar atau tidak,
- mau berubah atau tidak,
- mau taat atau tidak.
Karena nanti di hari kiamat… tidak ada alasan:
“Ya Allah saya tidak tahu.”
Azan sudah terdengar. Al-Qur’an sudah dibaca. Peringatan sudah datang berkali-kali.
Penutup dan Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang mendengar nasihat lalu mengikuti yang terbaik darinya.”
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا قُلُوْبًا خَاشِعَةً وَأَلْسِنَةً ذَاكِرَةً وَتَوْبَةً نَصُوحًا
“Ya Allah, anugerahkan kepada kami hati yang khusyuk, lisan yang selalu berdzikir, dan taubat yang sungguh-sungguh.”
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment