Kesombongan yang Mengusir Iblis dari Surga
Materi Ceramah Tafsir Surah Al-Ḥijr Ayat 34
“Kesombongan yang Mengusir Iblis dari Surga”
AYAT
قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَاِنَّكَ رَجِيْمٌۙ
“Dia (Allah) berfirman, ‘Kalau begitu keluarlah dari sana, karena sesungguhnya engkau terkutuk.’”
(QS. Al-Ḥijr: 34)
PEMBUKAAN CERAMAH
Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah yang masih memberi kita kesempatan untuk bertobat… sebelum pintu langit tertutup.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ… manusia paling mulia yang semakin tinggi derajatnya justru semakin rendah hatinya.
Hadirin rahimakumullah…
Ayat ini adalah salah satu ayat paling mengerikan dalam Al-Qur’an.
Kenapa?
Karena ayat ini menceritakan:
makhluk ahli ibadah…
yang DIUSIR oleh Allah.
Bukan orang kafir biasa… bukan orang awam…
Tetapi makhluk yang dahulu pernah beribadah lama.
Namun satu penyakit menghancurkannya:
SOMBONG.
TAFSIR AYAT
“Keluarlah dari sana!”
فَاخْرُجْ مِنْهَا
Artinya:
- keluar dari surga,
- keluar dari kemuliaan,
- keluar dari rahmat Allah.
Imam Ath-Ṭabari menjelaskan
dalam Tafsir Ath-Thabari:
“Iblis diusir karena menolak perintah Allah dengan kesombongan.”
Bukan karena tidak tahu… tetapi karena merasa dirinya lebih hebat.
Makna “Rajīm”
فَاِنَّكَ رَجِيْمٌ
“Rajīm” artinya:
- terkutuk,
- terusir,
- dijauhkan dari rahmat Allah.
Imam Al-Baghawi menjelaskan
dalam Ma'alimut Tanzil:
“Rajīm adalah yang dijauhkan dari seluruh kebaikan dan rahmat Allah.”
Na‘ūdzu billāh…
KENAPA IBLIS DIUSIR?
Karena:
- sombong,
- menolak perintah Allah,
- merasa lebih baik dari Adam.
Padahal… kalau Allah sudah memerintah, maka tugas makhluk:
SAMI‘NĀ WA AṬA‘NĀ
“Kami dengar dan kami taat.”
DALIL AL-QUR’AN
Kesombongan Menghinakan Pelakunya
فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا
“Tidak pantas bagimu menyombongkan diri di dalamnya.”
(QS. Al-A‘rāf: 13)
Lihat… kesombongan membuat Iblis:
- dari mulia jadi hina,
- dari dekat jadi jauh,
- dari ahli ibadah jadi musuh Allah.
HADIS TENTANG TAWADHU’
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلّٰهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللّٰهُ
“Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya.”
(HR. Muslim)
Jadi:
- yang meninggikan kita bukan kesombongan,
- tetapi kerendahan hati.
PELAJARAN BESAR DARI AYAT
1. Ibadah tanpa adab bisa hancur
Iblis ahli ibadah… tetapi tidak punya adab kepada Allah.
Maka jangan bangga:
- hafal banyak kitab,
- rajin kajian,
- sering ceramah…
kalau hati masih:
- keras,
- sombong,
- sulit menerima nasihat.
2. Kesombongan adalah dosa pertama di langit
Dosa pertama di bumi adalah pembunuhan Qabil. Tetapi dosa pertama di langit adalah kesombongan Iblis.
Makanya penyakit ini sangat berbahaya.
3. Orang sombong sebenarnya sedang menggali kuburnya sendiri
Karena makin sombong:
- makin dibenci,
- makin jauh dari hidayah,
- makin susah menerima kebenaran.
KOMENTAR ULAMA
Imam Ibnul Qayyim
Dalam Ighatsatul Lahfan:
“Kesombongan adalah pakaian kebesaran Allah. Siapa yang mencoba memakainya, Allah akan menghinakannya.”
KESOMBONGAN MODERN
Sekarang kesombongan tidak selalu pakai mahkota…
Kadang bentuknya:
- pamer jabatan,
- pamer kekayaan,
- pamer ibadah,
- pamer followers,
- pamer keturunan,
- pamer gelar.
Ada orang baru umrah sekali… caption-nya:
“Semoga istiqamah menjadi tamu Allah…”
Padahal pulang dari umrah… tetangga masih belum dibayar utangnya.
😂😂😂
HUMOR SEGAR BIKIN JEMAAH KETAWA
Ada orang sombong berkata:
“Saya ini orang penting!”
Malaikat berkata:
“Tenang bang… nanti juga dibungkus kain kafan yang sama.”
😂
Ada lagi orang pamer:
“Rumah saya tiga lantai!”
Kuburan jawab:
“Sini cuma satu lantai cukup.”
😂😂😂
KISAH ULAMA SALAF
Dikisahkan Imam Ahmad bin Hanbal pernah berjalan sederhana sekali.
Orang tidak mengenal beliau.
Ada yang berkata:
“Minggir wahai orang tua!”
Beliau tidak marah.
Beliau hanya berkata:
“Benar… aku memang orang tua yang penuh dosa.”
Subhanallah…
Semakin tinggi ilmu… semakin rendah hati.
BAHAYA MERASA PALING BENAR
Iblis hancur karena:
merasa pendapatnya lebih benar daripada perintah Allah.
Ini penyakit yang sangat berbahaya.
Kadang orang berkata:
- “Menurut logika saya…”
- “Menurut pemikiran saya…”
Padahal sudah jelas ayat dan hadisnya.
Hati-hati… jangan sampai logika menjadi “tuhan kedua”.
DALIL TENTANG KETAATAN
اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا
“Sesungguhnya ucapan orang-orang mukmin apabila dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar diputuskan perkara di antara mereka adalah: ‘Kami dengar dan kami taat.’”
(QS. An-Nūr: 51)
RENUNGAN MENYENTUH
Hadirin…
Iblis dahulu dekat dengan langit… tetapi jatuh karena kesombongan.
Sebaliknya manusia yang penuh dosa… bisa naik derajat karena tobat dan kerendahan hati.
Jangan pernah merasa aman dari penyakit hati.
Kadang orang miskin sombong. Kadang orang alim sombong. Kadang orang rajin ibadah sombong.
Bahkan… ada yang sombong karena merasa paling tawadhu’.
😂
PENUTUP
Mari kita belajar dari tragedi Iblis:
- jangan melawan perintah Allah,
- jangan merasa lebih baik dari orang lain,
- jangan bangga diri.
Karena semua kemuliaan hanyalah titipan Allah.
Hari ini dipuji… besok bisa dihina.
Hari ini sehat… besok bisa terbaring.
Hari ini kaya… besok bisa bangkrut.
Maka yang paling aman adalah:
tawadhu’ di hadapan Allah.
DOA PENUTUP
اللّٰهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُرُوْرِ وَقَسْوَةِ الْقَلْبِ
“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kesombongan, tertipu diri, dan kerasnya hati.”
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُخْبِتِيْنَ الْمُتَوَاضِعِيْنَ
“Ya Allah, jadikan kami hamba-hamba-Mu yang tunduk dan rendah hati.”
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا
“Ya Tuhan kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.”
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Post a Comment