Ketika Al-Qur’an Disebut Dongeng — Penyakit Kesombongan
Materi Ceramah: “Ketika Al-Qur’an Disebut Dongeng — Penyakit Kesombongan yang Membinasakan”
Tafsir Surah Al-Qur'an An-Naḥl Ayat 24
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Amma ba‘du.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Ada orang kalau dinasihati malah bilang: “Ah itu mah teori doang…”
Dikasih ayat: “Itu kan cerita zaman dulu…”
Dikasih hadis: “Kurang relevan…”
Kadang bukan karena dalilnya kurang kuat… tapi karena egonya terlalu kuat!
Makanya hari ini kita belajar satu penyakit hati yang sangat berbahaya: kesombongan terhadap kebenaran.
Ayat Utama
Firman Allah Ta‘ala
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ مَّاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ ۙ قَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Dongeng-dongeng orang dahulu.’”
(QS. An-Naḥl: 24)
1. Kesombongan Orang Musyrik: Menolak Al-Qur’an dengan Ejekan
Kaum Quraisy sebenarnya tahu bahwa Nabi Muhammad ﷺ jujur.
Mereka menyebut beliau:
- Al-Amīn
- Ash-Shādiq
Tetapi ketika Al-Qur’an turun…
mereka tidak mau tunduk.
Akhirnya mereka menyerang dakwah dengan hinaan:
- penyair
- tukang sihir
- orang gila
- pendongeng
Dalil Pendukung
Firman Allah
وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Dan mereka berkata, ‘Itu hanyalah dongeng orang-orang terdahulu yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakan kepadanya pagi dan petang.’”
(QS. Al-Furqān: 5)
2. Penyebab Utama Penolakan: Kesombongan
Bukan karena Al-Qur’an tidak jelas… bukan karena Nabi tidak jujur…
tetapi karena SOMBONG.
Firman Allah
ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ ۙ فَقَالَ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ
“Kemudian dia berpaling dan menyombongkan diri, lalu berkata, ‘Ini hanyalah sihir yang dipelajari.’”
(QS. Al-Muddatstsir: 23-24)
Hadis Tentang Kesombongan
Rasulullah ﷺ bersabda
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”
(HR. Muslim)
Lalu ada sahabat bertanya:
“Ya Rasulullah, seseorang suka pakai baju bagus dan sandal bagus?”
Beliau menjawab:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Allah itu indah dan mencintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”
(HR. Muslim)
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi رحمه الله
dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim menjelaskan:
“Batrul-haqq adalah menolak kebenaran setelah jelas baginya.”
Artinya: orang sombong itu sebenarnya tahu… tetapi gengsi menerima.
Ibnu Katsir رحمه الله
dalam Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan:
Kaum Quraisy tahu kemukjizatan Al-Qur’an, tetapi mereka takut kehilangan kedudukan dan pengaruh.
Jadi kadang… yang menghalangi hidayah bukan kurang ilmu… tetapi takut turun gengsi!
3. Zaman Sekarang Pun Banyak yang Menganggap Agama “Dongeng”
Sekarang bentuknya beda.
Kalau dulu bilang: “dongeng orang dahulu”
Sekarang bilang:
- “agama bikin kuno”
- “ngapain terlalu syar’i”
- “zaman sudah modern”
- “itu cocoknya zaman dulu”
Padahal teknologi makin maju… manusia malah makin stres.
Rumah makin besar… hati makin sempit.
Follower makin banyak… teman curhat makin sedikit.
Humor
Ada orang bilang:
“Ngaji itu gak penting, yang penting kan hati baik.”
Lalu ditanya: “Kalau motor rusak, bawa ke bengkel atau cukup niat baik?”
Dia jawab: “Ya ke bengkel lah!”
“Nah… hati rusak kok gak dibawa ke pengajian?”
😂😂😂
Ada juga yang bilang: “Ah ceramah itu cuma teori!”
Padahal… dia tiap malam nonton motivator: “Bangkitlah harimaumu!!”
Besok paginya… bangun aja jam 10 siang.
🤣🤣🤣
4. Al-Qur’an Itu Bukan Dongeng, Tapi Petunjuk Hidup
Firman Allah
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 2)
Firman Allah
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
“Sungguh Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.”
(QS. Al-Isrā’: 9)
Bukti Al-Qur’an Mengubah Dunia
Dulu bangsa Arab:
- suka mabuk
- berjudi
- mengubur bayi perempuan
- perang antar suku
Setelah turun Al-Qur’an…
mereka berubah menjadi:
- ulama
- pemimpin dunia
- pembela keadilan
- ahli ibadah
Kalau Al-Qur’an cuma dongeng… mana mungkin mengubah manusia sedahsyat itu?
5. Bahaya Meremehkan Ayat Allah
Kadang orang tidak menghina langsung… tetapi meremehkan syariat.
Misalnya:
- azan dianggap gangguan
- jilbab dianggap kuno
- sunnah dianggap fanatik
Hati-hati…
karena meremehkan agama bisa menghancurkan iman.
Firman Allah
قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Katakanlah, ‘Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?’ Tidak usah meminta maaf, kalian telah kafir setelah beriman.”
(QS. At-Taubah: 65-66)
6. Ciri Hati yang Sehat: Mau Tunduk pada Kebenaran
Orang beriman kalau dengar ayat:
- langsung introspeksi
- langsung takut
- langsung berubah
Firman Allah
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
“Sesungguhnya orang-orang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka.”
(QS. Al-Anfāl: 2)
Kisah Menyentuh
Umar bin Khattab رضي الله عنه dulu sangat keras terhadap Islam.
Tetapi ketika mendengar Al-Qur’an…
hatinya luluh.
Artinya: hidayah itu masuk ke hati yang mau jujur.
Humor
Kadang manusia lucu…
Kalau HP error: langsung cari charger.
Kalau iman error: malah cari hiburan.
🤣🤣🤣
Padahal hati itu bukan dicas pakai WiFi… tetapi pakai dzikir dan Al-Qur’an.
Pesan Penting Ceramah
Jangan sampai:
- telinga sering dengar ayat
- tetapi hati tidak tersentuh
Jangan sampai:
- mulut memuji Islam
- tetapi hidup memusuhi syariat
Jangan sampai:
- Al-Qur’an hanya jadi pajangan
- bukan pedoman
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Kaum Quraisy binasa bukan karena bodoh… tetapi karena sombong.
Mereka tahu kebenaran… tetapi menolaknya.
Semoga kita dijauhkan dari hati yang keras dan sombong.
Semoga Allah menjadikan kita:
- pecinta Al-Qur’an
- pengamal Al-Qur’an
- pembela Al-Qur’an
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Referensi Kitab
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurthubi
- Jami' al-Bayan fi Ta'wil al-Qur'an
- Shahih Muslim
- Riyadhus Shalihin
- Imam An-Nawawi
- Ibnu Katsir
- Ibnu Taimiyah
Post a Comment