Ketika Tamu Datang… Nabi Luth Gelisah
Materi Ceramah Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ḥijr Ayat 61
“Ketika Tamu Datang… Nabi Luth Gelisah”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba‘du…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Ada tamu yang kalau datang membuat kita bahagia.
Misalnya:
- tamu bawa martabak 😄
- tamu transfer THR 😄
- tamu bilang, “Pak… ini saya mau bayar utang…”
MasyaAllah… langsung senyum selebar tol Cipali 😄
Tapi ada juga tamu yang membuat hati gelisah…
Dan itulah yang dialami Nabi Luth ‘alaihissalam ketika para malaikat datang dalam rupa pemuda tampan.
Ayat yang Dibahas
Al-Qur’an Surah Al-Ḥijr Ayat 61
فَلَمَّا جَاۤءَ اٰلَ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلُوْنَۙ
Artinya:
“Maka ketika para utusan (malaikat) itu datang kepada kaum (keluarga) Luth.”
1. Kedatangan Malaikat ke Negeri Nabi Luth
Setelah para malaikat datang kepada Nabi Ibrahim membawa:
- kabar gembira kelahiran Nabi Ishaq,
- sekaligus kabar kehancuran kaum Luth,
mereka pun menuju negeri Sodom.
Penjelasan Tafsir
Imam Ibnu Katsir
dalam Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan:
Para malaikat datang dalam rupa laki-laki tampan sebagai ujian bagi kaum Nabi Luth yang tenggelam dalam penyimpangan seksual.
2. Nabi Luth Sangat Gelisah
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-‘Ankabut Ayat 33
وَلَمَّآ اَنْ جَاۤءَتْ رُسُلُنَا لُوْطًا سِيْۤءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا
Artinya:
“Dan ketika para utusan Kami datang kepada Luth, dia merasa sedih karena kedatangan mereka dan merasa sempit dadanya.”
Mengapa Nabi Luth Khawatir?
Karena beliau tahu:
- kaumnya rusak moral,
- suka homoseksual,
- senang memangsa laki-laki tampan,
- dan sering memaksa tamu.
Bayangkan…
Nabi Luth sedang menerima tamu mulia… tetapi beliau khawatir:
“Jangan sampai kaum rusak itu datang!”
Ini menunjukkan beratnya hidup di tengah lingkungan rusak.
3. Lingkungan Buruk Bisa Membuat Orang Saleh Gelisah
Jamaah…
Kadang orang saleh bukan takut miskin… tapi takut anaknya rusak karena lingkungan.
Hari ini:
- tontonan rusak,
- pergaulan rusak,
- media sosial rusak,
- candaan rusak,
- bahkan maksiat dipromosikan terang-terangan.
Yang dulunya dosa… sekarang dijadikan hiburan.
Yang dulunya malu… sekarang dijadikan konten.
Hadis Nabi ﷺ
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Artinya:
“Seseorang itu mengikuti agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang menjadi temannya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Ulasan Ulama
Imam Al-Mubarakfuri
dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan:
Teman dekat sangat kuat memengaruhi:
- akhlak,
- keyakinan,
- kebiasaan,
- bahkan masa depan seseorang.
Humor 😄
Makanya hati-hati cari teman…
Ada anak awalnya rajin ngaji… setelah salah pergaulan berubah total.
Dulu status WA:
“Bismillah menuju surga.”
Sekarang:
“Yang penting happy.” 😄
Dulu upload kajian… sekarang upload kopi:
“Senja, kopi, dan luka…”
Padahal yang luka emaknya lihat tagihan pinjol 😄
4. Nabi Luth Tetap Menjaga Tamu
Walaupun takut… Nabi Luth tetap memuliakan tamu.
Ini akhlak nabi.
Hadis Nabi ﷺ
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Artinya:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tamunya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Pelajaran Penting
Islam mengajarkan:
- memuliakan tamu,
- menjaga kehormatan tamu,
- melindungi tamu.
Bahkan Nabi Luth rela menghadapi kaumnya demi menjaga tamunya.
5. Bahaya Normalisasi Penyimpangan
Kaum Nabi Luth dihancurkan karena:
- penyimpangan seksual,
- menolak nasihat nabi,
- bangga dengan dosa,
- dan terang-terangan melakukannya.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-A‘raf Ayat 81
اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ
Artinya:
“Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan. Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas.”
Penjelasan Ulama
Imam Al-Qurthubi
dalam Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan:
Perbuatan kaum Luth adalah dosa besar yang merusak fitrah manusia dan tatanan masyarakat.
6. Tetap Tenang Bersama Allah
Walaupun Nabi Luth gelisah… Allah sebenarnya sedang menyiapkan pertolongan.
Kadang hidup kita juga begitu:
- masalah datang,
- hati sempit,
- takut,
- bingung.
Tapi bisa jadi… pertolongan Allah sudah sangat dekat.
Dalil Al-Qur’an
Surah Ath-Thalaq Ayat 3
وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ
Artinya:
“Barangsiapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.”
Humor 😄
Kadang kita panik berlebihan…
Baru pulsa habis:
“Ya Allah… hidup ini berat…”
Padahal Nabi Luth menghadapi satu kampung rusak 😄
Kita baru kehilangan sinyal:
“Cobaan berat…”
Padahal password WiFi tetangga diganti 😄
Kesimpulan
Pelajaran dari Surah Al-Ḥijr Ayat 61
1. Lingkungan buruk sangat berbahaya
Bisa membuat orang saleh pun gelisah.
2. Jaga keluarga dari pergaulan rusak
Karena pengaruh lingkungan sangat kuat.
3. Jangan normalisasi dosa
Apalagi dosa yang merusak fitrah manusia.
4. Muliakan tamu
Karena itu tanda iman.
5. Pertolongan Allah selalu dekat
Walau keadaan tampak sulit.
Penutup
Jamaah…
Nabi Luth gelisah bukan karena kehilangan harta… tetapi karena takut kehormatan tamunya dirusak oleh manusia rusak.
Hari ini… apakah kita masih gelisah melihat kemaksiatan?
Atau justru kita sudah terbiasa melihat dosa?
Semoga Allah menjaga:
- hati kita,
- keluarga kita,
- anak-anak kita,
- dan negeri kita dari kerusakan moral.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Referensi Kitab
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurthubi
- Shahih Al-Bukhari
- Shahih Muslim
- Sunan Abu Dawud
- Jami' At-Tirmidzi
- Tuhfatul Ahwadzi
Post a Comment