Meneguhkan Ketakwaan dan Keikhlasan Melalui Ibadah Haji dan Kurban

KHUTBAH IDUL ADHA

Meneguhkan Ketakwaan dan Keikhlasan Melalui Ibadah Haji dan Kurban

KHUTBAH PERTAMA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

اَللّٰهُ أَكْبَرُ [٩×]، كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا                       

. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أيها الناس اتقوا الله حق نقلته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ

Di pagi hari yang sakral dan khidmat ini, seiring gema takbir, tahlil dan tahmid yang berkumandang sepanjang malam hingga pagi hari ini, terasa menyentuh hati dan membangkitkan kesadaran kaum muslimin terhadap nikmat-nikmat Allah Swt. yang tak terhitung jumlahnya. Untuk itu, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat dan karunia-Nya.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Hadirin rahimakumullah,

Hari Raya Idul Adha merupakan momentum besar syiar Islam. Pada saat yang bersamaan, jutaan kaum muslimin sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia, berbeda bahasa, warna kulit dan bangsa, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu memenuhi panggilan Allah Swt.

Allah Swt. berfirman:

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ

Artinya: “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 27)

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dengan mengumandangkan takbir, tahlil, tahmid dan tasbih, kita menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang lemah di hadapan kebesaran Allah Swt. Oleh sebab itu, kita hanya dapat memohon pertolongan dan kasih sayang-Nya agar hidup kita selamat di dunia dan akhirat.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Hadirin jamaah Idul Adha rahimakumullah,

Peristiwa haji dan kurban juga mengingatkan kita kepada sejarah agung Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk menyembelih putra kesayangannya. Dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan, keduanya tunduk kepada perintah Allah Swt. Maka Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor sembelihan yang besar.

Dari peristiwa ini, umat Islam diperintahkan untuk berkurban sebagai bukti ketakwaan dan pengorbanan kepada Allah Swt. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin sebagai bentuk solidaritas sosial dan kasih sayang kepada sesama.

Allah Swt. berfirman:

ذٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمٰتِ اللّٰهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ عِنْدَ رَبِّهِ

Artinya: “Demikianlah perintah Allah. Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya.” (QS. Al-Hajj: 30)

Dan firman-Nya lagi:

ذٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللّٰهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ

Artinya: “Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Maka marilah kita jadikan Idul Adha ini sebagai momentum meningkatkan ketakwaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan keikhlasan dan semangat berbagi kepada sesama.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


KHUTBAH KEDUA

الله اكبر [×٧] الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لا اله الا الله والله اكبر ولله الحمد 

 الحمد لله على إحسانه وشكرله على توفيقه وامتنانه

اشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه 

واشهد أن محمداً عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Idul Adha rahimakumullah,

Idul Adha mengajarkan kepada kita tentang keikhlasan, pengorbanan dan kepedulian sosial. Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat egois, keserakahan dan cinta dunia yang berlebihan.

Melalui ibadah kurban, kita diajak untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga semangat pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. dan ketaatan Nabi Ismail a.s. mampu kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita perkuat persatuan umat Islam, saling membantu, saling mendoakan dan menjaga ukhuwah Islamiyah. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan keberkahan kepada bangsa dan negara kita.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا، وَاجْعَلْهَا بَلْدَةً طَيِّبَةً آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Tidak ada komentar