Adab Membaca Al-Qur’an dan Bahaya Godaan Setan
Materi Ceramah: “Adab Membaca Al-Qur’an dan Bahaya Godaan Setan”
Tadabbur Al-Qur'an Surah Surah An-Nahl Ayat 98
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Di zaman sekarang manusia takut virus… takut baterai HP tinggal 1%… takut kuota habis…
Tapi kadang tidak takut hati dimasuki setan.
Padahal setan itu lebih bahaya daripada maling.
Kalau maling cuma ambil motor… setan bisa ambil iman!
😂
Malam ini kita akan membahas bagaimana adab membaca Al-Qur’an agar hati kita dijaga Allah dari tipu daya setan.
Ayat Utama
Firman Allah ﷻ
فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
Artinya:
“Maka apabila engkau hendak membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
(QS. An-Naḥl: 98)
1. Mengapa Harus Berlindung kepada Allah?
Karena setan tidak suka manusia dekat dengan Al-Qur’an.
Al-Qur’an:
- menerangi hati,
- membimbing hidup,
- menghapus dosa,
- mendekatkan manusia kepada Allah.
Sedangkan setan ingin:
- hati gelap,
- malas ibadah,
- jauh dari Allah,
- sibuk maksiat.
Makanya sebelum baca Al-Qur’an kita diajarkan:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Dalil Al-Qur’an tentang Bahaya Setan
Firman Allah ﷻ
اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا
Artinya:
“Sungguh setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh.”
(QS. Fāṭir: 6)
Jamaah sekalian…
Kadang manusia aneh:
- musuh malah diikuti,
- setan malah dituruti,
- nasihat ustaz ditinggal,
- bisikan setan langsung “siap laksanakan!”
😂
2. Setan Mengganggu Saat Membaca Al-Qur’an
Pernah tidak? Baru buka mushaf… tiba-tiba ngantuk.
Padahal sebelumnya:
- nonton drama 5 jam kuat,
- main HP sampai subuh tahan,
- lihat reels satu jam tidak berkedip.
Begitu baca Qur’an: “Ya Allah… mata berat…”
😂😂😂
Itulah gangguan setan.
Firman Allah ﷻ
اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰۤىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَ
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat dari setan, mereka segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahannya.”
(QS. al-A‘rāf: 201)
Penjelasan Para Ulama
Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm
Beliau menjelaskan:
“Isti‘ādzah sebelum membaca Al-Qur’an bertujuan membersihkan hati dan lisan dari gangguan setan.”
Jadi membaca Qur’an bukan hanya suara bagus… tapi hati juga harus bersih.
Imam An-Nawawi dalam At-Tibyān fī Ādābi Ḥamalatil Qur’ān
Beliau menerangkan adab membaca Al-Qur’an:
- Ikhlas karena Allah
- Bersuci
- Menghadap kiblat
- Membaca ta‘awudz
- Tadabbur dan khusyuk
3. Rasulullah ﷺ Pun Berlindung kepada Allah
Kalau Nabi Muhammad ﷺ yang maksum saja diperintah membaca ta‘awudz… apalagi kita yang:
- salat masih bolong,
- ngaji kadang-kadang,
- buka Qur’an lebih jarang daripada buka WhatsApp.
😂
Hadis Nabi ﷺ
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
Artinya:
“Sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh manusia seperti aliran darah.”
(HR. Bukhārī dan Muslim)
Makanya jangan heran… kadang baru niat ngaji:
- tiba-tiba lapar,
- tiba-tiba pengin rebahan,
- tiba-tiba ingat mantan tahun 2017.
😂😂😂
4. Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Hadis Nabi ﷺ
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhārī)
Hadis lainnya
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.”
(HR. Muslim)
5. Al-Qur’an Itu Obat Hati
Firman Allah ﷻ
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.”
(QS. al-Isrā’: 82)
Sekarang banyak orang:
- badannya sehat,
- wajah glowing,
- outfit mahal…
Tapi hatinya stres.
Kenapa?
Karena hati tidak cukup diberi kopi… hati perlu diberi Qur’an.
😂
Kisah Ulama
Dikisahkan Imam Malik apabila hendak mengajar hadis atau membaca Al-Qur’an:
- beliau mandi dulu,
- memakai pakaian terbaik,
- memakai minyak wangi.
Kenapa?
Karena beliau memuliakan ilmu dan kalam Allah.
(Rujukan: Siyar A‘lām an-Nubalā’ karya Adz-Dzahabi)
6. Cara Agar Dekat dengan Al-Qur’an
A. Biasakan membaca setiap hari
Walau sedikit.
Hadis Nabi ﷺ
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu walaupun sedikit.”
(HR. Bukhārī dan Muslim)
B. Pahami maknanya
Jangan hanya cepat khatam.
Kadang ada yang baca Qur’an: tajwidnya cepat sekali…
Sampai malaikat pencatat pahala bilang: “Ini tadi baca Qur’an atau lelang motor?”
😂😂😂
C. Amalkan isinya
Karena tujuan Qur’an bukan sekadar dibaca… tetapi diamalkan.
Pesan Penting
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Setan sangat takut kepada:
- rumah yang dibacakan Qur’an,
- hati yang berdzikir,
- orang yang rajin salat,
- majelis ilmu.
Makanya jangan biarkan rumah kita:
- lebih sering suara TV daripada tilawah,
- lebih sering musik daripada dzikir.
Humor
Ada orang bilang:
“Ustaz, saya susah fokus baca Qur’an.”
Saya tanya: “Kalau main game bisa fokus?”
Dia jawab: “Bisa sampai lupa makan.”
Saya bilang: “Itu berarti bukan susah fokus… tapi fokusnya salah alamat.”
😂😂😂
Kesimpulan
Dari ayat ini kita belajar:
- Membaca Qur’an harus dimulai dengan ta‘awudz.
- Setan adalah musuh nyata manusia.
- Al-Qur’an adalah cahaya dan obat hati.
- Membaca Qur’an perlu adab dan kekhusyukan.
- Orang yang dekat dengan Qur’an akan dekat dengan Allah.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا وَذَهَابَ هُمُوْمِنَا وَغُمُوْمِنَا
Artinya:
“Ya Allah, jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya dada kami, penghilang kesedihan dan kegelisahan kami.”
اللَّهُمَّ أَعِذْنَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ
Artinya:
“Ya Allah, lindungilah kami dari godaan setan yang terkutuk dan jadikan kami termasuk ahli Al-Qur’an.”
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Post a Comment