Nikmat yang Tidak Disyukuri Bisa Berubah Menjadi Musibah

Ceramah: Nikmat yang Tidak Disyukuri Bisa Berubah Menjadi Musibah

Mukadimah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعَمٍ لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى، وَأَمَرَنَا بِالشُّكْرِ وَحَذَّرَنَا مِنَ الْكُفْرَانِ وَالطُّغْيَانِ.

نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ زَوَالِ نِعَمِهِ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِهِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Amma ba’du.

Jamaah rahimakumullah…

Mari kita bersyukur kepada Allah atas nikmat iman, kesehatan, keamanan, keluarga, dan rezeki. Karena nikmat yang tidak disyukuri bisa berubah menjadi bencana.


Ayat Pokok Ceramah

Al-Qur’an Surah An-Naḥl Ayat 112

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَىِٕنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

Artinya:

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang melimpah dari segala tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah. Maka Allah menimpakan kepada mereka kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat.”
(QS. An-Naḥl: 112)


1. Nikmat Itu Amanah dari Allah

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Dalam ayat ini Allah menggambarkan sebuah negeri:

  • aman,
  • tenteram,
  • makmur,
  • rezeki melimpah.

Tetapi ketika mereka lupa bersyukur… Allah cabut nikmat itu.

Karena nikmat bukan tanda Allah pasti ridha. Nikmat adalah ujian: apakah manusia bersyukur atau kufur.


Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Ibrahim Ayat 7

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: Jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepada kalian, tetapi jika kalian kufur, maka azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 7)


Penjelasan Ulama

Imam Al-Qurthubi menjelaskan dalam Tafsir Al-Qurthubi: Syukur menjaga nikmat, sedangkan kufur nikmat mengundang hilangnya keberkahan.

Sedangkan Ibnu Katsir menjelaskan: Negeri yang disebut dalam ayat ini adalah peringatan bagi siapa pun yang sombong terhadap nikmat Allah.


Humor 

Kadang manusia lucu…

Dapat rezeki: “Ini hasil kerja keras saya!”

Begitu sakit: “Ya Allah… cobaan dari-Mu berat sekali…”

Pas nikmat datang lupa Allah… pas musibah datang baru hafal doa lengkap dengan tajwid.


2. Kufur Nikmat Membawa Kehancuran

Jamaah rahimakumullah…

Kufur nikmat bukan cuma mengatakan: “Saya tidak percaya Allah.”

Tetapi juga:

  • memakai nikmat untuk maksiat,
  • lupa ibadah,
  • sombong,
  • meremehkan orang lain,
  • hidup tanpa syukur.

Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Saba’ Ayat 15–16

كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ ۝ فَاَعْرَضُوْا فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ

Artinya:

“Makanlah dari rezeki Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan Tuhanmu Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar.”
(QS. Saba’: 15–16)


Penjelasan Ulama

Imam Ath-Thabari menjelaskan: Kaum Saba’ dihancurkan bukan karena miskin, tetapi karena tidak bersyukur atas kemakmuran mereka.


Humor 

Sekarang banyak orang: kalau makan upload dulu.

“Alhamdulillah…”

Tetapi habis upload: tetangganya lapar tidak dipedulikan.

Kadang syukur kita cuma sampai caption… belum sampai hati.


3. Keamanan dan Rezeki Adalah Nikmat Besar

Jamaah sekalian…

Coba bayangkan:

  • bisa tidur tenang,
  • bisa makan nyaman,
  • bisa beribadah bebas…

Itu nikmat besar.


Hadis Nabi ﷺ

HR. Tirmidzi

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِيْ سِرْبِهِ مُعَافًى فِيْ جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوْتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Artinya:

“Barang siapa di pagi hari merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya.”
(HR. Jami At-Tirmidzi)


Penjelasan

Kadang manusia merasa kurang terus. Padahal:

  • masih bisa makan,
  • masih sehat,
  • masih punya keluarga,
  • masih bisa sujud…

Itu nikmat luar biasa.


Humor 

Ada orang: rumahnya besar, mobilnya dua, AC lima…

Tetapi tidurnya pakai obat.

Sementara ada orang sederhana: tidur di tikar… ngoroknya sampai tetangga ikut hafal nadanya.

Ternyata bahagia bukan soal banyaknya harta… tetapi keberkahan hidup.


4. Syukur Adalah Kunci Selamatnya Negeri dan Keluarga

Jamaah rahimakumullah…

Kalau ingin:

  • keluarga aman,
  • negeri tenteram,
  • rezeki berkah…

Maka syukur harus hidup.

Syukur bukan hanya ucapan: “Alhamdulillah.”

Tetapi:

  • taat kepada Allah,
  • menjaga ibadah,
  • membantu sesama,
  • tidak sombong.

Dalil Al-Qur’an

Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 152

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Artinya:

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian kufur.”
(QS. Al-Baqarah: 152)


Humor 

Sekarang banyak orang: charger HP dijaga baik-baik.

Kalau baterai 10%: panik.

Tetapi iman tinggal 5%: masih santai sambil rebahan.

Padahal yang paling penting dicas itu: hati.

Bukan cuma handphone.


Pesan Inti Ceramah

1. Semua nikmat berasal dari Allah

2. Kufur nikmat bisa mengundang musibah

3. Syukur menjaga keberkahan hidup

4. Negeri yang taat akan lebih aman dan tenteram

Jangan tunggu nikmat dicabut baru sadar pentingnya syukur.


Doa 

اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِيْنَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْكَافِرِيْنَ بِنِعَمِكَ.

اللّٰهُمَّ أَدِمْ عَلَيْنَا نِعْمَةَ الْإِيْمَانِ وَالْأَمْنِ وَالْعَافِيَةِ وَالرِّزْقِ الْحَلَالِ.

اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ أَوْطَانِنَا وَأَهْلِنَا وَأَرْزَاقِنَا.

اللّٰهُمَّ لَا تُغَيِّرْ نِعْمَتَكَ عَلَيْنَا بِسَبَبِ ذُنُوْبِنَا وَغَفْلَتِنَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Tidak ada komentar