Penyesalan Orang Kafir di Akhirat: Ketika Semua Sudah Terlambat
Ceramah Tafsir Surah Al-Qur'an Al-Hijr Ayat 2
Tema: Penyesalan Orang Kafir di Akhirat: Ketika Semua Sudah Terlambat
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Di dunia ini banyak penyesalan:
- menyesal salah pilih pasangan,
- menyesal salah jurusan,
- menyesal beli barang online “gambar tidak sesuai kenyataan”,
- bahkan ada yang menyesal habis cukur rambut: “Ya Allah… kenapa jadi mirip antena TV…”
Tetapi ada penyesalan yang paling dahsyat…
yaitu penyesalan di akhirat.
Penyesalan yang tidak bisa diperbaiki lagi.
Allah berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 2:
رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ كَانُوْا مُسْلِمِيْنَ
Artinya:
“Orang-orang kafir itu nanti sering menginginkan sekiranya dahulu mereka menjadi orang-orang Muslim.”
1. Penyesalan Datang Terlambat
Ayat ini menggambarkan keadaan orang kafir ketika melihat:
- dahsyatnya neraka,
- nikmatnya surga,
- dan keselamatan orang-orang beriman.
Mereka berkata: “Seandainya dulu kami beriman…”
Tetapi saat itu sudah terlambat.
Dalil Pendukung
Surah Al-An‘am ayat 27
وَلَوْ تَرٰٓى اِذْ وُقِفُوْا عَلَى النَّارِ فَقَالُوْا يٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِاٰيٰتِ رَبِّنَا وَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya:
“Seandainya engkau melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: ‘Wahai sekiranya kami dikembalikan (ke dunia), niscaya kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami dan kami menjadi orang-orang beriman.’”
Penjelasan Ulama
Imam Al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi
Beliau menjelaskan: Ketika orang kafir melihat orang beriman mendapatkan rahmat Allah dan keluar dari neraka, mereka berharap dulu menjadi Muslim.
Humor
Di dunia banyak orang bilang: “Nanti aja tobat kalau sudah tua…”
Padahal maut itu tidak lihat:
- uban,
- kumis,
- atau cicilan motor lunas belum.
Ada yang baru niat tobat hari Senin…
eh malaikat maut datang hari Minggu malam.
Makanya jangan tunda taubat.
2. Hadis Tentang Orang Muslim Keluar dari Neraka
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا اجْتَمَعَ أَهْلُ النَّارِ فِي النَّارِ ... قَالُوا يَالَيْتَنَا كُنَّا مُسْلِمِينَ
Artinya ringkas:
Ketika penghuni neraka berkumpul, orang kafir melihat sebagian Muslim yang berdosa akhirnya dikeluarkan dari neraka karena iman mereka. Maka orang kafir berkata:
“Seandainya dahulu kami menjadi Muslim.”
(HR. Ath-Thabrani)
Pelajaran Besar dari Hadis Ini
a. Iman Sangat Berharga
Walaupun seorang Muslim berdosa besar, jika masih memiliki iman dan tauhid, maka akhirnya ia akan mendapat rahmat Allah.
Hadis Tentang Tauhid
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya:
“Barangsiapa yang akhir perkataannya ‘La ilaha illallah’, maka ia masuk surga.”
(HR. Abu Dawud)
Penjelasan An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim
Beliau menjelaskan: Ahli tauhid meskipun bermaksiat tidak kekal di neraka selama masih memiliki iman.
3. Dunia Membuat Banyak Orang Lalai
Allah menjelaskan bahwa manusia sering baru sadar ketika azab datang.
Saat sehat:
- lupa shalat,
- lupa masjid,
- lupa akhirat.
Begitu sakit? Baru:
- cari ustaz,
- cari ruqyah,
- cari air zamzam,
- bahkan googling: “doa supaya cepat sembuh dan masuk surga.”
Dalil Al-Qur’an
Surah Yunus ayat 12
وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْۢبِهٖٓ اَوْ قَاعِدًا اَوْ قَاۤىِٕمًا
Artinya:
“Apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, ataupun berdiri.”
Humor Lucu
Kalau pesawat mulai goyang: yang tadinya jarang shalat… langsung jadi ahli dzikir.
“Subhanallah… Astaghfirullah… Ya Allah kalau selamat aku mau tahajud…”
Begitu pesawat mendarat? Tahajudnya ikut mendarat juga.
4. Jangan Tertipu Kenikmatan Dunia
Banyak orang tertipu:
- jabatan,
- uang,
- popularitas,
- followers,
- bisnis,
- rumah mewah.
Padahal semua akan ditinggalkan.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Hadid ayat 20
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ
Artinya:
“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan…”
Ulasan Ulama
Ibnul Qayyim dalam Al-Fawaid
Beliau berkata: “Dunia itu seperti mimpi. Yang dipuji di dunia belum tentu mulia di sisi Allah.”
Kisah Renungan
Fir‘aun:
- punya kerajaan,
- tentara,
- istana megah.
Tetapi ketika tenggelam…
Baru berkata:
اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْٓ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْٓا اِسْرَاۤءِيْلَ
“Aku beriman kepada Tuhan Bani Israil.”
Tetapi sudah terlambat.
5. Kesempatan Taubat Masih Terbuka
Selama nyawa belum sampai tenggorokan… pintu taubat masih terbuka.
Hadis Nabi ﷺ
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
Artinya:
“Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan.”
(HR. Imam Tirmidzi)
Humor Menyentil
Kadang manusia aneh…
Password HP saja diganti tiap bulan demi keamanan.
Tapi dosa? Disimpan bertahun-tahun tanpa dihapus.
Padahal: “storage akhirat” juga penuh.
6. Kabar Gembira untuk Orang Beriman
Ayat ini juga menjadi penghibur bagi Nabi ﷺ dan para sahabat.
Saat Islam ditindas… Allah memberi kabar: Suatu hari orang kafir akan menyesal.
Artinya: Kemenangan hakiki bukan sekadar menang di dunia… tetapi selamat di akhirat.
Dalil
Surah Az-Zumar ayat 61
وَيُنَجِّى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ
Artinya:
“Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka.”
Penutup
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Jangan tunggu:
- sakit baru taubat,
- tua baru ngaji,
- dekat mati baru ingat Allah.
Karena tidak ada yang tahu: apakah malam ini masih bisa tidur… atau justru menjadi malam terakhir kita di dunia.
Muhasabah
Bayangkan…
Jika malam ini malaikat maut datang…
Apakah kita siap?
Apakah Al-Qur’an sudah dekat dengan kita?
Apakah shalat kita sudah benar?
Apakah dosa-dosa sudah ditaubati?
Karena di akhirat nanti… tidak ada lagi:
- tombol undo,
- edit,
- atau “coba lagi nanti”.
Doa Penutup
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ النَّادِمِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya:
“Ya Allah, jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang menyesal pada hari kiamat.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment