Terlena Dunia dan Panjang Angan: Penyakit Akhir Zaman

Ceramah Tafsir Surah Al-Qur'an Al-Hijr Ayat 3

Tema: Terlena Dunia dan Panjang Angan: Penyakit Akhir Zaman


Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Di zaman sekarang manusia sibuk sekali:

  • pagi buka HP,
  • siang buka marketplace,
  • malam buka drama Korea,
  • tengah malam buka kulkas…

Tetapi sayang… jarang membuka Al-Qur’an.

Manusia modern punya banyak hiburan, tetapi sedikit kesadaran.

Allah menggambarkan keadaan manusia lalai dalam Surah Al-Hijr ayat 3:

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ

Artinya:
“Biarkanlah mereka makan dan bersenang-senang serta dilalaikan oleh angan-angan kosong, maka kelak mereka akan mengetahui (akibatnya).”


1. Manusia Terlalu Sibuk Mengejar Dunia

Allah menyebut:

يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا

“Mereka makan dan bersenang-senang.”

Artinya: hidup mereka hanya fokus:

  • makan,
  • hiburan,
  • harta,
  • syahwat,
  • kesenangan dunia.

Tidak peduli halal haram. Tidak peduli akhirat.


Dalil Al-Qur’an

Surah Muhammad ayat 12

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ وَيَأْكُلُوْنَ كَمَا تَأْكُلُ الْاَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

Artinya:
“Orang-orang kafir bersenang-senang dan makan seperti hewan makan, dan nerakalah tempat tinggal mereka.”


Penjelasan Ulama

Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir

Beliau menjelaskan: Mereka hidup hanya mengikuti syahwat tanpa memikirkan tujuan penciptaan manusia.


Humor 

Sekarang ada orang: makan siang mikir menu malam, makan malam mikir dessert, habis dessert cari kopi, habis kopi cari camilan.

Pokoknya hidup: “dari perut kembali ke perut.”

Kalau ditanya: “Hafal surat pendek?” Dia jawab: “Menu mie instan hafal semua.”


2. Bahaya Panjang Angan-Angan

Allah berfirman:

وَيُلْهِهِمُ الْاَمَلُ

“Mereka dilalaikan oleh angan-angan.”

Maksudnya:

  • terlalu banyak rencana dunia,
  • terlalu percaya masih hidup lama,
  • menunda taubat,
  • menunda ibadah.

Perkataan Ali bin Abi Thalib

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ اثْنَتَانِ: طُولُ الْأَمَلِ وَاتِّبَاعُ الْهَوَى

Artinya:
“Yang paling aku khawatirkan atas kalian ada dua: panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu.”

Beliau berkata:

فَإِنَّ طُولَ الْأَمَلِ يُنْسِي الْآخِرَةَ

“Panjang angan membuat lupa akhirat.”


Realita Sekarang

Banyak orang berkata:

  • “Nanti kalau kaya saya ngaji.”
  • “Nanti kalau tua saya tobat.”
  • “Nanti kalau pensiun saya rajin masjid.”

Padahal tidak ada jaminan sampai tua.

Kuburan penuh dengan orang yang:

  • punya rencana besok,
  • tapi meninggal hari ini.

Humor 

Ada orang bilang: “Kalau sudah mapan saya mau umrah.”

Sekarang: duit ada… tetapi lutut sakit.

Pas muda: lutut kuat… duit tidak ada.

Pas tua: duit ada… dokter bilang: “Jangan capek-capek ya Pak…”


3. Akhir Umat Rusak Karena Panjang Angan

Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاحُ أَوَّلِ هٰذِهِ الْأُمَّةِ بِالزُّهْدِ وَالْيَقِينِ وَيَهْلِكُ آخِرُهَا بِالْبُخْلِ وَالْأَمَلِ

Artinya:
“Kebaikan generasi awal umat ini adalah karena zuhud dan keyakinan. Sedangkan generasi akhirnya rusak karena sifat bakhil dan panjang angan.”

(HR. Imam Ahmad, Ath-Thabrani, dan Al-Baihaqi)


Penjelasan Ulama

Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Jami‘ul ‘Ulum wal Hikam

Beliau menjelaskan: Panjang angan membuat manusia cinta dunia dan malas beramal untuk akhirat.


4. Dunia Hanya Sementara

Allah berfirman:

Surah Al-‘Ankabut ayat 64

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌ ۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ

Artinya:
“Kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, sedangkan negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya.”


Ilustrasi Menyentuh

Dunia itu seperti terminal.

Orang bijak tahu: terminal bukan tujuan akhir.

Masa ada orang: bangun rumah mewah di terminal bus?

Tetapi aneh… banyak manusia sibuk membangun dunia… sampai lupa kampung akhirat.


Humor 

Kadang manusia lucu…

HP jatuh: langsung panik.

“Ya Allah layarku!”

Iman jatuh? Santai.

Shalat jatuh? Biasa.

Akhlaq jatuh? Malah upload story.


5. Kematian Datang Tiba-Tiba

Hadis Nabi ﷺ

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

Artinya:
“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kenikmatan (yaitu kematian).”

(HR. Imam Tirmidzi)


Ulasan Ulama

Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin

Beliau menjelaskan: Orang yang sering mengingat mati akan:

  • sedikit dosanya,
  • lembut hatinya,
  • dan tidak tertipu dunia.

Gambaran Dramatis

Bayangkan…

Hari ini masih tertawa… besok sudah dimandikan.

Hari ini masih selfie… besok wajah ditutup kain kafan.

Hari ini masih update status… besok status berubah: “Almarhum.”

Allahu Akbar…


6. Jalan Selamat: Zuhud dan Persiapan Akhirat

Zuhud bukan berarti miskin.

Tetapi: hati tidak diperbudak dunia.

Punya harta boleh… asal harta tidak punya hati kita.


Hadis Nabi ﷺ

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Artinya:
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.”

(HR. Imam Bukhari)


Penutup

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Jangan sampai:

  • terlalu sibuk dunia,
  • terlalu banyak angan,
  • terlalu panjang rencana, tetapi sedikit amal.

Karena suatu hari nanti… semua manusia akan tahu hakikat kehidupan.

Allah menutup ayat ini dengan:

فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ

“Kelak mereka akan mengetahui.”

Saat itu: tidak ada lagi kesempatan kedua.


Muhasabah

Sudah berapa banyak:

  • shalat yang ditunda?
  • dosa yang dianggap biasa?
  • Al-Qur’an yang tidak dibaca?
  • taubat yang terus ditunda?

Jangan sampai nanti berkata:

“Ya Allah… andaikan aku dulu lebih taat…”

tetapi semuanya sudah terlambat.


Doa Penutup

اللّٰهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا إِلَى النَّارِ مَصِيْرَنَا

Artinya:
“Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami, jangan jadikan dunia puncak ilmu kami, dan jangan jadikan neraka tempat kembali kami.”

آمين يا رب العالمين.

Tidak ada komentar