Saat Susah Ingat Allah, Saat Senang Malah Lupa
Materi Ceramah
“Saat Susah Ingat Allah, Saat Senang Malah Lupa”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الذي يكشف الضر ويجيب المضطر إذا دعاه، نحمده سبحانه ونشكره ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Ada satu penyakit manusia yang sudah ada sejak zaman dahulu:
- saat susah sangat dekat dengan Allah,
- saat senang mulai lupa kepada Allah.
Ketika:
- sakit → rajin doa,
- bangkrut → rajin tahajud,
- terkena musibah → Qur’an dibaca tiap malam.
Tetapi ketika:
- usaha lancar,
- badan sehat,
- uang banyak…
mulai jarang sujud.
Inilah yang ditegur oleh Allah dalam ayat yang mulia ini.
1. Ayat Utama Ceramah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 54
ثُمَّ اِذَا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُوْنَ
Artinya:
“Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebagian kamu mempersekutukan Tuhan dengan yang lain.”
2. Saat Susah Manusia Sangat Ikhlas kepada Allah
Ketika manusia benar-benar terdesak… biasanya topeng kesombongan jatuh.
Semua sadar:
- manusia lemah,
- manusia butuh Allah.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Isrā’ ayat 67
وَاِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِى الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُوْنَ اِلَّآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا نَجّٰىكُمْ اِلَى الْبَرِّ اَعْرَضْتُمْۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ كَفُوْرًا
Artinya:
“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, hilanglah siapa yang kamu seru selain Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia memang sangat ingkar.”
Penjelasan
Saat kapal hampir tenggelam… tidak ada yang teriak:
“Tolong saldo rekening saya!”
Yang keluar spontan:
“Ya Allah!”
Karena fitrah manusia tahu: yang mampu menyelamatkan hanyalah Allah.
3. Setelah Selamat, Manusia Kembali Lalai
Inilah masalah manusia:
- waktu susah menangis,
- waktu senang lupa diri.
Dalil Al-Qur’an
Surah Yūnus ayat 12
وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهٖٓ اَوْ قَاعِدًا اَوْ قَاۤىِٕمًاۚ فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهٗ مَرَّ كَاَنْ لَّمْ يَدْعُنَآ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗ
Artinya:
“Apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali berjalan seakan-akan tidak pernah berdoa kepada Kami.”
Humor
Waktu ujian:
- doa panjang,
- salat lengkap,
- sedekah jalan.
Begitu lulus… Qur’an kembali jadi pajangan.
4. Nikmat Bisa Menjadi Ujian
Jamaah sekalian…
Kadang orang kuat menghadapi kesulitan… tetapi gagal menghadapi kenikmatan.
Karena:
- miskin membuat orang dekat kepada Allah,
- tetapi kaya kadang membuat orang lupa diri.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-‘Alaq ayat 6–7
كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى
Artinya:
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, ketika ia merasa dirinya serba cukup.”
Tafsir Ulama
Imam Fakhruddin ar-Razi menjelaskan:
“Manusia sering lupa kepada Allah ketika merasa aman dan cukup.”
Kitab Rujukan
- Mafātīḥ al-Ghaib
5. Bahaya Syirik Setelah Mendapat Nikmat
Allah menyebut:
“Sebagian mereka mempersekutukan Allah.”
Bukan hanya syirik menyembah berhala.
Tetapi juga:
- merasa sukses karena diri sendiri,
- lupa bahwa semua dari Allah,
- lebih mencintai dunia daripada Allah.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Qaṣaṣ ayat 78
اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْ
Artinya:
“Sesungguhnya aku diberi harta itu karena ilmuku sendiri.”
Ini ucapan Qarun.
Akhirnya Allah benamkan dia bersama hartanya.
6. Nabi ﷺ Mengajarkan Syukur Saat Senang
Hadis Nabi ﷺ
تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
Artinya:
“Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Allah akan mengenalmu di waktu sempit.”
(HR. Sunan at-Tirmidzi)
Penjelasan
Kalau saat sehat kita dekat kepada Allah… maka saat sakit Allah akan menolong kita.
Kalau saat kaya kita taat… maka saat miskin Allah menjaga kita.
7. Jangan Jadi Hamba Musiman
Ada orang:
- Ramadan rajin,
- setelah Ramadan hilang.
Ada yang:
- saat kena masalah jadi ustaz dadakan,
- saat masalah selesai kembali seperti semula.
(Jamaah tertawa)
Iman jangan musiman.
Ibadah jangan tergantung keadaan.
8. Ciri Orang Beriman Sejati
Hadis Nabi ﷺ
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ
إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ
وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ
Artinya:
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Jika mendapat nikmat ia bersyukur, dan jika mendapat musibah ia bersabar.”
(HR. Sahih Muslim)
9. Cara Agar Tidak Lupa kepada Allah
a. Perbanyak Dzikir
Surah Ar-Ra‘d ayat 28
اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
Artinya:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
b. Biasakan Bersyukur
Jangan tunggu musibah dulu baru sadar nikmat.
Kadang setelah sakit… baru sadar sehat itu mahal.
c. Dekat dengan Qur’an
Karena Qur’an menjaga hati agar tidak lalai.
10. Muhasabah Diri
Mari bertanya:
- apakah kita hanya ingat Allah saat susah?
- apakah setelah doa terkabul kita malah lalai?
- apakah nikmat membuat kita makin dekat atau makin jauh dari Allah?
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Jangan jadi hamba yang:
- menangis saat susah,
- lalu lupa saat senang.
Tetaplah dekat kepada Allah:
- saat lapang,
- saat sempit,
- saat sehat,
- saat sakit,
- saat kaya,
- saat miskin.
Karena semua keadaan adalah ujian dari Allah.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ عِنْدَ النِّعَمِ وَالصَّابِرِينَ عِنْدَ الْبَلَاءِ
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang bersyukur saat mendapat nikmat dan bersabar saat mendapat ujian.”
اللَّهُمَّ لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
“Ya Allah, jangan palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami.”
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا نَنْسَاكَ فِي الرَّخَاءِ
“Ya Allah, jangan jadikan kami lupa kepada-Mu saat lapang.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment