Semua Nikmat dari Allah, Maka Mengapa Lupa Bersyukur ?
Materi Ceramah
“Semua Nikmat dari Allah, Maka Mengapa Lupa Bersyukur?”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الذي أنعم علينا بنعم لا تُعَدُّ ولا تُحْصَى، نحمده سبحانه ونشكره ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Setiap hari kita menikmati:
- udara gratis,
- kesehatan,
- makanan,
- keluarga,
- iman,
- kesempatan hidup.
Tetapi sering kali manusia:
- lebih sibuk menghitung kekurangan,
- daripada menghitung nikmat Allah.
Kalau kehilangan sandal… langsung terasa.
Tetapi dua mata yang masih bisa melihat… jarang disyukuri.
1. Ayat Utama Ceramah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl ayat 53
وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْـَٔرُوْنَ
Artinya:
“Dan segala nikmat yang ada padamu datangnya dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.”
2. Semua Nikmat Berasal dari Allah
Ayat ini mengingatkan: apa pun nikmat yang kita miliki… semuanya dari Allah.
Dalil Al-Qur’an
Surah Ibrāhīm ayat 34
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا
Artinya:
“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.”
Penjelasan
Nikmat Allah terlalu banyak:
- jantung berdetak tanpa kita suruh,
- mata berkedip otomatis,
- paru-paru bekerja terus.
Bayangkan kalau napas harus bayar…
mungkin banyak yang ngirit bicara.
3. Nikmat Terbesar adalah Iman
Jamaah sekalian…
Nikmat terbesar bukan harta.
Karena banyak orang kaya tapi gelisah.
Nikmat terbesar adalah:
- iman,
- Islam,
- hidayah.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Ḥujurāt ayat 17
بَلِ اللّٰهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ اَنْ هَدٰىكُمْ لِلْاِيْمَانِ
Artinya:
“Sebenarnya Allah-lah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan.”
Tafsir Ulama
Imam Al-Qurthubi menjelaskan:
“Hidayah menuju iman adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba.”
Kitab Rujukan
- Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’an
4. Saat Susah Manusia Baru Ingat Allah
Allah berfirman:
ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْـَٔرُوْنَ
“Ketika kesusahan menimpamu, kepada-Nya kamu meminta pertolongan.”
Ini sifat manusia:
- saat senang lupa Allah,
- saat susah baru rajin doa.
Contoh Kehidupan
Saat:
- sakit keras,
- ekonomi sulit,
- masalah datang bertubi-tubi,
barulah:
- tahajud hidup,
- dzikir lancar,
- doa panjang sekali.
Humor
Kadang kalau:
- dompet hilang → “Ya Allah…”
- motor mogok → “Astaghfirullah…”
- sinyal internet hilang → langsung tobat nasional.
Tetapi saat nikmat lancar… dzikir malah hilang.
5. Allah Tempat Meminta Pertolongan
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Fātiḥah ayat 5
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
Artinya:
“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”
Penjelasan
Manusia boleh:
- mencari dokter,
- bekerja,
- mencari solusi.
Tetapi hati tetap harus bergantung kepada Allah.
Karena:
- obat tidak menyembuhkan tanpa izin Allah,
- rezeki tidak datang tanpa izin Allah,
- pertolongan hakiki hanya dari Allah.
6. Bersyukur Menambah Nikmat
Dalil Al-Qur’an
Surah Ibrāhīm ayat 7
لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ
Artinya:
“Jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepada kalian.”
Ulasan Ulama
Ibnu Katsir menjelaskan:
“Syukur menjadi sebab bertambahnya nikmat dan penjaganya dari hilang.”
Kitab Rujukan
- Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim
7. Bentuk Syukur yang Benar
Syukur bukan sekadar:
“Alhamdulillah.”
Tetapi:
- menggunakan nikmat untuk taat,
- menjaga amanah Allah,
- tidak bermaksiat dengan nikmat itu.
Contoh
- Mata dipakai membaca Qur’an.
- Telinga dipakai mendengar ilmu.
- Harta dipakai sedekah.
- Waktu dipakai ibadah.
Itulah syukur sejati.
8. Hadis Tentang Syukur
Rasulullah ﷺ bersabda
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ
إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya:
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa kesusahan ia bersabar, maka itu baik baginya.”
(HR. Sahih Muslim)
9. Bahaya Kufur Nikmat
Kufur nikmat bukan cuma mengingkari Allah.
Tetapi juga:
- lupa bersyukur,
- sombong dengan nikmat,
- merasa semua karena diri sendiri.
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Qaṣaṣ ayat 78
اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْ
Artinya:
“Sesungguhnya aku diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.”
Ini ucapan Qarun yang sombong.
Akhirnya Allah membinasakannya.
10. Muhasabah Diri
Mari renungkan:
- masihkah kita mengeluh padahal nikmat begitu banyak?
- masihkah kita lalai padahal Allah selalu memberi?
- masihkah kita lupa bersujud kepada Dzat yang menjaga hidup kita setiap detik?
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Segala nikmat berasal dari Allah.
Dan saat kesulitan datang… kepada Allah pula kita kembali meminta pertolongan.
Maka:
- jangan sombong,
- jangan kufur nikmat,
- jangan lupa bersyukur.
Karena hidup yang penuh syukur akan menjadi hidup yang penuh berkah.
Doa
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى شُكْرِ نِعْمَتِكَ
“Ya Allah, bantulah kami untuk mensyukuri nikmat-Mu.”
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِيْنَ
“Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai.”
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا
“Ya Allah, karuniakan kepada kami hati yang bersyukur dan lisan yang selalu berdzikir.”
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ
“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu.”
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment