Semua Akan Ditanya Tentang Amal Perbuatannya
Materi Ceramah Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ḥijr Ayat 92–93
“Semua Akan Ditanya Tentang Amal Perbuatannya”
Pembukaan
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Amma ba‘du.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Kadang manusia merasa aman karena dosanya tidak langsung dibalas. Ada orang zalim tetap kaya. Ada yang suka menipu tetap tertawa. Ada yang rajin maksiat tapi postingannya tetap “healing”. Sampai ada yang berkata:
“Santai aja… hidup cuma sekali!”
Padahal masalahnya bukan hidup cuma sekali…
Masalahnya: hisab juga cuma sekali!
Hari ini kita akan membahas firman Allah dalam Surah Al-Ḥijr ayat 92–93 tentang kepastian hisab dan pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Ayat yang Dibahas
Firman Allah Ta‘ālā
Surah Al-Ḥijr ayat 92–93
﴿ فَوَرَبِّكَ لَنَسْـَٔلَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ ٩٢ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ٩٣ ﴾
Artinya:
“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.”
1. Allah Bersumpah: Hisab Itu Pasti
Perhatikan… Allah membuka ayat ini dengan sumpah:
﴿ فَوَرَبِّكَ ﴾
“Maka demi Tuhanmu…”
Menurut para ulama tafsir, jika Allah bersumpah dalam Al-Qur’an, itu menunjukkan perkara tersebut sangat besar dan sangat pasti.
Imam Ibnu Katsir berkata dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm:
“Allah benar-benar akan menanyai seluruh manusia tentang amal mereka, baik kecil maupun besar.”
Dalil Pendukung
Surah Al-Ḥijr ayat 85
﴿ وَاِنَّ السَّاعَةَ لَاٰتِيَةٌ ﴾
Artinya:
“Dan sungguh, hari Kiamat itu pasti datang.”
2. Semua Akan Ditanya, Tidak Ada yang Lolos
Jamaah rahimakumullah…
Di dunia mungkin kita bisa lolos dari CCTV.
Bisa hapus chat.
Bisa pakai mode hilang.
Bisa pura-pura lupa.
Tapi di akhirat…
Tidak ada:
- “jaringan error”
- “akun diretas”
- “itu bukan saya”
- “salah kirim”
Karena Allah Maha Mengetahui.
Firman Allah
Surah Yāsīn ayat 65
﴿ اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ ﴾
Artinya:
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
3. Pertanyaan di Hari Kiamat Sangat Detail
Hadis Nabi ﷺ
عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلَاهُ
Artinya:
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang:
- umurnya untuk apa dihabiskan,
- ilmunya bagaimana diamalkan,
- hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan,
- dan tubuhnya untuk apa digunakan.”
(HR. at-Tirmiżi)
4. Yang Ditanya Bukan Hanya Dosa Besar
Kadang orang berkata:
“Saya mah bukan koruptor…”
Tapi lidahnya:
- suka gibah,
- suka fitnah,
- suka menyakiti orang.
Ada juga yang berkata:
“Saya tidak mencuri…”
Tapi tiap rapat masjid:
- sandal jamaah dipakai “testing kenyamanan” pulang pergi…
Masya Allah…
Firman Allah
Surah Az-Zalzalah ayat 7–8
﴿ فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ ٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ٨ ﴾
Artinya:
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya.”
5. Dunia Tempat Amal, Akhirat Tempat Hisab
Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a berkata:
“Hari ini adalah tempat beramal tanpa hisab, sedangkan esok adalah hisab tanpa amal.”
(Rujukan: Nahjul Balaghah)
6. Ulasan Ulama Tentang Ayat Ini
Imam Al-Qurṭubi dalam Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān
Beliau menjelaskan:
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh manusia akan dimintai pertanggungjawaban:
- tentang tauhid,
- amal,
- ucapan,
- niat,
- bahkan nikmat yang Allah berikan.
Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Mafātīḥul Ghaib
Beliau mengatakan:
“Pertanyaan Allah bukan karena Allah tidak tahu, tetapi untuk menampakkan keadilan Allah kepada seluruh makhluk.”
Subhanallah…
7. Nikmat Kecil Pun Akan Ditanya
Firman Allah
Surah At-Takātsur ayat 8
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ
Artinya:
“Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang nikmat.”
Hadis Nabi ﷺ
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ
Artinya:
“Amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat adalah salat.”
(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
Humor
Jamaah…
Ada orang kalau ditanya istrinya:
“Abang tadi ke mana?”
Jawabannya:
“Di masjid…”
Padahal helm masih panas, jaket bau sate kambing, dan dompet tinggal receh.
Dia pikir bisa lolos dari istri.
Padahal malaikat:
- tidak pernah ngantuk,
- tidak pernah salah catat,
- dan tidak bisa disogok.
Kalau di dunia masih bisa bilang:
“Itu editan!”
Kalau di akhirat, tangan sendiri yang bicara:
“Ya Allah, benar… dia yang scroll dari jam 9 malam sampai jam 2 pagi…”
🤣🤣🤣
8. Cara Selamat dari Hisab yang Berat
a. Taubat
Firman Allah
﴿ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ ﴾
Artinya:
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman.”
(an-Nūr: 31)
b. Muhasabah Diri
Umar bin Khattab r.a berkata:
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.”
(Rujukan: Ḥilyatul Auliyā’)
c. Menjaga Amal Rahasia
Amal rahasia:
- salat malam,
- sedekah diam-diam,
- istighfar,
- membantu orang tanpa diketahui.
Itu penyelamat besar di akhirat.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah…
Ayat ini mengajarkan:
- Semua manusia pasti dihisab.
- Tidak ada amal yang tersembunyi.
- Nikmat, umur, ilmu, harta semuanya akan ditanya.
- Dunia hanya sementara.
- Orang cerdas adalah yang mempersiapkan jawaban sebelum ditanya Allah.
Mari kita tutup dengan doa.
Doa
اللّٰهُمَّ حَاسِبْنَا حِسَابًا يَسِيْرًا، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَاسْتُرْ عُيُوْبَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
“Ya Allah, hisablah kami dengan hisab yang ringan, ampunilah dosa-dosa kami, tutupilah aib kami, dan jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.”
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Post a Comment