Berani Menyampaikan Kebenaran

Materi Ceramah Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ḥijr Ayat 94

“Berani Menyampaikan Kebenaran”

Pembukaan

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

Amma ba‘du.

Jamaah yang dirahmati Allah…

Salah satu ujian terbesar dalam hidup ini bukan hanya mengetahui kebenaran…
tetapi berani menyampaikan kebenaran.

Banyak orang tahu yang benar:

  • tahu salat itu wajib,
  • tahu riba haram,
  • tahu gibah dosa,
  • tahu aurat harus dijaga…

Tetapi ketika harus menyampaikan? Mendadak:

  • tenggorokan kering,
  • jantung deg-degan,
  • suara hilang seperti sinyal WiFi pas hujan.

Karena itu Allah menurunkan ayat yang sangat kuat kepada Nabi Muhammad ﷺ.


Ayat yang Dibahas

Firman Allah Ta‘ālā

Surah Al-Ḥijr ayat 94

﴿ فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ ﴾

Artinya:

“Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”


1. Dakwah Harus Disampaikan dengan Jelas

Kata:

﴿ فَاصْدَعْ ﴾

berasal dari kata:

“ṣada‘a”

yang berarti:

  • membelah,
  • memecahkan,
  • menampakkan dengan jelas.

Imam Ath-Ṭabari dalam Jāmi‘ul Bayān menjelaskan:

“Maksudnya adalah tampakkan dakwahmu secara terang-terangan dan umumkan perintah Allah tanpa rasa takut.”

Subhanallah…

Artinya Islam bukan agama sembunyi-sembunyi.
Bukan agama malu-malu.


2. Nabi ﷺ Awalnya Berdakwah Sembunyi-Sembunyi

Pada awal Islam, dakwah dilakukan secara rahasia selama sekitar tiga tahun.

Kemudian turun ayat ini.

Maka Rasulullah ﷺ mulai berdakwah terang-terangan:

  • di bukit Shafa,
  • di pasar,
  • di tengah Quraisy,
  • bahkan di hadapan musuh-musuhnya.

Dalil Al-Qur’an

Surah Asy-Syu‘arā ayat 214

﴿ وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ ﴾

Artinya:

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”


3. Dakwah Tidak Selalu Disukai Manusia

Jamaah sekalian…

Kalau kita bicara kebenaran, jangan berharap semua orang tepuk tangan.

Nabi saja:

  • disebut tukang sihir,
  • disebut orang gila,
  • disebut penyair,
  • dilempari batu,
  • dihina,
  • diusir.

Apalagi kita cuma:

  • admin grup RT,
  • pengurus masjid,
  • atau ketua panitia kurban yang tiap tahun dituduh “bagian sate lebih banyak”.

😄


4. Jangan Takut kepada Manusia

Firman Allah

Surah Al-Mā’idah ayat 67

﴿ يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهٗ ۗ وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ﴾

Artinya:

“Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan, berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah akan memeliharamu dari (gangguan) manusia.”


5. Tugas Kita Menyampaikan, Bukan Memaksa

Kadang orang sedih:

“Saya sudah nasihati anak, tapi belum berubah.” “Saya sudah dakwahi teman, tapi masih bandel.”

Ingat…

Hidayah bukan di tangan kita.

Firman Allah

Surah Al-Qaṣaṣ ayat 56

﴿ اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ﴾

Artinya:

“Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.”


6. Berpaling dari Orang Musyrik

Maksud ayat:

﴿ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ ﴾

bukan berarti membenci semua orang.

Tetapi:

  • jangan sibuk meladeni ejekan,
  • jangan habiskan energi untuk debat sia-sia,
  • jangan patah semangat karena hinaan.

Imam Al-Qurṭubi dalam Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān berkata:

“Berpalinglah dari gangguan mereka dengan kesabaran dan teruskan dakwah.”


7. Akhlak dalam Berdakwah

Hadis Nabi ﷺ

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ

Artinya:

“Kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya.”

(HR. Muslim)


Hadis Nabi ﷺ

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

Artinya:

“Mudahkanlah dan jangan mempersulit. Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Humor Segar Biar Jamaah Melek 😄

Kadang ada orang semangat dakwah…

Baru belajar dua minggu:

  • status WA jadi panjang,
  • caption IG penuh bahasa Arab,
  • kalau ngomong mulai:

“Menurut pendapat jumhur ulama…”

Padahal mamanya bilang:

“Nak, beli cabai dulu.”

Jawab:

“Ummi… ana sedang muraja‘ah.”

🤣🤣🤣

Ada juga yang kalau nasihati orang:

  • wajahnya seram,
  • nada tinggi,
  • jidat berkerut.

Padahal dakwah itu mengajak… bukan nagih utang koperasi.

😄


8. Dakwah Itu Tanggung Jawab Semua Muslim

Hadis Nabi ﷺ

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Artinya:

“Sampaikanlah dariku walau satu ayat.”

(HR. Bukhari)


9. Keberanian Nabi ﷺ dalam Dakwah

Kisah Bukit Shafa

Ketika Rasulullah ﷺ berdiri di Bukit Shafa dan memanggil Quraisy, beliau berkata:

“Bagaimana jika aku kabarkan ada pasukan di balik bukit ingin menyerang kalian?”

Mereka menjawab:

“Kami tidak pernah melihat engkau berdusta.”

Lalu Nabi berkata:

“Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan bagi kalian sebelum datang azab yang pedih.”

(HR. Bukhari)

Inilah keberanian dakwah.


Pelajaran Penting dari Ayat Ini

1. Jangan malu dengan Islam

Islam bukan untuk disembunyikan.

2. Jangan takut hinaan manusia

Kalau Nabi saja dihina, apalagi kita.

3. Dakwah harus hikmah dan lembut

Bukan marah-marah tiap saat.

4. Fokus kepada tugas

Tugas kita menyampaikan, bukan memaksa.

5. Jangan habiskan hidup meladeni cibiran

Terus berjalan di jalan Allah.


Penutup

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Hari ini manusia lebih takut:

  • kehilangan followers,
  • kehilangan jabatan,
  • kehilangan relasi…

daripada kehilangan ridha Allah.

Padahal:

  • pujian manusia tidak menjamin surga,
  • hinaan manusia tidak menghalangi rezeki,
  • yang penting Allah ridha.

Mari jadi Muslim yang:

  • berani berkata benar,
  • lembut dalam berdakwah,
  • sabar menghadapi hinaan,
  • dan istiqamah sampai akhir hayat.

Doa 

اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الدُّعَاةِ الصَّادِقِيْنَ، وَارْزُقْنَا الْحِكْمَةَ وَالشَّجَاعَةَ فِيْ قَوْلِ الْحَقِّ، وَلَا تَجْعَلْنَا نَخَافُ إِلَّا مِنْكَ

“Ya Allah, jadikan kami termasuk para penyeru kebenaran yang jujur. Karuniakan kepada kami hikmah dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran, dan jangan Engkau jadikan kami takut kecuali hanya kepada-Mu.”

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Tidak ada komentar