Bahaya Tergesa-Gesa dalam Berdoa dan Kehidupan
Materi Ceramah Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 11
Tema: Bahaya Tergesa-Gesa dalam Berdoa dan Kehidupan
Muqaddimah
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.
Jamaah yang dirahmati Allah, pada kesempatan ini kita akan mengkaji firman Allah dalam Surah Al-Isrā' ayat 11 yang mengingatkan manusia tentang sifat tergesa-gesa yang sering menjerumuskan dirinya sendiri.
Ayat yang Dikaji
Firman Allah Ta'ala
وَيَدْعُ الْاِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاۤءَهٗ بِالْخَيْرِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ عَجُوْلًا
Artinya:
"Dan manusia (sering kali) berdoa untuk keburukan sebagaimana dia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia bersifat tergesa-gesa." (QS. Al-Isrā' : 11)
Tafsir Ayat
Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur'ān al-'Azhīm:
"Ayat ini menjelaskan bahwa manusia terkadang mendoakan keburukan bagi dirinya, anaknya, hartanya ketika marah, sebagaimana ia berdoa memohon kebaikan."
Ketika seseorang marah, ia berkata:
- "Ya Allah, celakakan aku!"
- "Lebih baik aku mati!"
- "Semoga anakku hancur!"
Padahal jika doa itu dikabulkan, ia sendiri yang akan menyesal.
Allah tidak langsung mengabulkan doa buruk tersebut karena kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an
1. Surah Yunus Ayat 11
Arab
وَلَوْ يُعَجِّلُ اللّٰهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ اِلَيْهِمْ اَجَلُهُمْ
Artinya
"Dan sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi manusia sebagaimana mereka meminta disegerakannya kebaikan, niscaya diakhiri umur mereka." (QS. Yunus: 11)
Pelajaran
Allah menahan banyak musibah yang sebenarnya pantas menimpa manusia akibat ucapan dan perbuatannya.
2. Surah Al-Baqarah Ayat 216
Arab
وَعَسٰى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسٰى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui."
Pelajaran
Manusia sering terburu-buru menilai sesuatu hanya dari yang tampak.
3. Surah Al-Anbiyā' Ayat 37
Arab
خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ
Artinya
"Manusia diciptakan bersifat tergesa-gesa."
Pelajaran
Sifat tergesa-gesa adalah tabiat manusia yang harus dikendalikan dengan iman dan ilmu.
Dalil dari Sunnah Nabi ﷺ
1. Larangan Mendoakan Keburukan
Hadis
لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ
Artinya
"Janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, anak-anak kalian, dan harta kalian. Jangan sampai doa itu bertepatan dengan waktu Allah mengabulkan permintaan sehingga doa itu benar-benar dikabulkan."
(HR. Muslim No. 3009)
Penjelasan
Ketika marah, seorang mukmin diperintahkan menahan lisannya.
2. Doa Tidak Dikabulkan Karena Tergesa-Gesa
Hadis
يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي
Artinya
"Akan dikabulkan doa seseorang selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: Aku sudah berdoa tetapi belum dikabulkan."
(HR. Bukhari No. 6340 dan Muslim No. 2735)
Pelajaran
Tergesa-gesa merupakan penghalang terkabulnya doa.
3. Sikap Tenang Berasal dari Allah
Hadis
التَّأَنِّي مِنَ اللَّهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
Artinya
"Ketenangan berasal dari Allah, sedangkan tergesa-gesa berasal dari setan."
(HR. Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Ulasan Para Ulama
1. Imam Al-Qurthubi
Dalam Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'ān dijelaskan:
"Ayat ini menunjukkan kebodohan manusia ketika marah sehingga ia meminta sesuatu yang membahayakan dirinya."
Menurut beliau, banyak orang menyesali ucapan yang keluar saat emosi.
2. Imam Fakhruddin Ar-Razi
Dalam Mafātih al-Ghaib:
"Sifat tergesa-gesa menyebabkan manusia tidak mampu melihat akibat jangka panjang dari tindakannya."
Orang hanya melihat kenikmatan sesaat tanpa memikirkan dampak masa depan.
3. Imam As-Sa'di
Dalam Taisīr al-Karīm ar-Rahmān:
"Manusia karena kebodohannya terkadang meminta sesuatu yang justru merusak agamanya dan dunianya."
Karena itu seorang mukmin hendaknya menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.
4. Ibnu Katsir
Dalam Tafsir Ibnu Katsir:
"Allah tidak mengabulkan seluruh doa buruk manusia sebagai bentuk rahmat dan kasih sayang-Nya."
Banyak musibah yang tidak terjadi karena Allah menahan akibat dari ucapan manusia sendiri.
Bentuk-Bentuk Tergesa-Gesa Zaman Sekarang
1. Tergesa-Gesa dalam Berdoa
- Baru berdoa beberapa hari lalu putus asa.
- Merasa Allah tidak mendengar doanya.
2. Tergesa-Gesa dalam Menilai Takdir
- Baru kehilangan pekerjaan langsung menyalahkan Allah.
- Baru gagal usaha langsung berputus asa.
3. Tergesa-Gesa dalam Bermedia Sosial
- Menyebarkan berita tanpa tabayyun.
- Menghakimi orang sebelum mengetahui fakta.
4. Tergesa-Gesa dalam Pendidikan Anak
- Mengutuk anak saat marah.
- Membandingkan anak dengan orang lain.
Hikmah Ayat
Pertama
Allah lebih sayang kepada kita daripada kita menyayangi diri sendiri.
Kedua
Tidak semua yang kita inginkan baik bagi kita.
Ketiga
Doa membutuhkan kesabaran.
Keempat
Mukmin harus menjaga lisan ketika marah.
Kelima
Kesabaran adalah tanda kematangan iman.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ayat ini mengajarkan bahwa manusia sering terburu-buru meminta sesuatu tanpa mengetahui akibatnya. Karena itu seorang mukmin harus berhati-hati dalam berbicara, bersabar dalam berdoa, dan ridha terhadap ketentuan Allah.
Sebagaimana firman-Nya:
وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang sabar, bijaksana dalam berdoa, dan terhindar dari sifat tergesa-gesa.
Doa Penutup
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجَلَةِ وَالسَّفَهِ وَسُوءِ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ
"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, penjagaan diri, dan kecukupan. Kami berlindung kepada-Mu dari sifat tergesa-gesa, kebodohan, buruknya ucapan, dan buruknya perbuatan."
آمين يا رب العالمين
Post a Comment