Kebaikan Kembali kepada Pelakunya, Kejahatan Pun Akan Kembali kepada Pelakunya

Tema: "Kebaikan Kembali kepada Pelakunya, Kejahatan Pun Akan Kembali kepada Pelakunya"

Muqaddimah

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan petunjuk kepada kita melalui Al-Qur'an. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan ini kita akan mengkaji firman Allah dalam Surah Al-Isrā' ayat 7 yang mengandung pelajaran besar tentang hukum sebab-akibat dalam kehidupan manusia serta sejarah Bani Israil yang menjadi ibrah bagi umat Islam.


1. Membaca Ayat

Firman Allah Ta'ala

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

Artinya:

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai." (QS. Al-Isrā': 7)


I. KAIDAH BESAR: KEBAIKAN DAN KEJAHATAN KEMBALI KEPADA PELAKUNYA

Dalil Al-Qur'an

QS. Fuṣṣilat: 46

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا

Artinya:

"Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri."


QS. Az-Zalzalah: 7-8

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۙ ۝٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ۝٨

Artinya:

"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah niscaya dia akan melihat (balasan)nya."


Hadis Nabi ﷺ

Hadis Qudsi

يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا

Artinya:

"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya itu hanyalah amal-amal kalian. Aku mencatatnya untuk kalian kemudian Aku akan menyempurnakan balasannya kepada kalian."

(HR. Muslim no. 2577)


Penjelasan Ulama

Imam Ibnu Katsir

Dalam Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm menjelaskan:

"Allah memberitahukan bahwa manfaat ketaatan kembali kepada pelakunya, dan mudarat kemaksiatan juga kembali kepada pelakunya."

Rujukan: Tafsir Ibnu Katsir, Juz 5, tafsir QS Al-Isra' ayat 7.

Imam Al-Qurthubi

Beliau berkata:

"Ayat ini menunjukkan kesempurnaan keadilan Allah. Allah tidak membutuhkan ketaatan hamba dan tidak dirugikan oleh kemaksiatan mereka."

Rujukan: Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'ān, Tafsir Surah Al-Isra' ayat 7.


II. SUNNATULLAH: KETAATAN MELAHIRKAN KEMULIAAN

Allah telah menunjukkan dalam sejarah bahwa suatu kaum akan kuat apabila mereka beriman dan taat.

Dalil Al-Qur'an

QS. Al-A'rāf: 96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Artinya:

"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi."


QS. Muhammad: 7

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."


Ulasan Syaikh As-Sa'di

Dalam Taisīr al-Karīm ar-Rahmān beliau menjelaskan:

"Ketaatan kepada Allah merupakan sebab terbesar datangnya pertolongan, kemuliaan, dan kemenangan."

Rujukan: Tafsir As-Sa'di, QS Muhammad ayat 7.


III. MAKSIAT MENJADI PENYEBAB KEHANCURAN SUATU UMAT

Bani Israil dihancurkan bukan karena lemahnya jumlah mereka, melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah.

Dalil Al-Qur'an

QS. Ar-Rūm: 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

Artinya:

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia."


QS. Asy-Syūrā: 30

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

Artinya:

"Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri."


Hadis Nabi ﷺ

وَمَا نَقَضَ قَوْمٌ الْعَهْدَ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوَّهُمْ

Artinya:

"Tidaklah suatu kaum melanggar perjanjian dengan Allah melainkan Allah akan menjadikan musuh mereka berkuasa atas mereka."

(HR. Ibnu Majah no. 4019)


Penjelasan Imam Ibnul Qayyim

Beliau berkata:

"Tidaklah suatu nikmat dicabut kecuali karena dosa, dan tidaklah suatu musibah turun kecuali karena kemaksiatan."

Rujukan: Al-Jawāb al-Kāfi.


IV. PELAJARAN DARI KEHANCURAN BANI ISRAIL

Allah mengisahkan sejarah mereka agar menjadi pelajaran bagi umat sesudahnya.

QS. Yusuf: 111

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya:

"Sungguh pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal."


Hikmah yang Dapat Diambil

  1. Kekuasaan bukan jaminan keselamatan.
  2. Banyaknya harta tidak menjamin kemuliaan.
  3. Kemajuan peradaban dapat runtuh karena dosa.
  4. Pertolongan Allah datang bersama ketaatan.
  5. Umat Islam harus mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu.

V. MUHASABAH UNTUK UMAT ISLAM

Hadis Nabi ﷺ

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya:

"Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat."

(HR. Tirmidzi no. 2499)


QS. Az-Zumar: 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

Artinya:

"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah."


Penjelasan Imam An-Nawawi

Beliau menjelaskan:

"Pintu taubat selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat."

Rujukan: Syarh Shahih Muslim.


Penutup

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Surah Al-Isrā' ayat 7 mengajarkan kepada kita bahwa:

  • Kebaikan kembali kepada pelakunya.
  • Kejahatan juga kembali kepada pelakunya.
  • Kemuliaan umat lahir dari iman dan takwa.
  • Kemaksiatan mengundang kehancuran.
  • Sejarah Bani Israil merupakan peringatan bagi seluruh umat manusia.
  • Jalan keselamatan adalah taubat, iman, dan amal saleh.

Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الطَّاعَةِ، وَجَنِّبْنَا الْمَعَاصِيَ وَالْفِتَنَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh, karuniakan kepada kami ketaatan yang baik, jauhkan kami dari maksiat dan fitnah, serta ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin."

آمين يا رب العالمين

Tidak ada komentar