Rahmat Allah, Ancaman bagi Pelaku Maksiat, dan Pentingnya Taubat
TAFSIR SURAH AL-ISRĀ' AYAT 8
Tema: Rahmat Allah, Ancaman bagi Pelaku Maksiat, dan Pentingnya Taubat
Muqaddimah
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba'du.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Surah Al-Isrā' ayat 8 merupakan lanjutan dari kisah Bani Israil yang telah mengalami dua kali kehancuran akibat kedurhakaan mereka kepada Allah. Namun di tengah ancaman dan hukuman tersebut, Allah masih membuka pintu rahmat dan taubat bagi mereka. Ayat ini mengandung pelajaran besar tentang kasih sayang Allah, sunnatullah dalam kehidupan umat manusia, dan akibat buruk dari mengulangi dosa serta kemaksiatan.
Membaca Ayat
Firman Allah Ta'ala
عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يَّرْحَمَكُمْۚ وَاِنْ عُدْتُّمْ عُدْنَاۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ حَصِيْرًا
Artinya
"Mudah-mudahan Tuhanmu melimpahkan rahmat kepadamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan Neraka Jahanam sebagai penjara bagi orang-orang kafir." (QS. Al-Isrā': 8)
I. LUASNYA RAHMAT ALLAH DAN TERBUKANYA PINTU TAUBAT
Walaupun Bani Israil telah berbuat banyak kesalahan, Allah tetap menawarkan rahmat dan ampunan kepada mereka apabila mereka mau bertaubat.
Dalil Al-Qur'an
QS. Az-Zumar: 53
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا
Artinya:
"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya."
QS. An-Nisā': 110
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا
Artinya:
"Barang siapa mengerjakan kejahatan atau menzalimi dirinya, kemudian memohon ampun kepada Allah, niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Hadis Nabi ﷺ
إِنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari."
(HR. Muslim no. 2759)
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi
Beliau menjelaskan:
"Hadis ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dan besarnya kasih sayang-Nya kepada para hamba yang mau kembali kepada-Nya."
(Rujukan: Syarh Shahih Muslim)
Imam Ibnu Katsir
Dalam tafsir ayat ini beliau menjelaskan:
"Allah mengabarkan bahwa setelah hukuman dan musibah yang menimpa mereka, apabila mereka kembali kepada ketaatan maka Allah akan kembali memberikan rahmat dan karunia-Nya."
(Rujukan: Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, tafsir QS Al-Isra' ayat 8)
II. BAHAYA MENGULANGI DOSA DAN MAKSIAT
Allah berfirman:
وَاِنْ عُدْتُّمْ عُدْنَا
"Jika kamu kembali (berbuat maksiat), niscaya Kami kembali (mengazabmu)."
Ayat ini menjelaskan sunnatullah yang berlaku sepanjang zaman.
Siapa saja yang kembali kepada kemaksiatan setelah datang peringatan, maka hukuman Allah dapat kembali menimpa mereka.
Dalil Al-Qur'an
QS. Ar-Ra'd: 11
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
QS. Asy-Syūrā: 30
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
Artinya:
"Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri."
Hadis Nabi ﷺ
إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ
Artinya:
"Apabila zina dan riba telah tampak di suatu negeri, maka mereka telah menghalalkan bagi diri mereka turunnya azab Allah."
(HR. Al-Hakim, dinilai sahih oleh sebagian ulama)
Ulasan Ibnul Qayyim
Beliau berkata:
"Setiap dosa memiliki akibat buruk. Sebagaimana ketaatan menghasilkan cahaya dan keberkahan, maksiat menghasilkan kegelapan dan kesempitan hidup."
(Rujukan: Ad-Dā' wa ad-Dawā')
III. NERAKA JAHANAM PENJARA BAGI ORANG KAFIR
Allah berfirman:
وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا
"Dan Kami jadikan Neraka Jahanam sebagai penjara bagi orang-orang kafir."
Kata "حَصِيرًا" bermakna tempat kurungan, penjara, atau tempat yang mengepung sehingga tidak ada jalan keluar.
Dalil Al-Qur'an
QS. Al-Kahfi: 29
إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا
Artinya:
"Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim itu neraka yang gejolaknya mengepung mereka."
QS. An-Nisā': 168-169
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ
Artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan berbuat zalim, Allah tidak akan mengampuni mereka."
Hadis Nabi ﷺ
يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً وَاحِدَةً
Artinya:
"Akan didatangkan orang yang paling banyak kenikmatannya di dunia dari penghuni neraka, lalu dicelupkan sekali saja ke dalam neraka."
(HR. Muslim no. 2807)
IV. PELAJARAN BAGI UMAT ISLAM
Kisah Bani Israil bukan sekadar sejarah, tetapi peringatan bagi umat Muhammad ﷺ.
Imam Al-Qurthubi berkata
"Setiap ancaman yang ditujukan kepada Bani Israil juga menjadi peringatan bagi umat ini apabila mereka melakukan perbuatan yang sama."
(Rujukan: Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'an)
Pelajaran yang Dapat Diambil
- Allah selalu membuka pintu taubat.
- Rahmat Allah lebih luas daripada dosa manusia.
- Kemaksiatan yang diulang-ulang mengundang hukuman.
- Kejayaan umat bergantung kepada ketaatan kepada Allah.
- Neraka adalah ancaman nyata yang harus diwaspadai.
- Sejarah umat terdahulu harus menjadi cermin bagi umat Islam.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Surah Al-Isrā' ayat 8 mengajarkan tiga pelajaran besar:
Pertama, rahmat Allah selalu terbuka bagi orang yang bertaubat.
Kedua, siapa yang kembali kepada maksiat setelah diberi peringatan, maka ia terancam kembali mendapatkan hukuman.
Ketiga, orang-orang yang tetap memilih kekafiran hingga mati tanpa taubat akan mendapatkan balasan berupa Neraka Jahanam.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu kembali kepada-Nya, menjaga diri dari kemaksiatan, dan memperoleh rahmat-Nya di dunia maupun di akhirat.
Doa
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَأَعِذْنَا مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ.
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dengan taubat yang sebenar-benarnya, jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh, dan lindungilah kami dari azab Neraka Jahanam."
آمين يا رب العالمين
Kitab-kitab rujukan utama:
Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim – Imam Ibnu Katsir.
Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'an – Imam Al-Qurthubi.
Taisīr al-Karīm ar-Rahmān – Syaikh Abdurrahman As-Sa'di.
Syarh Shahih Muslim – Imam An-Nawawi.
Ad-Dā' wa ad-Dawā' (Al-Jawāb al-Kāfi) – Imam Ibnul Qayyim.
Jāmi' al-Bayān fi Ta'wīl al-Qur'ān – Imam Ath-Thabari.
Tafsir Al-Baghawi (Ma'ālim at-Tanzīl) – Imam Al-Baghawi.
Post a Comment