Pergantian Siang dan Malam sebagai Tanda Kekuasaan Allah

Materi Ceramah: Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 12

"Pergantian Siang dan Malam sebagai Tanda Kekuasaan Allah"

Mukadimah

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan ini kita akan mengkaji firman Allah dalam Surah Al-Isrā' ayat 12 yang menjelaskan salah satu tanda kebesaran-Nya yang setiap hari kita saksikan, yaitu pergantian siang dan malam.


Ayat yang Dikaji

Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 12

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ اٰيَتَيْنِ فَمَحَوْنَآ اٰيَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيْلًا

Artinya:

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas." (QS. Al-Isrā': 12)


Tema Besar Ayat

Ayat ini menjelaskan tiga fungsi utama pergantian siang dan malam:

  1. Sebagai tanda kekuasaan Allah.
  2. Sebagai sarana kemaslahatan hidup manusia.
  3. Sebagai dasar penghitungan waktu.

Pertama: Siang dan Malam Adalah Tanda Kekuasaan Allah

Allah menyebut siang dan malam sebagai:

آيَتَيْنِ "Dua tanda."

Artinya keduanya merupakan bukti nyata adanya Allah dan kesempurnaan pengaturan-Nya.

Dalil Pendukung

QS Ali 'Imran Ayat 190

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya:

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal."


Tafsir Ibnu Katsir

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

Pergantian malam dan siang secara teratur tanpa pernah terlambat merupakan bukti kesempurnaan kekuasaan Allah dan menunjukkan bahwa alam semesta ini berada dalam pengaturan Rabb Yang Maha Bijaksana.

Rujukan: Tafsir Ibnu Katsir


Tafsir Al-Qurthubi

Imam Al-Qurthubi menerangkan:

Tidak mungkin keteraturan yang sangat sempurna ini terjadi dengan sendirinya. Pergantian siang dan malam merupakan dalil paling dekat bagi manusia tentang keberadaan Allah.

Rujukan: Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an


Kedua: Malam Diciptakan untuk Istirahat

Allah menghilangkan cahaya pada malam hari agar manusia dapat beristirahat.

Dalil Al-Qur'an

QS An-Naba Ayat 9-10

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا ۝ وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

Artinya:

"Dan Kami jadikan tidurmu untuk beristirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian (penutup)."


QS Al-Furqan Ayat 47

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Artinya:

"Dialah yang menjadikan malam untukmu sebagai pakaian, tidur untuk istirahat, dan menjadikan siang untuk bangun berusaha."


Hikmah Malam

Menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi:

Gelapnya malam adalah rahmat Allah agar manusia memperoleh ketenangan fisik, ketenteraman jiwa, dan kesempatan beribadah.

Rujukan: Mafatih al-Ghaib


Ketiga: Siang untuk Mencari Karunia Allah

Allah berfirman:

لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ

"Agar kamu mencari karunia Tuhanmu."

Karunia Allah meliputi:

  • Rezeki
  • Ilmu
  • Perdagangan
  • Pertanian
  • Pekerjaan
  • Dakwah

Dalil Al-Qur'an

QS Al-Qashash Ayat 73

وَمِنْ رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهِ

Artinya:

"Karena rahmat-Nya Dia menjadikan untukmu malam dan siang agar kamu beristirahat pada malam hari dan mencari karunia-Nya pada siang hari."


Sunnah Nabi Tentang Bekerja

Hadis Riwayat Bukhari

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Artinya:

"Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri."

HR. Bukhari No. 2072


Penjelasan Imam An-Nawawi

Imam An-Nawawi menjelaskan:

Islam mendorong umatnya bekerja, berdagang, bertani, dan mencari nafkah yang halal sebagai bagian dari ibadah.

Rujukan: Syarah Shahih Muslim


Keempat: Siang dan Malam Sebagai Dasar Perhitungan Waktu

Allah berfirman:

وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَ

"Agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu."


Dalil Pendukung

QS Yunus Ayat 5

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ

Artinya:

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya serta menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu."


QS At-Taubah Ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا

Artinya:

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan."


Pandangan Ulama

Imam Ath-Thabari

Beliau menjelaskan:

Allah mengajarkan manusia ilmu hisab dan penanggalan melalui peredaran benda-benda langit agar urusan agama dan dunia dapat berjalan tertib.

Rujukan: Jami' al-Bayan


Syaikh Wahbah Az-Zuhaili

Beliau menjelaskan:

Ayat ini menunjukkan pentingnya ilmu falak, astronomi, kalender, dan perhitungan waktu untuk kemaslahatan umat manusia.

Rujukan: Tafsir Al-Munir


Kelima: Islam Mendorong Kajian Astronomi

Banyak ilmuwan muslim lahir karena dorongan ayat-ayat seperti ini.

Di antaranya:

  • Al-Biruni
  • Al-Battani
  • Nasir al-Din al-Tusi

Mereka mempelajari langit sebagai bentuk tadabbur terhadap ayat-ayat Allah.


Keenam: Segala Sesuatu Dijelaskan dengan Rinci

Allah menutup ayat ini dengan firman:

وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيْلًا

"Dan segala sesuatu telah Kami jelaskan dengan terperinci."


Tafsir As-Sa'di

Syaikh Abdurrahman As-Sa'di berkata:

Allah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, baik melalui Al-Qur'an maupun tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta.

Rujukan: Taisir al-Karim ar-Rahman


Pelajaran yang Dapat Diambil

  1. Siang dan malam adalah bukti nyata kekuasaan Allah.
  2. Malam adalah waktu istirahat dan ibadah.
  3. Siang adalah waktu bekerja dan mencari rezeki halal.
  4. Islam menghargai ilmu pengetahuan dan perhitungan waktu.
  5. Mengamati alam dapat menambah keimanan.
  6. Kehidupan yang baik adalah yang seimbang antara ibadah, istirahat, dan bekerja.
  7. Keteraturan alam menunjukkan kesempurnaan pengaturan Allah.

Penutup

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Setiap hari kita menyaksikan siang dan malam silih berganti. Namun sering kali kita melewatinya tanpa mengambil pelajaran. Padahal Allah menjadikannya sebagai ayat-ayat yang menunjukkan kebesaran-Nya. Orang yang beriman tidak hanya melihat terbit dan terbenamnya matahari, tetapi melihat di balik itu semua adanya kekuasaan, rahmat, dan pengaturan Allah Yang Maha Agung.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mampu bertafakur atas ciptaan-Nya sehingga bertambah iman, syukur, dan ketakwaan kita.

آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Tidak ada komentar