Allah Mahasuci dan Mahatinggi dari Segala Sifat Kekurangan

Materi Ceramah

Tafsir Surah Al-Isrā' Ayat 43

Allah Mahasuci dan Mahatinggi dari Segala Sifat Kekurangan


Mukadimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليمًا كثيرًا.

Amma ba'du.

Jamaah yang dirahmati Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Pada kesempatan ini kita akan mentadabburi firman Allah dalam Surah Al-Isrā' ayat 43 yang menjelaskan kesucian dan keagungan Allah dari segala tuduhan dan anggapan batil orang-orang musyrik.


Ayat Utama

Allah berfirman:

سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا

Artinya:

"Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan, dengan ketinggian yang setinggi-tingginya." (QS. Al-Isrā': 43)


Tafsir Ayat

Ayat ini merupakan bantahan Allah terhadap keyakinan kaum musyrikin yang menganggap Allah mempunyai anak, sekutu, ataupun menyerupakan-Nya dengan makhluk.

Kata سُبْحَانَهُ berasal dari kata tasbih yang berarti menyucikan Allah dari seluruh kekurangan.

Sedangkan تَعَالَى bermakna Allah Mahatinggi dalam Dzat, kekuasaan, sifat, kemuliaan, dan keagungan-Nya.

Imam Ibnu Katsir berkata:

"Allah Mahasuci dari segala apa yang disifatkan oleh orang-orang zalim. Dia Mahatinggi dan Mahabesar dari seluruh ucapan mereka."

Rujukan: Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, Ibnu Katsir, tafsir QS Al-Isrā':43.


Dalil Al-Qur'an

1. Surah Al-Ikhlash

Allah berfirman

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya

"Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."

Pelajaran

Seluruh isi surat ini merupakan penegasan kemurnian tauhid dan penolakan terhadap semua bentuk penyekutuan Allah.


2. Surah Asy-Syūrā ayat 11

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Pelajaran

Allah memiliki sifat-sifat yang sempurna tanpa menyerupai makhluk.


3. Surah Maryam ayat 88-92

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۝ لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا ۝ تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا ۝ أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا ۝ وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَٰنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا

Artinya

"Mereka berkata, 'Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak.' Sungguh kalian telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar.... Padahal tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak."

Pelajaran

Ucapan bahwa Allah memiliki anak adalah dosa besar yang sangat dimurkai Allah.


Dalil dari Sunnah

Hadis Pertama

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis qudsi:

كَذَّبَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، وَشَتَمَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، فَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّايَ فَقَوْلُهُ: اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا

Artinya

"Anak Adam telah mendustakan-Ku dan mencela-Ku, padahal ia tidak berhak melakukannya. Adapun celaannya kepada-Ku ialah ucapannya bahwa Allah mempunyai anak."

HR. Al-Bukhari no. 4974

Pelajaran

Menisbatkan anak kepada Allah merupakan penghinaan terhadap keagungan Allah.


Hadis Kedua

Rasulullah ﷺ bersabda

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

Artinya

"Sesungguhnya Allah itu Maha indah dan mencintai keindahan."

HR. Muslim no. 91

Keindahan Allah mencakup nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, hukum-hukum-Nya dan seluruh ciptaan-Nya.


Penjelasan Ulama

1. Imam Ath-Thabari

Beliau menjelaskan bahwa ayat ini merupakan bantahan terhadap seluruh orang yang menyamakan Allah dengan makhluk atau menisbatkan pasangan dan anak kepada-Nya.

Rujukan

Tafsir Jāmi' al-Bayān, tafsir QS Al-Isrā':43.


2. Imam Al-Qurthubi

Beliau mengatakan:

"Tasbih berarti menyucikan Allah dari seluruh kekurangan dan dari seluruh sifat yang tidak pantas bagi-Nya."

Rujukan

Al-Jāmi' li Ahkām al-Qur'an.


3. Imam Fakhruddin Ar-Razi

Beliau menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan kesempurnaan Allah baik pada Dzat, sifat maupun perbuatan-Nya.

Rujukan

Mafātīḥ al-Ghaib.


4. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di

Beliau berkata:

"Semakin seseorang mengenal nama dan sifat Allah, semakin bertambah pengagungan dan kecintaannya kepada Allah."

Rujukan

Taisīr al-Karīm ar-Rahmān.


Hikmah Ayat

  1. Allah Mahasuci dari segala kekurangan.
  2. Allah tidak memiliki anak, pasangan maupun sekutu.
  3. Tidak boleh menyerupakan Allah dengan makhluk.
  4. Tauhid harus dibangun di atas Al-Qur'an dan Sunnah.
  5. Mengenal Asmaul Husna akan menumbuhkan rasa cinta, takut dan pengagungan kepada Allah.
  6. Tasbih merupakan bentuk pengagungan kepada Allah yang sangat dianjurkan.

Implementasi dalam Kehidupan

  • Menjaga kemurnian akidah dari syirik, tahayul, dan keyakinan yang menyimpang.
  • Memperbanyak membaca "Subḥānallāh" dengan menghadirkan makna bahwa Allah Mahasuci dari segala kekurangan.
  • Mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah.
  • Tidak berbicara tentang Allah tanpa ilmu, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-A'rāf ayat 33.

Penutup

Surah Al-Isrā' ayat 43 mengajarkan bahwa Allah memiliki kesempurnaan mutlak. Semua tuduhan kaum musyrikin hanyalah kebohongan yang bertentangan dengan fitrah, akal sehat, dan wahyu. Karena itu, setiap muslim wajib memurnikan tauhid, mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya, serta menyucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak bagi kebesaran-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mengenal-Nya dengan benar, mengagungkan-Nya dengan sebenar-benarnya, dan menjaga kemurnian akidah hingga akhir hayat.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Tidak ada komentar