Tauhid Murni: Hanya Allah Tempat Bergantung

Materi Ceramah

Tadabbur Al-Qur'an Surah Al-Isrā' Ayat 42

"Tauhid Murni: Hanya Allah Tempat Bergantung"


Mukadimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أنفسنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba'du.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia bukanlah harta, jabatan, atau kesehatan, melainkan nikmat tauhid, yaitu mengenal Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Seluruh dakwah para nabi berpusat pada satu kalimat yang agung:

لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ

"Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah."

Surah Al-Isrā' ayat 42 merupakan salah satu dalil Al-Qur'an yang sangat kuat dalam membantah keyakinan syirik dan menetapkan kemurnian tauhid.


Ayat Utama

Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّوْ كَانَ مَعَهُۥٓ ءَالِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَّابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِى ٱلْعَرْشِ سَبِيلًا

Artinya:

"Katakanlah (Muhammad), 'Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu akan mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai 'Arsy.'"
(QS. Al-Isrā': 42)


Makna Ayat

Ayat ini membantah anggapan kaum musyrikin bahwa ada sesembahan lain yang dapat menjadi perantara menuju Allah.

Logikanya sangat sederhana:

  • Jika benar ada tuhan lain,
  • maka tuhan itu sendiri tentu tunduk kepada Allah,
  • membutuhkan Allah,
  • memohon kepada Allah,
  • sehingga tidak layak dijadikan sesembahan.

Karena itu manusia diperintahkan langsung beribadah kepada Allah tanpa menjadikan makhluk sebagai sekutu atau perantara ibadah.


Tafsir Para Ulama

1. Imam Ath-Thabari رحمه الله

Beliau menjelaskan bahwa seandainya ada tuhan selain Allah, tentu mereka akan berlomba mendekatkan diri kepada Allah dan mencari keridaan-Nya, karena hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak.

Rujukan: Jāmi' al-Bayān fī Ta'wīl Āy al-Qur'ān, tafsir QS. Al-Isrā': 42.


2. Imam Ibnu Katsir رحمه الله

Beliau menerangkan bahwa ayat ini merupakan dalil rasional tentang batilnya syirik. Seandainya terdapat banyak tuhan, tentu masing-masing ingin menguasai kerajaan, sebagaimana lazimnya para penguasa.

Rujukan: Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm, tafsir QS. Al-Isrā': 42.


3. Imam Al-Qurthubi رحمه الله

Beliau menyatakan bahwa ayat ini adalah hujjah yang menunjukkan kemustahilan adanya sekutu bagi Allah. Semua makhluk, termasuk malaikat yang paling mulia, adalah hamba Allah.

Rujukan: Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān.


Dalil-Dalil Al-Qur'an Tentang Tauhid

1. QS. Al-Anbiyā' ayat 22

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا

Artinya:

"Seandainya pada langit dan bumi ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya keduanya telah binasa."

Penjelasan

Ayat ini dikenal sebagai Burhān At-Tamānu' (dalil kemustahilan adanya banyak tuhan). Jika ada lebih dari satu penguasa mutlak, pasti terjadi pertentangan kehendak yang mengakibatkan rusaknya alam semesta.


2. QS. Az-Zumar ayat 3

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

Artinya:

"Ingatlah, hanya milik Allah agama yang murni. Orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata, 'Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah.'"

Pelajaran

Inilah alasan utama kaum musyrikin dahulu: mereka tidak menganggap berhala sebagai pencipta, tetapi sebagai perantara. Al-Qur'an tetap menyebut keyakinan tersebut sebagai syirik.


3. QS. Ghāfir ayat 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya:

"Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.'"

Allah tidak memerintahkan kita mencari perantara dalam ibadah dan doa, tetapi langsung memohon kepada-Nya.


4. QS. Al-Baqarah ayat 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Artinya:

"Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku."

Ayat ini menunjukkan kedekatan Allah dengan hamba-Nya tanpa membutuhkan perantara dalam berdoa.


Dalil dari Sunnah

Hadis Mu'adz bin Jabal رضي الله عنه

Rasulullah ﷺ bersabda:

حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

Artinya:

"Hak Allah atas para hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun."

(HR. Al-Bukhari no. 2856 dan Muslim no. 30)

Penjelasan Imam An-Nawawi

Tauhid adalah hak Allah yang paling besar. Seluruh ibadah harus ditujukan hanya kepada-Nya.

Rujukan: Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim.


Hadis Ibnu Abbas رضي الله عنهما

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

Artinya:

"Apabila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Apabila engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah."

(HR. At-Tirmidzi no. 2516, hasan sahih)

Pelajaran

Doa adalah ibadah. Karena itu, doa harus ditujukan kepada Allah semata.


Hadis Tentang Doa

Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

Artinya:

"Doa itu adalah inti ibadah."

(HR. Abu Dawud no. 1479; At-Tirmidzi no. 2969, dinilai hasan sahih oleh At-Tirmidzi)

Karena doa adalah ibadah, maka mengarahkan doa kepada selain Allah termasuk bentuk penyimpangan dari tauhid.


Penjelasan Ulama

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله

Beliau menjelaskan bahwa seluruh rasul diutus untuk mengajak manusia beribadah hanya kepada Allah tanpa menjadikan makhluk sebagai sekutu dalam ibadah.

Rujukan: Majmū' al-Fatāwā, jilid 1.


Ibnul Qayyim رحمه الله

Beliau berkata:

"Syirik muncul ketika hati lebih bergantung kepada makhluk daripada kepada Allah."

Rujukan: Madārij as-Sālikīn.


Syaikh Abdurrahman As-Sa'di رحمه الله

Beliau menjelaskan bahwa ayat ini mengandung dalil akal yang sangat kuat: jika para sesembahan itu sendiri membutuhkan Allah, bagaimana mungkin mereka menjadi tempat bergantung bagi manusia?

Rujukan: Taysīr al-Karīm ar-Raḥmān fī Tafsīr Kalām al-Mannān.


Hikmah dan Pelajaran

  1. Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
  2. Semua makhluk adalah hamba Allah yang membutuhkan-Nya.
  3. Tidak ada makhluk yang memiliki kekuasaan mutlak untuk mengabulkan doa.
  4. Berdoalah langsung kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
  5. Tauhid merupakan inti seluruh ajaran para nabi dan rasul.
  6. Menjaga kemurnian tauhid adalah sebab terbesar keselamatan di dunia dan akhirat.

Penutup

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Surah Al-Isrā' ayat 42 mengajarkan kepada kita bahwa Allah Mahadekat dan Maha Mendengar. Tidak ada penghalang antara seorang hamba dengan Rabbnya ketika ia berdoa dengan ikhlas. Karena itu, marilah kita memperbaharui tauhid kita, memurnikan ibadah hanya kepada Allah, menjauhi segala bentuk kesyirikan, dan menggantungkan seluruh harapan hanya kepada-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menjaga kemurnian tauhid hingga akhir hayat.

Doa

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُوَحِّدِينَ الْمُخْلِصِينَ، وَجَنِّبْنَا الشِّرْكَ كُلَّهُ، ظَاهِرَهُ وَبَاطِنَهُ، وَثَبِّتْنَا عَلَى لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ حَتَّى نَلْقَاكَ.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memurnikan tauhid kepada-Mu, jauhkanlah kami dari segala bentuk kesyirikan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan teguhkanlah kami di atas kalimat 'Lā ilāha illā Anta' hingga kami berjumpa dengan-Mu."

Āmīn yā Rabbal 'ālamīn

Tidak ada komentar